Loha, Takaiters!

Buka puasa bersama adalah momen yang paling diidamkan bagi semua umat Islam, tetapi ada salah satu masjid di Yogyakarta yang mempunyai tradisi unik. Sejak 1973, Masjid Jogokariyan Yogyakarta selalu memberi makanan berbuka puasa kepada para jemaah yang datang.

Masjid Jogokariyan setidaknya menyediakan 3.000 porsi setiap hari. Masjid yang beralamat di Jalan Jogokariyan No. 36 Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Ada kisah di balik bagaimana dalam setiap hari ada ribuan porsi makanan untuk berbuka puasa ada di masjid ini.

1. Menyiapkan 3.000 Piring

Foto: kumparan.com

Ada empat orang ibu-ibu yang berjasa dibalik terhidangnya makanan berbuka di Masjid Jogokariyan di antaranya, Bu Yati (38), Bu Poniman (46), Bu Siti Kasih (60), dan Bu Istaria Eko (46). Mereka bukan hanya satu atau dua tahun menyiapkan menu buka di masjid ini, bahkan Bu Siti sudah 20 tahun.

Menurut salah satu relawan Kampung Ramadan di Masjid Jogokariyan, untuk jumlah piring yang disediakan pada tahun lalu hanya 2.200-2.300 piring dengan 500 piring sebagai cadangan. Namun, pada tahun ini mengalami lonjakan yaitu 2.500 piring dengan 500 piring cadangan.

2. Bertugas Menanak Nasi

Foto: okezone.com

Ibu-ibu mulai melakukan aktivitas setiap pukul 10.00 pagi sampai asar. Sebenarnya, tugas Bu Yati dan kawan-kawan hanya sekadar menanak nasi. Untuk lauknya digilir secara bergantian oleh pihak panitia kepada kelompok ibu-ibu masyarakat Jogokariyan. Meski begitu, ibu-ibu ini tidak menganggap remeh tugas tersebut, justru tugas ini adalah tugas yang paling berat. Hal ini karena jika lauk bisa dibagi perkelompok sedangkan nasi hanya menjadi tugas keempat ibu-ibu ini.

Di dapur, para ibu-ibu seperti sudah sangat tersistematis berbagi peran. Ada yang menanak nasi, memasak, dan ada yang mengaduk. Di ruangan yang berukuran sekitar 3×4 meter disulap seperti restoran mini yang profesional.

Mereka tidak mengenal tidur siang, waktu istirahat siang mereka gunakan untuk memantau nasi yang sedang dimasak sambil menikmati kipas yang memecah suhu ruangan. Kadang juga menerima beberapa orang yang penasaran dengan proses pembuatan menu buka puasa di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.

Menjelang asar proses memasak nasi sudah selesai, tetapi juga pernah beberapa kali setelah asar. Setelah itu akan ada orang yang datang mengambil berkilo-kilo nasi yang sudah dimasak oleh Bu Situ Kasih dan teman-temannya.

3. Waktu Senggang di Masjid Jogokariyan

Foto: liputan6.com

Tidak semua yang bekerja merupakan masyarakat asli, ada juga musafir ikut membantu. Perkerjaan selanjutnya adalah membersihkan perabot makan yang sudah digunakan untuk memasak nasi, merapikan dapur, dan merapikan kamar mandi masjid.

Dalam keadaan senggang seperti ini biasanya keluarga datang berkunjung. Entah anak, cucu yang akan mendesak nenek agar lebih sering di rumah. Masing-masing dari mereka sudah membawa perlengkapan mandi dan baju ganti, tetapi tetap saja kerinduan keluarga tidak dapat terganti.

4. Mengisi Lauk

Foto: krjogja.com

Setelah mandi, keempat ibu-ibu dengan sigap berpindah tempat ke halaman masjid. Di sana sudah banyak menunggu ibu-ibu lain yang siap dengan lauk berbuka. Ribuan piring sudah tersusun rapi dengan bertingkat di halaman masjid.

Kira-kira pukul 16.00 tangan ibu-ibu Jogokariyan dengan lihai menuangkan nasi dan lauk ke dalam satu piring secara teratur. Sama seperti saat memasak nasi, Bu Eko dan kawan-kawan sudah membagi tugas masing-masing, mulai dari proses nasi pindah ke piring sampai piring yang sudah siap santap, semua alur sudah tersusun dengan rapi.

5. Kampung Ramadan Jogokariyan

Foto: travel.kompas.com

Di sepanjang jalan menuju Masjid Jogokariyan diadakan festival makanan berbuka yakni Kampung Ramadan Jogokariyan yang sudah berlangsung selama 15 tahun. Dari yang tua sampai yang muda, laki-laki atau perempuan semua berbondong-bondong mempersiapkan menu buka puasa. Saat jam 17.00, ceramah dari ustaz yang terjadwal mengiringi langkah kaki yang sibuk mondar-mandir mengantarkan piring-piring yang berisi makanan buka ke meja hidangan.

Jemaah tumpah ruah mengisi Masjid Jogokariyan sampai ke pekarangan. Jalanan di sekitar masjid digelar tikar guna menampung para jemaah yang terus berdatangan. Untuk pembagian menu  buka puasa juga dilakukan secara sistematis. Panitia menyediakan dan jemaah mengambil.

Nah, Guys, untuk kamu yang sedang ada di Yogyakarta bisa untuk mampir ke Kampung Ramadan Jogokariyan. Semoga bermanfaat.