Halo, Takaiters!

Misteri Gunung Arjuno kuncinya ada pada sejumlah peninggalan Kerajaan besar pada masa lalu, Singosari dan Majapahit. Petilasan kerajaan yang tersebar di beberapa titik Gunung Arjuno setinggi 3.339 Mdpl tersebut, dulunya lebih banyak dipakai sebagai tempat praktek bersemedi. Sudah barang tentu kesan mistis sangat sulit dihilangkan darinya.

Namun, keindahan alam di Gunung Arjuno, ditambah ketinggian yang ideal-malah- Gunung Arjuno yang termasuk jajaran gunung tertinggi di Jawa Timur ini, membuat hati para pendaki tertambat di sini.

Nah, Takaiters, yuks simak seputar Gunung Arjuno beserta pos Mistisnya.

Alas Lali Jiwo atau Hutan Lupa Diri

misteri gunung arjuno welirang
Foto: ngalam.co

Ada beberapa misteri Gunung Arjuno yang dianggap menyeramkan sekali. Jika di petilasannya saja terdapat sejumlah tokoh terkenal seperti petilasan Eyang Sakri, Eyang Semar, dan Eyang Abiyasa. Di antara sekian banyak tempat mistis, yang paling legendaris adalah Alas Lali Jiwo.

Konon katanya, di sinilah terjadi seleksi alam oleh para makhluk halus. Alas Lali Jiwo terletak sebelum puncak. Di hutan inilah setiap pendaki diharapkan menyucikan niat supaya tidak dibuat tersesat atau malah diseret ke alam dedemit kemudian dipaksa menikahi anak keturunan jin.

Pasar Dieng

misteri gunung arjuno via purwosari
Foto: menggapaiangkasa.com

Pasar Dieng juga menjadi tempat menyeramkan yang diwaspadai para pendaki. Bentuknya tidak seperti pasar pada umumnya, dimana ada transaksi antara penjual dan pembeli. Pasar ini bisa dianggap pos pendakian menuju puncak Arjuno. Rupanya mirip seperti dataran luas.

Disebut pasar karena suatu ketika ada pendaki yang mengambil tempat ini sebagai pos peristirahatan. Hal itu terpaksa karena hari sudah malam sementara dirinya sendiri sudah kelelahan. Waktu itu hawanya dingin dan dari dalam tenda ia mendengar suara orang berisik. Rasa penasaran membawanya keluar tenda.

Dilihatnya kerumunan orang sedang memilih-milih barang di suatu pasar. Kemudian dia ikut membeli jaket sebagai penghangat badan. Anehnya, setelah bangun di pagi hari, pasar tersebut lenyap tanpa bekas sama sekali. Jaketnya sih masih ada, namun kembalian uang membeli jaket malah berubah jadi daun. Klasik tapi cukup mengagetkan bagi seorang pendaki.

Ngundhuh Mantu

Misteri yang paling menghambat para pendaki ialah misteri ‘ngundhuh mantu.’ Bila Kamu sedang mendaki di Gunung Arjuno atau berusaha mengais untung lewat tambangan di sana. Lalu mendengar suara gamelan sebagaimana biasanya adat jawa sedang menyelenggarakan pesta, maka jangan menentang kepercayaan orang setempat.

Kembali saja ke bawah daripada disesatkan oleh para penunggu Gunung Arjuno lalu kamu masuk ke dunia mereka dan tak akan pernah bisa kembali lagi ke rumah. Kasihan orangtua yang sudah menunggu kabarmu.

Biasanya, suara gamelan dari upacara ngundhuh mantunya bangsa Jin akan terdengar di alas lali jiwo. Di hutan lupa diri ini, sudah terlalu banyak para spiritualis yang mengetahui sendiri betapa banyaknya makhluk astral menyatu di satu tempat.

Di sini pula, Kamu dilarang mengenakan pakaian dominan warna merah. Jangan tanya kenapa, sudah patuhi saja. Untuk menjaga kelengkapan dan kesuksesan misi pendakian, sebaiknya jangan pula membawa rombongan pendakian dengan jumlah anggota ganjil. Daripada salah satu darinya ada yang menjadi korban, lebih baik mengalah saja sejak di bawah.

Jalur Pendakian Gunung Arjuno

cerita misteri gunung arjuno
Foto: kabarlokal.id

Namanya juga gunung terbuka, pasti ada beberapa jalur yang menjadi alternatif favorit para pendaki. Termasuk juga misteri Gunung Arjuno yang tersebar di semua jalur pendakian.

Dari beberapa alternatif seperti Tretes dan Lawang, kebanyakan pendaki lebih menyukai jalur Tretes. Hal ini wajar saja bila kita mempertimbangkan keindahan plus-plus yang bisa didapatkan saat naik lewat sini.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Tretes termasuk kawasan hutan yang kehijauannya menyimpan keindahan. Selain itu, ada air terjun juga di sana. Air terjun bernama Kakek Bodo tersebut memiliki misteri terendiri.

Konon katanya, pada waktu tertentu akan ada penampakan sesosok kakek di area air terjun Tretes. Di kawasan itu pula, anak-anak Pramuka dan Mapala sering menggelar acara. Pemerintah serta warga setempat sudah terbiasa dengan kehadiran sekelompok orang asing yang menempati bumi perkemahan Tretes selama beberapa hari.

Nanti biasanya kalau tidak lurus ke kanan menuju air terjun Kakek Bodo, maka orang-orang yang kemah akan berbelok ke kiri dan menapaki jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang.

Dari jalur Tretes ini Kamu akan menemui beberapa pos di perjalanan. Yang pertama kali disinggahi yaitu pet bocor. Lebih baik istirahat saja di sini meskipun perjalanan baru 45 menit. Sebab, selanjutnya Kamu harus menempuh kurang lebih 3 jam untuk sampai di pos kedua bernama pos kokopan.

Cukup bersyukur dulu karena Kamu sudah ada di titik 1500 mdpl. Terserah  mau berkemah lagi di sini atau hanya istirahat sebentar, yang jelas agar sampai di pos ketiga, pos pondokan maka Kamu wajib menempuh 4 jam lagi.

Kalau sudah di pos ketiga ini Kamu bisa memilih ingin cukup di Gunung Welirang saja atau mencari jalan pintas dan berjalan 3 jam lagi melewati bebatuan terjal supaya sampai di Puncak Gunung Arjuno.

Asal-Usul

Jangan sampai lupa menjaga sikap selama berjalan di Arjuno-Welirang. Gunung yang dikelola Taman Hutan Raya Raden Soeryo ini sudah lama disenangi para pemuja kejawen dan kepercayaan aliran kebatinan lainnya. Tak heran bila nuansa mistis namun damai terasa kental di sini.

Namanya juga cerita rakyat, Kamu boleh percaya boleh tidak. Jika Kamu anggota Suku Jawa, pasti sudah pernah mendengar nama tokoh Arjuna sebagai salah satu Pandawa Lima dalam pewayangan.

Dulunya Arjuna pernah bertapa di gunung. Tapanya sangat khusyuk sampai ia tidak sadar sudah berbulan-bulan lamanya mengabdi pada Sang Esa. Tiba-tiba dari badan Arjuna, keluarlah sinar berkekuatan super hingga mengacaukan kondisi kahyangan.

Bukan hanya itu saja. Saat itu pula, kawah candradimuka mengeluarkan lahar panasnya diiringi berguncangnya bumi ditambah petir yang terus menggelegar siang malam hingga hujan pun turun menjadi banjir.

Anehnya, kejadian tadi diakhiri dengan hilangnya gunung yang dipakai Arjuna bertapa tadi. Nampaknya gunung tersebut sudah diangkat ke langit oleh para Dewa. Mereka sudah berusaha membangunkan Arjuna dari pertapaannya, namun gagal.

Akhirnya Semar yang sebenarnya jelmaan Batara Ismaya ditugaskan turun ke bumi untuk membuat Arjuna bangun. Namanya juga Dewa, dengan segenap kesaktiannya, Semar langsung memotong puncak gunung yang dipakai Arjuna bersemedi. Puncak di mana Arjuna sudah bangun tersebut dilemparkannya ke wilayah lain dan jadilah Gunung Wukir. Sementara yang masih dipakai Arjuna bertapa tadi dinamakan Gunung Arjuno.

Penunggu Gunung Arjuno

Kembali lagi ke situs peninggalan Kerajaan Majapahit atau Singosari yang banyak berserakan di Gunung Arjuno. Orang-orang setempat dan penganut aliran kepercayaan percaya bahwa petilasan-petilasan di Gunung Arjuno memiliki penjaga, yakni Bambang Wisanggeni. Beliau ini adalah anaknya Arjuna bersama Bathari Dresanala.

Walaupun hanya segelintir orang saja yang masih memakai bekas petilasan di sana sebagai tempat pertapaan, tapi mereka punya nilai lebih. Hampir pelakunya semua percaya bila Kamu bertapa di sana, maka ragamu akan muksa (menghilang tanpa bekas tapi belum mati) dan rohnya akan ikut menjaga Gunung Arjuno sampai waktu tak dapat diperhitungkan.

Itulah tadi cerita mengenai kemistisan Gunung Arjuno. Daripada ketakutan sebelum mendaki, lebih baik diingat saja keindahan alamnya. Toh, bila Kamu sanggup menjaga kesopansantunan selama menjadi tamu di manapun tempatnya, Kamu pasti akan terjaga dari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.