Hai, Takaiters!

Tak jelas mulai muncul tahun berapa, Kopi Tahlil (begitu sebutannya) sangat digemari oleh orang Pekalongan. Terutama ketika ada acara keagamaan di kampung-kampung. Masyarakat Pekalongan yang hampir sama orang NU, sering mengadakan acara tahlilan setiap malam Jum’at. Acara tahlilan sendiri diadakan kalau ada orang meninggal selama tujuh hari (mitong dino), ke-100 (nyatus) atau ke-1000 hari meninggal (nyewu). Dari situlah kopi tahlil ini mulai muncul dan populer.

Karena kemunculannya identik dengan acara tahlilan, maka masyarakat disebut “Kopi Tahlil”. Pada kebudayaan, kopi kebanggaan Wong Pekalongan memiliki dua dimensi kebudayaan yakni Jawa dan Arab. Sebab kopi tahlil ini awal mula dikenal oleh orang-orang keturunan Arab yang tinggal di kota Pekalongan. Mereka menciptakan cita rasa kopi yang khas dan berbeda.

Salah satu bukti kuat kopi tahlil berasal dari kalangan keturunan Arab yaitu adanya penjual kopi tahlil di sekitar kampung Arab. Pak Usman contohnya yang sehari harinya jualan kopi tahlil di depan Gedung PPIP kota Pekalongan. Tempat itu merupakan tempat dimana banyak orang keturunan Arab menetap.

Dia sudah berjualan selama 19 tahun lamanya. Konon katanya, dialah yang pertama kali menjual kopi tahlil ke masyarakat kota Pekalongan sebelum banyak seperti sekarang ini. Hampir di setiap sudut kota Pekalongan pasti ada yang jual kopi Tahlil.

Yuks, mengenal kopi tahlil yang ada di pekalongan ini, Takaiters!

Rahasia Pembuatan Kopi Tahlil

manfaat kopi tahlil pekalongan
Foto: doc.pribadi

Usut punya usut kopi Tahlil ini dibuat dengan campuran berbagai rempah-rempahan yang menjadikannya beraroma khas. Rempah-rempah yang dipakai untuk campuran seperti cengkeh, jahe, kayu manis, kapulaga, batang serai, daun pandan, gula jawa dan juga bubuk.

Tidak heran jika Kopi Tahlil rasanya segar sekali baik dari aroma maupun rasanya ketika diminum. Semua rempah-rempah yang menjadi bahan ramuan seakan menyatu hingga membuat tenggorokan plong. Saling mempengaruhi antara satu bahan dengan bahan lainnya.

Untuk menciptakan cita rasa kopi tahlil juga tidak sembarangan membuatnya lho. Bubuk kopi dan gula jawa dimasukkan terakhir setelah rempah-rempah matang direbus. Rempah-rempah yang seperti cengkeh, kayu manis, kapulaga, batang serai, pala dan daun pandan dipanaskan di atas kompor sampai mendidih. Perebusan ini bertujuan untuk melarutkan semua rempah-rempah agar tercampur secara sempurna.

Ketika larutan bahan rempah sudah benar-benar matang, masukkan irisan gula jawa dan aduk secara merata. Disinilah racikan yang hampir sempurna untuk membuat Kopi Tahlil. Tinggal menuangkan bubuk kopi ke dalam panci dan kurang lima menit, jadilah Kopi Tahlil siap diseduh.

Secara tampilan, memang tak ada bedanya dengan kopi-kopi hitam lainnya. Namun soal rasa sangat berbeda sekali. Rasa pedas jahe, aroma khas kayu manis, cengkeh yang menghangatkan, daun pandan seakan muncul secara bergantian di rongga hidung dan tenggorokan.

Khasiat Kopi Tahlil

kopi tahlil ppip kota pekalongan jawa tengah
Foto: doc.pribadi

Pembuatan Kopi Tahlil yang kaya akan rempah-rempah, membuat minuman ini punya khasiat bagi yang meminumnya. Salah satunya adalah membuat badan lebih segar. Campuran cengkeh, kayu manis, kapulaga, batang serai, seakan mengembalikan tubuh yang lelah karena seharian bekerja. Dari macam-macam bahan rempah tadi, sebenarnya punya khasiat masing-masing. Baiklah akan sedikit saya bahas juga disini.

Seperti kayu manis yang di dalamnya mengandung senyawa polifenol. Polifenol ini bagus untuk meningkatkan fungsi otak. Tak heran Kopi Tahlil yang salah satu bahannya dari kayu manis ini membuat kepala si peminum seperti sedang berelaksasi hanya dengan mengenali aromanya.

Kemudian batang serai yang ikut direbus jadi satu, juga ada khasiatnya. Senyawa magnesium, fosfor dan folat sangat baik untuk kesehatan syaraf. Maka hanya dengan meminum secangkir kopi tahlil, saraf jadi tambah sehat. Inilah yang menjadikan tubuh nyaman dalam melakukan aktifitas. Seperti halnya mengingat atau informasi.

Satu lagi khasiat dari Kopi Tahlil, yaitu menghangatkan tubuh. Kemungkinan besar timbul karena ada campuran jahe dan cengkeh. Apapun itu, Kopi Tahlil ini bisa jadi rekomendasi kuliner ketika singgah di kota Batik. 

Bagaimana Takaiters, setelah mengenal kopi Tahlil? Jika kamu penasaran mencicipi Kopi Tahlil kebanggan Wong Kalongan, Yuks, langsung ke Kota Batik ya.