Hai, Takaiters!

Dieng memiliki tempat tersendiri di hati para wisatawan. Lingkungannya yang sangat asri dan sejuk dengan obyek wisatanya yang menarik menjadikan Dieng sebagai salah satu tempat wisata favorit di Indonesia. Bagi wisatawan yang ingin lebih mengenal Dieng dengan semua adat budayanya juga tatanan hidup masyarakat, kepercayaan dan flora faunanya dapat mengunjungi Museum Kailasa. Apa sih, Museum Kailasa itu? Mau tahu? Kita jalan-jalan kesana yuk, Guys?

Lokasi

Museum Kailasa terletak di desa Dieng Kulon, kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara. Bangunan yang berada di bawah Bukit Pangonan ini memiliki lokasi yang sangat strategis karena letaknya tepat di tepi jalan yang akan dilalui menuju menuju Kawah Sikidang dan di seberangnya adalah Candi Gatotkaca berikut parkiran dan pintu masuk ke komplek candi Arjuna.

Asal Usul Nama Kailasa

Konon cerita nama Kailasa berasal dari nama sebuah gunung tempat bersemayamnya Dewa Syiwa. Dipilihnya nama Kailasa untuk bangunan ini karena kepurbakalaan Dieng sangat identik dengan pemujaan dan kepercayaan terhadap Dewa Syiwa. Hal itu dapat dilihat dari peninggalan-peninggalan percandian juga prasasti yang ada.

kailasagiri museum
Foto: Indonesiakaya.com

Bangunan Museum Kailasa dan Fungsinya

Berdiri di atas tanah seluas 560 meter persegi, Museum Kailasa terbagi menjadi empat bangunan. Bangunan utama adalah bangunan yang pertama kali dibuat pada tahun  1984.

Bangunan ini digunakan untuk menyimpan benda-benda yang berhubungan dengan candi yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Seperti arca, mala, makara, kemuncak atau atap candi, lingga dan yoni, mahakala atau penutup, nandi atau tunggangan Dewa Syiwa dan Dewi Durga yang bertubuh singa dan berkepala sapi, tungku untuk menaruh sesaji, shiva trisirah atau tiga wajah dari Dewa Syiwa dan kinara-kinari atau dewi kayangan.

museum kailasa banjarnegara
Foto: antonryadistories.wordpress.com

Bangunan kedua Museum Kailasa ini digunakan untuk menyimpan benda-benda yang lebih beragam. Disini pengunjung akan disuguhi dengan beragam informasi tentang masyarakat Dieng berupa kepercayaan, kesenian, kebudayaan, anak berambut gimbal dan tatanan hidup masyarakatnya.

Pengunjung juga dapat melihat sejarah terbentuknya dataran tinggi Dieng akibat adanya letusan gunung Perahu Tua berikut sumber batu andesit yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan candi.

Bangunan lainnya adalah ruang untuk memutar film. Film yang diputar di sini adalah film dokumenter yang menceritakan tentang keseharian masyarakat Dieng. Ruangannya tidak terlalu luas karena hanya cukup memuat 20-25 kursi saja. Untuk itu pengunjung harus rela mengantri dan bergantian untuk bisa menikmati film dokumenter ini. Bangunan yang terakhir adalah bangunan yang cukup luas yang biasa digunakan untuk ruang pertunjukkan atau pertemuan.

Menikmati Dieng Dari Museum Kailasa

Letaknya yang cukup tinggi dengan tatanan dan ornamen yang indah membuat pengunjung sangat kerasan untuk berlama-lama berada di Museum Kailasa. Di bagian atas museum dibangun gazebo-gazebo kecil yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk bersantai dan beristirahat sambil menikmati hamparan indah pemandangan Dieng. Disini pengunjung juga dapat melihat terangkatnya kabut yang menyelimuti seluruh Dieng sebelum matahari pagi muncul dan melihat rerumputan dan pepohonan Dieng memutih karena diselimuti bun upas.

museum kailasa dieng banjarnegara jawa tengah
Foto: klikdieng.com

Harga Tiket dan Fasilitas

Untuk bisa menikmati keindahan Dieng dari Museum Kailasa dan juga berwisata sejarah tentang Dieng dan seluk beluknya kamu hanya perlu membayar Rp.5.000,00 saja untuk tiket masuknya. Sedangkan untuk menikmati film dokumenter dikenakan tarif Rp.5.000,00 per orang.

Harga tersebut sangat terjangkau dan cukup murah dengan apa yang akan kamu nikmati selama di sana. Untuk fasilitas kamu tidak usah khawatir. Di Museum Kailasa disediakan mushola bagi umat muslim yang akan menunaiakan ibadah. Toilet dan kamar mandi juga ada. Jika kamu lapar, kamu juga bisa jajan dan menikmati makanan di kantin yang ada di Museum ini.

Takaiters, gimana? Menarik bukan Museum Kailasa ini? buruan deh, kesana?