Hai, Takaiters!

Kegiatan mengoleksi perangko dan benda-benda pos lainnya adalah salah satu hobi yang banyak digemari pada masanya. Hobi mengoleksi perangko dan benda-benda pos ini yang disebut dengan filateli.

Pada masa itu cara masih sangat banyak orang yang berkomunikasi lewat surat ataupun telegram. Mengirim uang juga masih menggunakan wesel. Tanda bukti pembayaran pengiriman surat menggunakan perangko yang mana nominalnya disesuaikan dengan jarak atau jauh tidaknya alamatnya yang dituju.

Saking beragamnya benda-benda pos yang digunakan dalam keseharian dan dengan tampilan yang berbeda dan menarik menjadikan banyak orang berkeinginan untuk mengoleksinya. Menyambut hari filateli ini, yuk, kita menilik sejarah dari filateli itu sendiri?

Sejarah Diperingatinya Hari Filateli

Foto: review.bukalapak.com

Para filatelis atau pengoleksi perangko dan benda-benda pos di Indonesia memiliki wadah yang disebut PFI (Perkumpulan Filatelis Indonesia). Pada tahun 2006 mereka memutuskan untuk memperingati hari filateli pada tanggal 29 Maret setiap tahunnya.

Peresmian peringatan hari filateli dilakukan pada saat pertemuan tingkat tinggi dari seluruh federasi organisasi filatelis se-Asia Pasifik (FIAP EXCO Meeting) di Yogyakarta. Dipilihnya tanggal 29 Maret sebagai hari filateli merujuk pada lahirnya organisasi filateli yang pertama yaitu pada masa Hindia Belanda.

Tentang Filateli

Foto: gayatempo.co

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahawa filateli adalah kegiatan mengoleksi perangko dan benda-benda pos lainnya. Orang mulai mengoleksi perangko yaitu sejak perangko pertama di dunia diterbitkan pada tahun 1984.

Negara penerbit perangko pertama adalah Inggris. Perangko yang diterbitkan disebut Penny Black. Kegemaran mengoleksi perangko akhirnya mewabah tidak hanya di benua Eropa dan Amerika melainkan sampai juga di benua Hindia Belanda.

Dengan adanya wadah bagi para penggemar perangko yaitu PFI, maka kegiatan filateli di Indonesia menjadi tersusun dan terarah. Tidak hanya mnegoleksi perangko dan benda-benda pos saja, para anggota filateli juga mengadakan pertemuan dan kegiatan-kegiatan lain seperti lomba menulis surat, lomba menyusun perangko dengan narasinya, lomba mendesain perangko, dan sebagainya. Tiap-tiap daerah biasanya memiliki wadahnya masing-masing.

Berbicara tentang filateli maka tidak akan lepas dari perangko. Perangko-perangko yang diterbitkan di Indonesia sangat beragam baik desainnya, bentuknya juga gambarnya. Biasanya penerbitan perangko disesuaikan dengan tema yang sedang booming. Misalnya hari-hari nasional, satwa, fauna, pakaian adat, rumah adat, tokoh nasional dan peringatan-peringatan yang sifatnya nasional maupun internasional.

Perangko ada yang dicetak satuan ada juga dalam bentuk miniseri atau beberapa perangko dalam satu kesatuan cerita. Filatelis tidak hanya mengoleksi perangko lama saja, mereka juga mengoleksi perangko baru yang limited edition atau perangko yang terbatas stoknya. Sampul hari pertama adalah istilah untuk perangko yang diterbitkan lengkap dengan amplop dan ceritanya. Ini juga menjadi salah satu benda pos yang diburu para filatelis.

Tukar Menukar Perangko

Foto: pexels.com

Tukar menukar perangko adalah hal yang biasa dilakukan oleh para filatelis. Pada saat berkumpul para filatelis akan melihat koleksi perangko satu sama lain. Jika ada perangko yang belum dipunyai maka mereka akan meminta kesediaan si empunya perangko untuk menukar perangkonya. Terkadang jika perangko itu memiliki keunikan atau tergolong dalam perangko yang langka bisa jadi si empunya akan menawarkan dengan harga yang fantastis. Perangko meskipun sebuah benda yang kecil tetapi memiliki nilai jual yang tinggi.

Takaiters, ternyata kegiatan filateli itu memiliki banyak sekali manfaat, lo. Selain sebagai penyaluran hobi, juga bisa dijadikan ajang mengasah bakat. Tidak hanya bertukar perangko saja, kamu juga bisa bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman. Sayangnya, pencinta perangko sudah mulai banyak berkurang, Yuk, Guys, bumikan lagi kegemaran untuk mengoleksi perangko dan menjadi filatelis yang mengsinpirasi!