Hallo, Takaiters!

Kalian pernah dikhianati, ditipu, diperlakukan tidak adil, difitnah, dan segala keburukan menimpa berulang kali? Peristiwa itu seringnya menumpuk di dalam hati menjadi gumpalan amarah. Tidak ada larangan marah apalagi meluapkannya, tetapi perlu diketahui bahwa hidup selalu ada pilihan.

Pilihan menuruti atau mengambil jalan sendiri. Menuruti amarah atau melangkah menuju jalan lain membuang semua amarah.

Ditampar wajib tampar balik! Ini menurut paham yang salah. Ditampar wajib mendoakan. Ini gila! Tidak mungkin ada manusia sebaik itu di dunia. Bila ada pun jumlahnya tidak akan mungkin memenuhi kuota penduduk suatu desa.

Siapa yang tahu jumlah manusia paling pemaaf di dunia ini? Sulit diihitung meski mereka ada. Mereka yang memercayai betapa besar kenikmatan memaafkan sejak awal.

Cobalah rajin memaafkan dan kau pasti akan mendapatkan khasiatnya. Khasiat memaafkan sangat berpengaruh pada kesehatan pikiran dan mental.

Orang yang dapat dengan ikhlas memaafkan biasanya akan timbul perasaan lega. Batinnya tidak lagi dipenuhi pikiran jelek termasuk berhenti memupuk kebencian. Hidupnya bakal lebih tenang dari sebelumnya.

Sudahkah menjadi pemaaf yang sebenarnya? Sebenarnya para pemaaf tidak akan pernah dipertanyakan begitu bila tidak ada pengelompokan cara manusia memaafkan kesalahan sesamanya.

Yuk, mengenal tiga tipe pemaaf berikut, Takaiters!

1. Total Forgiveness

Mengenal tiga tipe pemaaf
Foto: antvklik.com

Semua manusia ingin seperti ini. Hanya keinginan semata sebab sedikit yang bisa. Agar maksimal ketika memaafkan, sangat dibutuhkan berkali-kali lipat untuk bisa mewujudnyatakan ketulusan dalam memaafkan.

Apalagi bila dihadapkan pada orang dengan tingkat kesalahan paling parah, tentu memaafkan dengan sangat tulus lebih sering dipertimbangkan dengan sangat lama ketimbang dikatakan langsung.

Inilah sikap saling memaafkan yang paling murni. Mereka tidak akan pernah mengungkit kembali kejadian buruk masa lalu, melupakan kejelekan orang yang telah membuatnya sangat menderita dan kecewa, malahan mengarahkan hidup lebih positif lagi kepada orang yang telah dimaafkan.

2. Hollow Forgiveness

Manfaat mengenal tiga tipe pemaaf
Foto: idntimes.com

Sudah memaafkan. Memang telah memaafkan, tetapi cuma keluar dari mulutnya saja. Jauh di dalam hati, entah disimpan dan dirasakan sendiri, atau diutarakan pada seseorang, dirinya masih menyimpan api dendam yang belum padam. Bagaimana bisa padam bila ia terus menyulut kesengsaraan ketimbang merelakan.

Sudah pasti yang namanya memaafkan butuh kerelaan. Tanpa kerelaan tidak mungkin ada keikhlasan dan ketulusan.

Dalam hal ini tidak ada yang mampu melarang apalagi memerintah untuk berhenti meracuni diri sendiri dengan memupuk dendam, kecuali pribadi dari orang itu sendiri.

Orang-orang begini bisanya memiliki mental pengecut. Bila tidak pengecut, tentu bakalan mengutarakan semua kegundahan di dalam dirinya, mengatakan langsung tanpa ada hal yang disembunyikan, tidak peduli diterima olehnya atau justru sebaliknya.

Intinya bila tidak pengecut, ia berani menghadapi kenyataa bilamana menyimpan dendam ialah suatu keburukan yang dipastikan merugikan diri sendiri.

3. Silent Forgiveness

Manfaat mengenal tiga tipe pemaaf
Foto: journal.sociolla.com

Ini antara rela dan tidak rela saja. Iya, walaupun dirinya masih ingin melihat seseorang yang telah melukai hatinya merasa bersalah hingga tampak mengalami keburukan di dalam hidup si pelaku. Jauh di dalam hatinya ia telah memaafkan namun dengan sengaja membiarkan pelaku merasa bersalah.

Dari ketiga jenis tipe para pemaaf, nilai-nilai kebaikan dapat diambil namun ada baiknya yang buruk-buruk disingkirkan. Memaafkan memang membutuhkan proses. Selama proses itulah kedewasaan manusia dalam menyikapi segala hal baik dan buruk dinilai oleh-Nya.

Begitulah, Takaiters . Setelah mengenal tiga tipe pemaaf tersebut, kamu termasuk yang manakah? Mulailah bertanya pada diri sendiri.