Ajloun, saat memasuki salah satu kota di Jordan ini, kamu akan disambut pemandangan hutan pinus beserta aromanya yang khas. Sungguh suatu pemandangan yang langka, sebab seperti yang kita ketahui kebanyakan negara di Timur Tengah keadannya gersang dan tandus. Kota Ajloun beriklim cukup sejuk karena terletak di ketinggian 1250 meter di atas permukaan laut, bahkan salju sering turun pada saat musim dingin dan menutupi setengah wilayah Jordan.

Sejak zaman Mesir Kuno hingga sekarang, Negara Jordan mengalami pergantian kepemimpinan berulang kali, sehingga banyak mencetak jejak peradaban dan sejarah yang bisa ditemukan hingga kini. Salah satunya adalah peninggalan abad ke-12 Masehi yaitu Ajloun Castle. Pada saat itu Timur Tengah berada di bawah kepemimpinan Salahuddin Al Ayyub, sebagai salah satu pemimpin besar Islam yang memimpin Dinasti Ayyubbiyah.

Walau sejarah yang terukir di dalam Ajloun Castle kebanyakan adalah peperangan demi peperangan, namun sekarang kastil ini merupakan salah satu tujuan wisata yang sangat menarik dan terhitung murah. Kastil ini berada di puncak Gunung ‘Auf  yang terletak 73 km di sebelah barat laut dari Jordania. Untuk menuju ke kastil, akan melewati wilayah pertanian milik penduduk setempat.

Ajloun Castle sebagai jejak peradaban sejarah Dinasti Ayyubbiyah yang takkan pernah hilang

Ajloun Castle sebagai jejak peradaban sejarah Dinasti Ayyubbiyah (Foto : memphistours.com)

Sebelum dibangun sebagai kastil, di tempat yang sama terdapat gereja pada masa Byzantium, gereja tersebut sudah tidak dipergunakan lagi dan hanya berupa reruntuhan. Pada tahun 1184-1185, Izz Al-Din Usama yang merupakan keponakan Salahuddin Al Ayyub membangun tempat tersebut menjadi sebuah kastil berbentuk persegi yang memiliki lebar sekitar 15 meter dengan panjang sekitar 16 meter.

Struktur bangunan dari kastil dibangun dengan menggunakan cadas tebing yang keras, sehingga sangat kokoh dan mampu menahan serangan musuh. Disetiap sudut kastil di bangun menara pengawas dua lantai yang saling berhubungan.

PILIHAN EDITOR

Hal yang tidak terlewatkan dari pemikiran Salahuddin adalah air. Ajloun Castle memiliki 6 buah tangki air, tangki air utama berada di sebelah kiri pintu masuk, dan lima tangki air lainnya dibangun di dalam kastil dan sekaligus digunakan sebagai penahan struktur bagian dalam bangunan, aula, lobby dan ruang utama kastil. Sungguh pemikiran yang idealis pada zaman itu!

Kehebatan Ajloun Castle sebagai benteng pertahanan serta sebagai mercusuar yang berfungsi mengirim sinyal dari serangan musuh

Ajloun Castle sebagai benteng pertahanan (Foto : expedia.com)

Ajloun Castle dibangun sebagai benteng dari serangan musuh yang pada saat itu adalah Salibbiyyun. Tentara salib atau Salibbiyyun ingin menguasai pertambangan biji besi di Ajloun karena disanalah tempat membuat senjata-senjata bagi tentara Salahuddin. Selain itu Salahuddin juga mengantisipasi musuh yang berasal dari dataran Lembah Tiberias dan Dataran Baisan, karena di daerah seberang lembah telah dibangun Belvoir Castle (Kawkab El-Hawa).

Karena letaknya yang tinggi, Kastil juga berfungsi sebagai mercusuar yang mengirim sinyal atau aba-aba untuk armada laut yang hendak merapat ke pelabuhan. Ajloun Castle juga merupakan salah satu dari rangkaian benteng-benteng yang mengirimkan sinyal berupa lampu mulai dari Eufrat sampai Kairo.

Di kastil ini tentara Salahuddin melatih burung-burung merpati sebagai sarana untuk berkirim pesan. Burung merpati yang dilepaskan akan mengirim pesan hingga ke Kairo, Baghdad dan Damaskus. Kastil ini juga dimanfaatkan sebagai kegiatan mata-mata bagi pergerakan umat Islam. Selain itu, kastil ini juga merupakan jalur penghubung antara Suriah dan Jordan Selatan.

Setelah Pertempuran Hattin, yaitu sekitar tahun 1187, ditambahkan dua menara di sebelah kanan, serta parit sepanjang 15 meter dan selebar 16 meter yang digunakan sebagai garis pertahanan yang melindungi kastil. Pada masa pemerintahan Aybak bin Abdullah yaitu tahun 1214 – 1215, Ajloun Castle mengalami perluasan dengan penambahan gerbang baru di sudut tenggara dan juga penambahan  menara (pada akhirnya menera Ajloun Castle berjumlah hingga tujuh menara).

Museum dan kultur masyarakat setempat yang bisa ditemukan di dalam Ajloun Castle

Ajloun Castle Jordan (Foto : matjohnson)

Sebagaimana peradaban masyarakat Ajloun yang selalu berdampingan antara kultur dan agama, demikian juga dengan kastil yang ada di sana. Kastil yang dibangun oleh tentara Islam ini memiliki perpaduan antara arsitektur Islam, Yunani dan juga Romania. Gaya arsitektur campuran tersebut tak lepas dari setiap sudut bangunan dan menara yang ada di setiap sudut kastil.

Bagian kepurbakalaan Negara Jordan telah membangun sebuah museum di dalam salah satu bagian dari kastil yang merupakan harta karun negara. Semua potongan arkeologi yang ditemukan, dikumpulkan, diperbaiki dan dijaga agar tidak rusak ataupun hilang. Banyak barang antik yang ada di dalam museum ini, seperti tembikar, mosaik, fosil yang terukir symbol-simbol Islam, salib logam, kaligrafi dan juga banyak terdapat simbol-simbol Kristen kuno. Barang-barang antik tersebut ditata dengan rapih dan diletakkan berurutan sesuai usia pembuatannya.

Semakin masuk ke dalam kastil, terdapat museum yang berisi perkakas masak kuno,  menggambarkan bagaimana mengolah makanan pada jaman dulu. Bagian dapur dipergunakan sebagi penyimpanan minyak zaitun dan juga madu. Minyak zaitun akan disimpan dalam wadah yang gelap dan juga kedap udara. Cara ini diyakini masyarakat setempat sebagai cara mengawetkan makanan tanpa menghilangkan gizi yang terkandung pada makanan tersebut.

Bila ingin mengetahui bagaimana cara pengawetannya, bisa dilihat pada resep untuk pengawetan minyak zaitun yang terdapat di ruangan tersebut. Di Jordan, terdapat perkebunan zaitun dalam jumlah besar, dan yang terbesar dari semua perkebunan berada di Kota Ajloun. Tak heran hal tersebut menjadi suatu yang istimewa bagi masyarakat Ajloun dan dimasukkan menjadi bagian yang bisa dibanggakan dan dipamerkan di dalam kastil.

Ada beberapa ruangan pada koridor kastil yang merupakan tempat berkumpulnya tentara pada masa itu. Setiap sudut kastil yang mengagumkan ini seolah menceritakan tentang seorang prajurit, seorang yang sedang memanah, prajurit lainnya menembakkan bom batu, prajurit lainnya menghadang musuh dengan semua pertahanan yang sudah dipersiapkan, dan semua itu terlindungi di balik dinding kastil yang tebal dan kokoh.

Puncak Ajloun Castle adalah salah satu tempat favorit wisata, sebab bisa memandang berbagai sisi di sekeliling kastil

Puncak Ajloun Castle (Foto : wikimedia)

Puncak Kastil merupakan tempat favorit para pengunjung, karena dari atas bisa memandang berbagai sisi di sekeliling kastil seperti  Lembah Jordan, Kota Jerussalem hingga Danau Tiberius. Tak heran bila kastil ini mempunyai posisi strategis untuk mengamati gerakan musuh di sekitar kastil.

Banyak bebatuan berserakan di sekitar kastil yang merupakan reruntuhan kastil akibat dari gempa bumi yang sering terjadi sekitar abad ke-19, meruntuhkan sebagian bangunan kastil. Namun uniknya, pesona batu-batu kastil ini telah mencuri hati para wisatawan, sehingga peningkatan jumlah wisatawan yang berasal dari berbagai Negara dan berbagai kota semakin meningkat setiap tahunnya.

Dibalik kemegahannya, ternyata Ajloun Castle pernah dihancurkan oleh tentara Mongol dan gempa bumi

Ajloun Castle (Foto : marmara-tours.com)

Setelah Perang Salib usai, tentara mongol yang menginvansi daratan Timur Tengah, menghancurkan Ajloun Castle yang sudah dalam keadaan runtuh sebagian. Namun sekitar abad ke-17, Sultan Baybars yang memerintah kerajaan Mamluk memperbaiki kondisi kastil dan menggunakannya sebagai markas tentara Turki-Uthmaniyyah.

Gempa yang hebat pada tahun 1837 dan 1927 meninggalkan kerusakan yang parah yang bisa terlihat hingga kini, namun belakangan ini pemerintah Jordan kembali membangun kastil tersebut, meskipun sedikit lambat tapi pembangunan terus berjalan hingga kini. Pesona batu-batu yang ada di kastil ini justru mampu mencuri hati para wisatawan, sehingga peningkatan jumlah wisatawan yang berasal dari berbagai Negara dan berbagai kota semakin meningkat setiap tahunnya.

Jika kamu berkunjung kesana, ada banyak souvenir khas daerah yang bisa kamu beli

Kawasan sekitar Ajloun Castle Jordan (Foto : 2.bp.blogspot.com)

Banyak cafe dan toko souvenir di depan kastil, seperti biasanya toko souvenir menjual barang-barang khas daerah setempat, namun jangan lupa untuk mencoba menu lokal masyarakat setempat, terutama minumannya. Seperti kopi ataupun teh khas Ajloun yang dibuat begitu manis dengan berbagi tambahan rempah-rempah, membuat kopi disana beraroma khas dan  tidak akan ditemukan ditempat lain.

Itulah sedikit penjelasan mengenai Ajloun Castle, salah satu peninggalan pemimpin Islam legendaris di Jordania. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan sejarah dunia kamu ya guys.