Halo, Takaiters!

Bagi kamu yang sudah pernah menonton film tahun 2004 dengan tajuk Mean Girls tentu sudah memahami apa itu Queen Bee Syndrome. Fenonema sindrom ratu lebah ini juga sudah biasa kita jumpai dalam satu komunitas pekerja kantoran. Terlebih jika pekerjanya mayoritas pria. Sindrom yang kerap menyerang wanita ini pertama kali didefinisikan oleh C. Tavris, TE Jayaratne dan GL Staines pada tahun 1973.

Apa itu queen bee syndrome?

queen bee syndrome
Foto: Career Muse

Dinamakan Queen Bee Syndrome karena perilaku orang yang terkena sindrom ini mirip dengan perilaku ratu lebah yang akan mempertahankan dan memperjuangkan apa yang ia miliki. Dalam sebuah sarang lebah sudah pasti ada satu ratu yang berkuasa penuh, jika ada ratu lain yang hadir dalam sarang tersebut bisa dipastikan akan mengancam kepemimpinan ratu yang lama. Pada umumnya, ratu yang lama akan tetap bertahan di sarangnya, bahkan akan terus berjuang sampai mati agar ia tetap berkuasa.

Sama halnya dalam kehidupan wanita karir, ia akan berusaha untuk bisa menaikkan jenjang karirnya dalam sebuah perusahaan yang didominasi oleh pekerja pria. Cara yang ia tempuh untuk mendapatkan tujuannya itu dengan bersikap layaknya pria yang cuek dan juga kejam agar bisa mencapai puncak tertinggi karir yang diinginkan. Bukan hanya itu, wanita yang terkena Queen Bee Syndrome juga jarang memberikan arahan pada pekerja junior. Hal ini terjadi karena ia merasa posisinya akan terancam jika ada pekerja junior yang lebih pintar darinya.

Gejala queen bee syndrome

queen bee syndrome
Foto: Market Watch

Penderita Queen Bee Syndrome pada umumnya lebih senang berjuang sendirian. Karena kehadiran wanita atau orang lain dalam sebuah komunitas pekerjaan bukan dianggap sebagai teman olehnya, melainkan sebagai saingan.

Tak jarang jika penderita sindrom ini akan melakukan apapun untuk membuktikan jika apa yang dilakukan merupakan hal yang paling hebat dan benar. Alasan yang kerap kali memicu munculnya Queen Bee Syndrome ini karena wanita selalu menginginkan agar ia bisa menjadi the only one.

Dalam satu kantor perusahaan, biasanya wanita tidak akan mensupport satu sama lain. Hal ini terjadi karena ada kemungkinan saling menjatuhkan dalam dunia kerja bisa saja terjadi. Di zaman emansipasi wanita yang berkembang sangat pesat seperti sekarang ini, penderita sindrom ratu lebah bukan hanya ada dikalangan pekerja kantoran saja, di lingkungan keluarga juga bisa terkena sindrom yang satu ini. Selain itu, di sekolah atau di kampus juga sangat rentan memicu sebab berkembangnya sindrom yang membuat wanita merasa terusik akan kehadiran wanita lain ini.

queen bee syndrome
Foto: Workingmums

Untuk memimimalisir hal ini, ada baiknya untuk bisa belajar menerima perbedaan yang ada dalam sebuah lingkungan baik itu kantor, keluarga ataupun sekolah. Karena pada dasarnya, kita berada pada lingkungan yang membutuhkan kerjasama untuk bisa berkontribusi pada tujuan dan kemajuan bersama. Jangan hanya karena merasa terusik dengan kehadiran orang lain yang lebih menarik perhatian lantas membuat sikap kamu menjadi buruk dengan menghalangi kehadiran wanita lain dalam sebuah lingkungan.