Hai, Takaiters!

Yang muda yang berkarya, pasti kamu akrab dengan istilah ini, ya? Saat muda adalah saatnya kita terus menghasilkan sesuatu yang berguna untuk orang lain, Guys. Salah satunya dengan menjadi relawan di sebuah organisasi atau sebuah acara. Selain melakukan sesuatu yang berguna, menjadi relawan ternyata membahagiakan, lo, Guys. Namun, sebelum menjadi relawan pahami dulu seluk beluknya, yuk.

Panggilan Jiwa

Foto; unsplash.com

 Menjadi relawan itu panggilan jiwa, Guys. Tidak banyak orang yang bersedia bergabung dalam kegiatan organisasi atau event tertentu jika bukan karena panggilan jiwa. Siapa, sih, yang mau meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan juga kenyamanan demi sesuatu yang terlihat tidak masuk akal bagi orang lain?

Sebagian orang pasti berpikir bahwa melakukan sesuatu itu harus menghasilkan uang, harta atau pengakuan dari orang lain. Ketika menjadi relawan, maka kamu tidak akan mendapatkan apa pun kecuali rasa lelah. Namun, sesungguhnya di balik kelelahan fisik, hati, dan jiwa kita akan mendapatkan pencerahan.

Pahami Tujuan Organisasi dan Acaranya

Foto: unsplash.com

Sebelum bergabung mejadi relawan, pahami dulu tujuan, visi, dan misi organisasi serta acara yang akan kita ikuti, sehingga apa yang kita lakukan nyambung sepenuhnya.  Tidak lucu kan kalau ada orang yang bertanya, kita tidak tahu apa pun mengenai organisasi dan acaranya.

Sebelum acara dimulai pasti ada brieffing atau rapat pendahuluan, ada baiknya kamu meminta materi dan run down acara yang akan dilaksanakan supaya bisa kamu pelajari lebih lanjut. Relawan sebuah organisasi biasanya juga melalui proses pelatihan dan inisiasi sehingga meskipun berstatus relawan, kamu akan paham sepenuhnya mengenai organisasi tersebut.

Sesuaikan dengan Keahlian

foto: unsplash.com

 Untuk memutuskan bergabung sebagai relawan, sangat penting untuk memahami apa keahlian yang kamu miliki. Beberapa organisasi memerlukan orang yang ahli administrasi, teknologi informasi, kehumasan, keuangan bahkan ahli memasak dan supir.

Semakin komplek permasalahan yang ditangani, maka semakin banyak keahlian yang diperlukan di sebuah organisasi. Itulah kenapa kamu harus selalu belajar tentang segala hal. Namun, tidak perlu berkecil hati jika memang tidak memiliki keahlian khusus, karena ada jabatan relawan yang tidak kalah keren, misalnya bagian perlengkapan, gudang atau pembantu umum.

Berkorban Tenaga, Harta, dan Jiwa

foto: unsplash.com

Menjadi relawan berarti harus siap bekerja keras tanpa bayaran, Guys. Malah kadang kamu harus keluar biaya sendiri untuk mencukupi kebutuhanmu selama bergabung. Urusan makan, transportasi, dan akomodasi mungkin disediakan oleh organisasi dan penyelenggara acara, Namun, kebutuhan-kebutuhan pribadi yang lainnya harus dibayar sendiri.

Dalam beberapa kasus, bukan tidak mungkin kamu harus mempertaruhkan nyawa saat bertugas meskipun secara prosedur sudah diberikan pelatihan intens. Jadi siapkan jiwa, raga, dan harta, Guys, kalau kamu berminat bergabung menjadi relawan di sebuah organisasi atau event tertentu.

Lakukan untuk Diri Sendiri

Foto: unsplash.com

Tidak ada gunanya menjadi relawan jika kamu melakukannya demi orang lain. Jika kamu hanya ikut-ikutan atau mengikuti kegiatan ‘someone’ yang sedang kamu kagumi karena  imbalannya tidak setimpal dengan risiko yang akan dihadapi.

Lakukan untuk diri sendiri atau tidak sama sekali. Menjadi relawan itu sungguh perjuangan yang tidak mudah karena harus mengutamakan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadi. Harus rela makan tidak teratur, tidak sempat mengurus diri sendiri, kurang istirahat, bahkan diprotes orang  yang harus dilayani pada saat tertentu.

Menjadi relawan ternyata berat, ya, Takaiters. Namun, selalu ada kepuasan batin ketika bisa melayani orang lain dengan maksimal. Ada kesenangan ketika bisa melakukan sesuatu tanpa harapan imbalan apa pun dari orang lain. Menurutmu, kapan kamu punya kesempatan menjadi sukrelawan kalau tidak sekarang?