Hola, Takaiters!

Rupanya Aceh tidak hanya populer dengan kisah-kisah luhur tentang kebudayaan Islamnya. Provinsi ini juga dijuluki sebagai “Negeri Seribu Warung Kopi.” Julukan ini tidak berlebihan, karena Takaiters akan banyak menjumpai warung kopi bertebaran di seantero Aceh.

Nah, di antara banyak kopi nikmat di Aceh, ada satu warung kopi yang sangat direkomendasikan. Cobalah mampir ke Warung Kopi Solong, yang sudah melegenda di provinsi ini. Hmm, kira-kira apa keistimewaan kopi Solong? Yuk cari tahu bersama…

Memiliki nama asli “Jasa Ayah”

kopi solong ulee kareng
Foto : detik.com

Dulunya, warung kopi ini lebih populer dengan nama “Jasa Ayah”. Namun lambat laun, nama asli pendiri warung kopi ini lebih terkenal melebihi brand name usahanya.

Muhammad Saman atau Abu Solong kerap dipanggil dengan nama “Solong”. Panggilan itu disematkan saat ia bekerja untuk orang Tionghoa. Ketika Muhammad Saman membuka warung, pembeli mulai akrab dan lebih suka mempromosikan kenikmatan kopinya dengan nama panggilannya daripada “Warung Kopi Jasa Ayah” itu sendiri.

Pilihan Editor



Bahan pencampur yang unik

kopi solong ulee kareng
Foto : rasakopi.com

Ramuan kopi ini makin terasa kenikmatannya karena menggunakan campuran jagung, biji jagung, gula, dan mentega. Semua ramuan itu dipadukan dengan biji kopi robusta. Memang campuran ini tidak biasa ya, Takaiters. Tapi soal rasa? Dijamin berkualitas internasional. Bahkan teknik campuran kopi Solong tidak hanya satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia.

Oh ya, cara menyaring kopi pun cukup unik, lho. Kopi disaring menggunakan kain berbentuk kaus kaki yang dipindah dari satu ceret ke ceret lainnya.

Satu-satunya warung kopi yang menetap syariah Islam

kopi solong ulee kareng
Foto : tripadvisor

Sebelum gempa Tsunami melanda, Haji Nawi (putra Muhammad Solong) hanya menutup warung kopi saat adzan Maghrib berkumandang. Namun sejak peristiwa Tsunami Aceh, beliau berkomitmen untuk menjalankan syariah dengan menutup warungnya untuk beberapa saat menjelang sholat lima waktu. Para pembeli sudah memahami aturan ini, sehingga mereka meninggalkan warung dengan penuh suka rela setiap waktu sholat tiba.

Kekhasan dari Warkop Solong adalah tidak menjajakan kopi Luwak. Menurut Haji Nawi, tidaklah pantas untuk menyajikan kopi yang berasal dari kotoran hewan. Kopi Solong menjadi primadona di Aceh. Banyak turis domestik maupun mancanegara yang mampir untuk menyesap kenikmatan kopinya.

Bila berkunjung ke sana, lengkapi kenikmatan secangkir kopi Solong dengan aneka penganan kecilnya, seperti kue timpan, kue bolu, martabak telur, maupun mie Aceh. Selamat ngopi, Takaiters!