Hi, Takaiters!

Kanker memang menjadi salah satu penyakit yang masih ditakuti oleh individu di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Benjolan daging yang pertumbuhannya bersifat cepat dan mudah menyebar ini memiliki cengkeraman intimidasi yang kuat. Karena penyakit kanker bersifat mematikan, alangkah baiknya jika kaum awam memiliki pengetahuan yang memadai tentang kanker.

Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, keberadaan Museum Kanker Indonesia menjadi salah satu jawaban yang tepat. Museum ini didirikan oleh Yayasan Kanker Wisnuwardhana pada 2 November 2013. Total ada 30 alat peraga kanker yang dipamerkan di sini terdiri dari alat peraga sel kanker tulang, kanker payudara, kanker sel getah bening, kanker paru-paru, dan sel kanker lainnya.

Pendiri Museum Kanker Indonesia, Ananto Sidohutomo mengatakan, museum ini hadir memberikan kegunaan multifungsi. Beberapa kegunaan museum ini antara lainĀ  sebagai sarana pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, tempat penelitian, hiburan dan salah satu tujuan wisata di Kota Surabaya. Pengunjung dijamin tidak akan bosan mengunjungi tempat ini, karena pengetahuan yang ditawarkan sungguh menarik dan beragam.

Takaiters ingin mengenal lebih jauh keunggulan museum ini? Mari kita simak bersama :

  • Museum Kanker Indonesia Diklaim Sebagai Museum Kanker Pertama Di Dunia

Museum ini akan mengundang rasa penasaran Takaiters, karena merupakan satu-satunya museum yang ada di Indonesia, dan sekaligus juga diklaim yang pertama di seluruh dunia. Selain itu, museum ini juga dilengkapi double headed microscop untuk melihat sel kanker, serta berbagai peraga terkait sel kanker lainnya. Setiap sudut ruangan ada penjelasan mulai dari gejala hingga penanganan berbagai macam kanker.

Di museum Kanker ini juga dilengkapi dengan replika macam-macam kanker itu sendiri. Seperti replika kanker payudara. Sehingga pengunjung dapat merasakan bagaimana kanker itu sendiri.

Museum kanker indonesia
Foto: goodnewsfromindonesia.id
  • Mengemban Misi Mulia Lewat Penetapan Target Pengunjung

Yang dimaksud target di sini bukanlah diukur dari banyaknya jumlah pengunjung yang ada. Museum Kanker Indonesia memiliki dua target pengunjung utama, yaitu remaja dan ibu-ibu paruh baya. Target pertama adalah remaja yakni siswa SMA dan mahasiswa. Mereka menjadi pilihan karena kampanye pencegahan kanker akan jauh lebih berhasil, sekaligus membuka kesadaran lebih awal untuk mencegah kanker.

 

Rute museum kanker indonesia
Foto: beritabaik.id

Target yang kedua adalah ibu atau perempuan dengan rentang usia pertengahan 30 hingga 40 tahun. Berdasarkan statistik RSUD dr Soetomo Surabaya, mereka yang terkena kanker serviks sudah dalam stadium lanjut berada di rentang usia tersebut.

  • Pengetahuan Yang Komplit Banget

Takaiters akan merasa digiring dalam dunia kedokteran yang super canggih saat mengunjungi museum ini. Dibagian belakang museum terdapat poster yang menjelaskan sejarah perkembangan kanker. Selain itu dipamerkan juga bahan-bahan alami yang dapat mencegah kanker seperti cengkeh, ketumbar, adas, tulang rawan ikan hiu, pala, jahe, temulawak, bawang putih, mengkudu, meniran, puyang, kunir, kunir putih, akar alang alang, apokat dan tapak dara.

Alamat museum kanker indonesia
Foto: gaya.tempo.co

Kehadiran Museum Kanker Indonesia ini memang harus diapresiasi secara positif, karena membantu masyarakat dalam mengenali jenis kanker sekaligus mengkampanyekan perilaku hidup sehat. Jangan lupa berkunjung ke tempat ini saat melancong ke Surabaya.

Bagaimana Takaiters? Menarik, bukan?