Hai, Takaiters!

Di banyak kelompok masyarakat, sesuatu hal dinamai oleh manusia ketika hal tersebut memiliki nilai guna atau fungsi. Semua ini karena menurut Ludwig Wittgenstein, makna sebuah kata adalah fungsinya.

Di zaman pra-aksara, misalnya, alat menyerupai kapak yang terbuat dari batu dinamai kapak genggam atau chopper  karena ia berfungsi untuk menguliti dan memotong hewan buruan. Alat telepon dinamai demikian karena ia berguna bagi manusia untuk berkomunikasi.

Meski begitu, prinsip tersebut di atas bukanlah satu-satunya cara manusia memaknai sesuatu. Satu cara lainnya adalah penyematan identitas, yakni manusia memberi nama pada sesuatu untuk memberi identitas atau atribut tertentu yang bisa membedakan hal tersebut dengan hal lainnya dalam kategori yang sama. Orang tua Anda memberi Anda nama Budi supaya orang bisa membedakan Anda dengan Toni.

Namun, konsep fungsional yang pertama di ataslah yang berlaku pada penamaan jari-jari tangan kita. Terdapat lima jari di masing-masing tangan kita dan terdapat lima nama juga untuk setiap jari. (Tapi perlu diingat bahwa definisi-definisi berikut ini tidak mengikat karena sering kali fungsi setiap jari berbeda di tiap negara atau budaya tertentu.)

Makna nama jari tangan
Foto: kumparan.com

Yuks, simak nama jari tangan dan fungsinya, Takaiters!

1. Ibu Jari

Jari pertama dan paling gemuk di antara yang lainnya dinamakan ibu jari karena ia dianggap paling banyak fungsinya. Jempol yang diangkat ke atas berfungsi untuk mengungkapkan ekspresi bahwa sesuatu bernilai bagus, misalnya Anda mengangkat jempol ketika ditanya teman, “Bagaimana rasa sup buatanku?” Sebaliknya jempol yang mengarah ke bawah berarti bahwa Anda menganggap sesuatu hal berkualitas buruk.

Ibu jari bisa jadi memiliki arti-arti tersendiri di berbagai daerah, termasuk di Indonesia. Di budaya Sunda, jempol bisa berfungsi seperti jari telunjuk, yakni untuk menunjukkan arah. Menunjukkan arah dengan jempol dianggap jauh lebih sopan dibanding menggunakan telunjuk. Di Yunani dan negara-negara Timur Tengah, jempol yang diangkat ke udara menandakan sesuatu yang vulgar. Di Jerman, ia berarti angka 1; sedangkan di Jepang, ia berarti angka 5.

2. Jari Telunjuk

Jari telunjuk, sesuai dengan namanya, berfungsi untuk menunjukkan arah, alamat, seseorang, atau suatu benda. Dalam situasi tertentu, ia juga bisa berarti sebagai angka 1 di Indonesia, seperti yang sering kita saksikan tiap kali politisi yang mendapat nomor urut 1 yang sering mengangkat telunjuknya ke udara.

Jari telunjuk juga bisa berfungsi sebagai jari untuk memencet tombol lift. Ia juga sering digunakan para guru dengan menempelkannya ke bibir sambil mendesis “ssst!” agar para siswa berhenti berisik.

Menggerakkan telunjuk maju mundur ketika telapak tangan mengarah ke udara juga bermakna meminta seseorang datang menghampiri, namun sering kali dianggap kurang sopan.

3. Jari Tengah

Dilihat dari namanya, jari ‘tengah’ tampaknya tak memiliki fungsi khusus sehingga ia dinamai dengan posisinya saja yang berada di tengah. Walau begitu, dalam kehidupan sehari-hari, baik di Indonesia maupun di budaya Barat, gestur ini bernada negatif, seperti memprovokasi orang untuk bertengkar.

4. Jari Manis

Jari manis sering juga dinamai ring finger dalam bahasa Inggris, atau jari cincin. Setelah disematkan cincin, jari manis berfungsi mulia karena ia menandakan bahwa seseorang telah bertunangan atau menikah.

5. Jari Kelingking

Yang terakhir adalah kelingking. Walau kata ‘kelingking’ tidak mendenotasikan makna tertentu secara leksikal, ia bisa bermakna ‘janji’ ketika dua orang mengaitkan jari kelingkingnya.

Itulah kenapa jari-jari tangan memiliki nama-nama tersendiri karena mereka juga memiliki fungsi-fungsinya sendiri.

Bagaimana dengan Jari-jari kaki?

Apakah seseorang bisa menunjukkan arah dengan menggunakakan telunjuk kaki? Apakah seseorang bisa memasukkan cincin ke jari manis kaki sebagai simbol pertunangan? Tentu tidak. Jari-jari tersebut tidak memiliki fungsi khusus. Ia hanya memiliki fungsi fisiologis, yakni untuk berjalan dan menyangga tubuh.

Tapi ada istilah jempol kaki, bukan? Betul. Tapi apakah jempol kaki punya fungsi tersendiri? Tidak. Tapi kenapa ia dinamai ‘jempol’ juga? Dalam ilmu linguistik, hal ini dinamakan korelasi.

Orang menamainya ‘jempol’ karena ia memiliki kesamaan dengan jempol tangan. Dari segi fisik, ia sama-sama gemuk. Dan dari segi posisi, ia berada pada sisi dalam tubuh. Dari segi anatomi tubuh ia merupakan jempol bagi ‘tangan’ di tubuh manusia bagian bawah, yaitu kaki.

Nah, bagaimana, Takaiters? Sudah tahu kan makna nama jari tangan kamu?