Hai, Takaiters!

Belakangan ini, self-talk bukan lagi istilah asing yang muncul di telinga kita. Banyak orang hebat terlahir karena mampu mengoptimalkan potensi tersembunyi dalam diri mereka. Semua itu tentu butuh proses yang tak sebentar, Takaiters!

Jika kamu sedang berada dalam fase di mana ambisimu meluap-luap, maka kamu bisa mencoba self-talk sebagai salah satu upaya mengoptimalkan diri kamu. Ingin tahu lebih jauh? Yuk kita kenali lebih dahulu apa itu self-talk!

Mengenal Self-Talk

Apa itu self talk
Foto: Pexels.com

 

Self-talk akrab kita sebut sebagai self-talking. Atau bisa juga monolog, yakni suatu teknik berbicara pada diri sendiri. Yang mana maksud dan tujuan dari adanya self-talk ini yaitu membuatmu mampu mengenali potensi yang sebenarnya.

Dengan teknik berbicara pada diri sendiri ini, kamu punya cukup ruang dan waktu untuk memanajemen isi kepala. Kamu bisa menuturkan nasihat-nasihat positif pada dirimu. Ini akan membantumu mengenali harapan dan keinginan kamu.

Apa Saja Elemen Penting yang Wajib Kamu Tahu dalam Self-Talk?

Mengenal self talk
Foto: cermati.com

Tidak hanya sekadar bermonolog. Rupanya self-talking bisa digunakan untuk banyak hal. Mulai dari menggali potensi hingga meditasi. Agar kamu tidak salah dalam melakukan self-talk ini, yuk pahami elemen penting ini!

1. Sugesti

Seperti pada umumnya, sugesti bisa kamu artikan sebagai suplemen dalam pikiran kamu. Baik atau buruknya tergantung apa yang kamu asupkan pada pikiran. Nah, agar kamu bisa mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri kamu, selalu sugesti diri dengan ucapan dan tindakan yang positif.

Boleh untuk satu atau dua kali menjadi ‘toxic’ untuk diri sendiri. Tapi setelah itu kamu harus tahu obat dari racun yang sudah kamu tebar. Berusahalah memahami apa yang kamu inginkan dengan hati terdalam. Lalu sugesti diri kita untuk punya kekuatan dan keteguhan dalam bertindak.

2. Ambisi

Mengapa dalam melakukan self-talking pada diri kamu, kamu butuh ambisi? Karena ambisi bisa membuatmu lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan. Tanpa adanya ambisi, tidak mungkin kamu bertahan di titik ini. Banyak orang yang lebih memilih mengakhiri hidup karena ketidakmampuan menyeimbangkan emosi.

Untuk itu, bersyukurlah. Ambisi kamu untuk mengejar tujuan dari hidup itulah yang membuatmu sampai pada hari ini. Tetap melangkah dengan prinsip yang baik. Lakukan apa yang kamu kira tidak akan kamu sesali di hari kemudian.

3. Visi

Selain punya sugesti dan ambisi, kamu juga harus punya visi yang jelas. Kamu harus tahu, untuk apa sebenarnya kamu melakukan self-talk pada dirimu. Jangan hanya menuturi diri dengan kalimat-kalimat yang pada akhirnya kamu tidak punya tujuan.

Temukan visimu untuk mampu mencapai suatu tujuan. Ketiga elemen ini saling menguatkan. Membantumu menemukan potensi dengan cara bermonolog pada diri sendiri.

Tujuan dari Melakukan Self-Talk

Tips melakukan self talk
Foto: hellosehat.com

Jika kamu ingin bermonolog pada dirimu sendiri, pastikan bahwa kamu punya suatu tujuan yang pasti. Banyak orang melakukan ini dengan tujuan untuk menemukan bakat mereka. Mereka sadar bahwa yang tahu bakat adalah diri sendiri. Orang lain adalah pemirsa yang akan menjadi kesadaran kedua mengenai apa dan bagaimana bakat kita ada.

Selain itu, self-talk ini bisa kamu gunakan untuk mengatasi rasa insecure dan cemas. Saat kamu merasa harimu buruk, mungkin tidak ada salahnya mencoba berbicara dengan dirimu sendiri. Agar kamu mampu menemukan solusi atas apa yang kamu alami.

Dan terakhir, self-talking dengan teknik yang tepat akan membantumu melepas trauma dan menuangkan hal positif dalam hidup. Jika diibaratkan sebuah kain dan canting, maka self-talking bisa berperan sebagai canting. Asalkan dengan syarat kamu mau menggerakkan kemauanmu.