Halo Takaiters!

Sindrom metabolik adalah sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Gangguan ini meliputi peningkatan tekanan darah, penumpukan lemak di daerah perut, serta kenaikan kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Seseorang dikatakan menderita sindrom metabolik jika mengalami sedikitnya tiga dari lima kondisi yaitu hipertensi, hiperkolesterolemia, trigliserida tinggi, diabetes, dan obesitas.

Jika dulu sindrom ini menyerang orang yang sudah tua, saat ini  justru diderita oleh banyak remaja dan dewasa muda. Nah, supaya kamu tidak menderita sindrom metabolik, kamu harus menyimak 5 hal ini, Guys.

Obesitas

Foto: alodokter.com

 

Obesitas yang paling sering terjadi saat ini adalah obesitas pada daerah sekitar perut dan pinggang, atau disebut obesitas abdominal. Untuk mengtahuinya, perlu dilakukan pengukuran lingkar perut, di mana untuk laki-laki normalnya kurang dari 90 cm dan perempuan kurang dari 80 cm. Obesitas abdominal dapat disebabkan oleh hal-hal diluar penyakit seperti pola makan, gaya hidup atau konsumsi alkohol, Guys.

Konsumsi karbohidrat yang berlebihan dan tidak dapat diserap oleh tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak. Seperti kita ketahui, daerah perut dan pinggang adalah bagian tubuh yang sangat jarang melakukan gerakan dibanding bagian tubuh lainnya, sehingga penumpukan lemak di daerah itu terlihat  menonjol.

Tekanan Darah

 

Foto: alodokter.com

Tekanan darah adalah ukuran yang dapat menetukan seberapa kuat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah sistolik pada orang yang menderita sindrom metabolik  cukup tinggi, biasanya lebih dari 130 mmHg dan tekanan darah diastoliknya lebih dari 85 mmHg. Tekanan darah dianggap tinggi jika tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Tekanan darah tinggi memicu terjadinya stroke, menyebabkan gagal jantung kongestif, gagal ginjal, pengerasan arteri, dan komplikasi lainnya. Tekanan darah sangat dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi, pola istirahat, genetis, dan gaya hidup.

Kadar Glukosa Darah

 

Foto: alodokter.com

Kadar glukosa darah normal saat puasa 8 jam seharusnya kurang dari 100 mg/dL. Pada penderita sindrom metabolik, kadar gula darah puasa lebih dari itu, Guys, yang biasa disebut hiperglikemia. Hiperlikemia sering ditandai dengan nafsu makan bertambah, tetapi bobot badan berkurang, sering haus, dan buang air kecil, tubuh mudah lelah dan gelisah, penglihatan berkurang, kulit kering dan terasa panas, serta sering terkena infeksi gigi.

Lagi-lagi pola makan, genetis, stres, dan gaya hidup yang sangat berpengaruh pada tingginya kadar gula darah. Jika tidak hati-hati maka pankreas bisa mengalami kerusakan karena terus-menerus bekerja keras memproduksi hormon insulin. Hormon insulin akan  mengikat glukosa darah untuk dibawa ke berbagai  jaringan tubuh dan membantu hati menyerap glukosa untuk diubah menjadi glikogen.

Kadar Trigliserida

 

Foto: aryanto.id

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang banyak ditemukan dalam darah. Trigliserida diproduksi oleh hati, tetapi sebagian besar berasal dari makanan antara lain daging, keju, susu, nasi, minyak goreng, dan mentega. Setiap lemak yang masuk ke dalam tubuh seharusnya diubah menjadi energi. Jika terdapat lemak yang tidak diubah menjadi energi, tubuh mengubahnya menjadi trigliserida dan disimpan dalam sel sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan sebagai energi.

Ketika asupan trigliserida dari makanan melebihi kebutuhan, maka akan terjadi lonjakan trigliserida yang memicu penebalan dinding pembuluh darah sehingga berisiko terjadi strok dan serangan jantung.  Saat ini, banyak dewasa muda yang menghadapi fenomena kadar trigliserida tinggi, yaitu lebih dari 150 mg/dL. Memang tidak mudah menjaga kesehatan, tetapi ada baiknya kamu selalu waspada, Guys.

Kolesterol Tinggi

Foto: seputarherbal.com

Kolesterol berbeda dengan trigliserida meskipun sama-sama lemak. Kolesterol adalah lemak yang berguna bagi tubuh untuk membentuk sel-sel sehat, memproduksi sejumlah hormon dan menghasilkan vitamin D, sedangkan trigliserida adalah lemak yang dipergunakan sumber tenaga atau energi tubuh.

Kolesterol jahat atau disebut Low Density Lipid (LDL) berfungsi membawa kolesterol ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri, yang jika kadarnya terlalu tinggi akan menumpuk di dinding pembuluh darah, sedangkan kolesterol baik atau High Density Lipid (HDL) berfungsi mengembalikan kolesterol berlebih ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh.

LDL normal seharusnya kurang dari 100 mg/dL sedangkan HDL normal 60 mg/dL atau lebih, Guys. Semakin tinggi HDL akan semakin baik untuk tubuh, sebaliknya semakin tinggi LDL maka akan semakin buruk bagi tubuh. Kolesterol tinggi adalah gabungan dari nilai kolesterol total dan LDL yang tinggi serta HDL yang rendah.

 Takaiters, lalu apa yang harus dilakukan untuk mencegah sindrom metabolik ini? Yang perlu kamu lakukan adalah cepat berhenti merokok, tidak minum alkohol, usahakan berolah raga minimal 30–60 menit setiap hari, menjaga berat badan tetap ideal, meningkatkan konsumsi buah, sayur, dan protein serta mengurangi konsumsi gula dan garam. Nah, selamat menikmati hidup sehat, ya.