foto : liputan6.com

Hai, Takaiters!

Saat ini, kita selalu dididik oleh orang tua dan lingkungan untuk bekerja keras dan terus bekerja keras. Apa yang diajarkan orang tua sebagian besar adalah bagaimana mendapatkan penghasilan aktif dari pekerjaan sebagai karyawan, pekerja profesional, dan pelaku bisnis.

Penghasilan aktif yang hanya bisa didapat dengan kerja keras. Jika terjadi sesuatu, misalnya sakit, cedera atau meninggal dunia, maka berhentilah penghasilan itu. Berbeda dengan penghasilan aktif, penghasilan pasif adalah penghasilan yang lebih stabil sifatnya dan harus direncanakan sejak saat ini, Guys.

Penghasilan Aktif VS Penghasilan Pasif

Foto: idntimes.com

Penghasilan aktif adalah penghasilan yang diperoleh dengan cara bekerja keras baik menjadi pegawai, profesional maupun pemilik bisnis yang mengerjakan semuanya sendirian. Sesuai namanya, penghasilan aktif adalah penghasilan yang diterima jika kamu bekerja, Guys. Tanpa melakukan pekerjaan sebagai karyawan, melakukan pekerjaan mandiri seperti dokter, pengacara, pialang atau pemilik sekaligus pengelola bisnis, kamu tidak akan mendapatkan penghasilan atau uang.

Penghasilan pasif adalah penghasilan yang bisa kamu dapatkan tanpa kerja keras, Guys. Misalnya ketika kamu menjadi investor, pemilik waralaba atau pemilik bisnis tertentu yang dikerjakan oleh menajemen tersendiri.

Tentu saja penghasilan pasif akan diperoleh beberapa waktu setelah melakukan kerja keras, tetapi kerja keras yang kamu lakukan tidak akan berlangsung terus menerus karena ada waktunya ketika bisnis sudah berjalan dan ditangani manajemen profesional, kamu tinggal ongkang-ongkang kaki menikmatinya. Penghasilan pasif sering disebut income while sleeping, karena kamu tinggal tidur, jalan-jalan atau sakit sekali pun, penghasilanmu tetap ada!

Tujuh Tahun Pertama yang Menentukan

Foto: justrichest.com

Ternyata mindset untuk mendapatkan penghasilan aktif atau penghasilan pasif dimulai sejak anak-anak lahir hingga tujuh tahun pertama dalam hidupnya. Anak-anak orang kaya terbiasa melihat bahwa uang dan kekayaan bukan sebuah masalah karena semua kebutuhan mereka tercukupi sejak lahir. Mereka terbiasa melihat orang tua yang selalu membersamai, sempat bersantai, bisa sering berlibur, makan enak, berpakaian bagus, dan menikmati hidup tanpa bekerja terlalu keras.

Dalam benak mereka tanpa bekerja terlalu keras, mereka akan baik-baik saja. Inilah salah satu faktor yang membuat anak orang kaya cenderung tetap kaya dalam kehidupannya karena mereka memiliki mindset menciptakan penghasilan pasif, sedangkan anak-anak yang lahir dari keluarga miskin hingga menengah selalu melihat orang tua mereka bekerja keras dan berkeyakinan tanpa itu mereka tidak memiliki penghasilan.

Anak-anak ini akan tumbuh menjadi anak yang kurang kasih sayang, kurang waktu bersantai, dan kurang kebersamaan dengan orang tua. Dalam benak mereka, kerja keras adalah sebuah keharusan karena tanpa kerja keras mereka tidak akan memiliki apa pun. Mindset yang terbentuk adalah bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan aktif.

Mengubah Mindset

 

 

Foto: simplilearn.com

Lalu, bagaimana jika kamu terlahir dari keluarga miskin hingga menengah, apakah tidak mungkin untuk mengubah nasib menjadi seseorang yang lebih baik dari orang tua kamu, terutama dari sisi penghasilan? Ternyata tetap ada kemungkinan bagi orang-orang yang kurang beruntung untuk mengubah nasib.

Para ahli berpendapat bahwa seseorang yang sudah terlanjur dibentuk untuk bekerja keras mendapatkan penghasilan aktif bisa memprogram ulang pikiran bawah sadarnya sehingga memiliki mindset mendapatkan penghasilan pasif. Tentu saja tidak mudah, tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin.

Diperlukan kerja keras pada awalnya hingga kamu memiliki aset yang cukup untuk memperoleh penghasilan pasif, misalnya saham yang terus menghasilkan, perusahaan yang terus berkembang, bisnis waralaba yang semakin banyak cabang, ternak yang beranak pinak, properti yang dapat disewakan hingga emas yang cenderung naik harganya.

Bisnis jaringan dipercaya dapat menghasilkan penghasilan pasif dengan cepat asal bisnis tersebut memiliki skema, pola, dan aturan yang benar serta memberikan bimbingan penuh kepada para anggotanya. Bimbingan dan mentoring dari orang yang lebih dahulu berhasil juga dapat mengubah mindset dalam memperoleh penghasilan pasif.

Penghasilan Pasif yang Menyenangkan

Foto: alphabe.com

 

Penghasilan pasif adalah penghasilan yang menyenangkan dan harus diperjuangkan sejak saat kamu masih muda, Guys. Dengan mempunyai penghasilan pasif, di masa tua kamu tidak perlu bekerja terlalu keras lagi karena saat itu kamu tinggal memetik hasilnya. Jika diperkirakan umur manusia mencapai umur 65 tahun, ada dua jenis manusia di dunia ini terkait dengan kerja kerasnya yaitu manusia 20-40-5 dan manusia 20-5-40.

Manusia 20-40-5 adalah manusia yang menghabiskan 20 tahun hidupnya untuk tumbuh, berkembang, dan menempuh pendidikan, 40 tahun bekerja keras dan 5 tahun menikmati penghasilan yang diperolehnya setelah bekerja keras selama 40 tahun, sedangkan manusia 20-5-40 adalah manusia yang menikmati 20 tahun masa tumbuh, berkembang, dan menempuh pendidikan, 5 tahun bekerja keras untuk mempersiapkan masa tua dan 40 tahun menikmati penghasilan pasif dari kerja kerasnya selama 5 tahun.

Menurutmu, mana yang lebih menyenangkan Guys? Tentu saja menjadi manusia 20-5-40, karena kamu akan lebih menikmati hidup, bersenang-senang dan bekerja secukupnya dengan penghasilan pasif yang akan datang dengan sendirinya.

Sumber Penghasilan Pasif

Foto: ajaib.co.id

 

Lalu, apa sebenarnya yang bisa kamu lakukan agar kamu memiliki penghasilan pasif di masa mendatang? Mulailah menanam sejak saat ini sehingga kamu akan memanen nantinya. Jika kamu saat ini adalah seorang karyawan atau pekerja profesional, mulailah menabung dan berinvestasi. Kamu bisa mulai dengan membeli rumah atau tanah yang kemudian disewakan, membeli ternak yang dititipkan kepada orang lain dengan sistim bagi hasil, membeli saham, menabung emas atau berbisnis dengan mempekerjakan orang lain.

Lakukan pekerjaan yang ada dan memungkinkan saat ini untuk mendapatkan lebih banyak dana sebagai modal mendapatkan penghasilan pasif. Alokasikan lebih banyak dana untuk investasi, tekan kebutuhan konsumtifmu, belilah barang yang benar-benar dibutuhkan, lakukan semua transaksi secara tunai bukan dengan utang dan tundalah kenyamanan dengan lebih banyak prihatin.

Nah, Takaiters, sudah siap untuk berinvestasi mulai sekarang? Ingatlah bahwa tidak selamanya kamu bisa menjadi tulang punggung di keluargamu karena kamu tidak akan pernah tahu apakah akan selalu sehat dan selamat untuk bekerja dan menghasikan uang.

Bahkan, kamu tidak tahu kapan waktunya meninggal dunia, sementara masih ada tanggung jawab mencari nafkah untuk keluarga. Penghasilan pasif adalah salah satu cara agar tetap dapat melaksanakan kewajiban mencukupi kebutuhan seluruh keluarga saat kamu sakit atau meninggal dunia.