Selain Malaka, Malaysia ternyata memiliki banyak tempat bersejarah lainnya. Salah satunya adalah Bukit Fraser Hill yang mulai dibina semenjak tahun 1919 silam. Sejumlah bangunan peninggalan kerajaan Inggris yang masih berdiri kokoh dikawasan ini semakin terlihat asri dengan kicauan 260 spesies burung yang dilindungi.

Pada tanggal 30 Juli 2017 kemarin, salah satu kontributor takaitu berkesempatan berkunjung ke Fraser Hill tersebut. Serombongan pramuka Indonesia ternyata sedang melakukan aktifitas outdoor di kawasan ini. Nuansa alam yang asri sangat mendukung untuk dilakukannya sejumlah aktifitas outdoor di Fraser Hill.

Pilihan Editor

Encik Muchtar, salah seorang Manajer di Shazan Inn Fraser Hill Pahang mengaku sangat banyak Warga Negara Asing yang sengaja datang untuk berlibur di Fraser termasuk warga Indonesia. Sebagian tamu senang dengan nuansa alamnya yang asri. Karena lokasinya diatas bukit, udara lebih bersih dan sejuk.

Untuk sampai ke lokasi Bukit Fraser medan yang ditempuh memang agak sulit, tetapi saat sampai di puncak akan terbayar sudah dengan indahnya pemandangan alam sekitar. Sepanjang perjalanan akan dilalui dengan jalan berkelok tajam dengan hutan yang masih asri dikiri kanan jalan.

Untuk sampai ke Bukit Fraser kita harus menggunakan kendaraan pribadi, karena disana tidak ada kendaraan umum. Perjalanan yang ditempuh memerlukan kondisi kendaraan yang sehat untuk dapat sampai ke puncak bukit. Mengingat tidak ada pom bensi disepanjang jalan menuju Fraser Hill, pastikan kendaraan sudah mengisi bensin sebelum menuju Fraser Hill.

Suhu terendah di Bukit Fraser mencapai 17 derajat celcius, untuk itu perlu disiapkan pakaian yang tebal. Saat siang suhu tertinggi 22 derajat. Di Fraser Hill terdapat “Bird Muzium” yang menceritakan 260 jenis species burung yang hidup di Bukit Fraser, selain itu juga ada olahraga memanah, Golf dan olahraga berkuda. Keren bukan?

Gimana? Tertarik untuk ke Fraser Hill?