foto : id.wikipedia.org

Hai, Takaiters!

Magelang adalah kota yang terletak di kaki Gunung Tidar, sebuah kota yang cukup sejuk dan terletak pada posisi strategis karena berada tepat di tengah-tengah Pulau Jawa dan berada di persilangan jalur transportasi dan ekonomi antara Semarang-Magelang-Yogyakarta dan Purworejo. Secara topografis Kota Magelang merupakan dataran tinggi yang berada kurang dari lebih 380 m di atas permukaan laut. Magelang memiliki kuliner khas yang cukup terkenal sampai ke luar wilayah Jawa Tengah, yaitu getuk. Yuk, simak apa yang istimewa dari oleh-oleh khas Magelang ini.

Si Manis Berbahan Singkong

Foto: doktersehat.com

 

Getuk atau gethuk adalah makanan ringan yang terbuat dengan bahan utama ketela pohon atau singkong, Guys. Getuk dibuat dari singkong di kupas kemudian kukus, setelah matang ditumbuk atau dihaluskan dengan cara digiling lalu diberi pemanis gula dan pewarna makanan. Untuk skala rumah tangga yang biasa dilakukan adalah menghidangkannya bersama parutan kelapa.

Meski hanya berbahan dasar ketela, olahan yang satu ini memiliki tekstur dan rasa yang cukup menarik serta unik sehingga getuk kini menjadi salah satu makanan alternatif kudapan masyarakat setempat dan dijadikan oleh-oleh khas Magelang. Getuk Magelang mempunyai tekstur lembut, halus dan rasa lebih nikmat dibandingkan dengan gethuk dari tempat lain.

Filosofi dari Gethuk

Foto: resepasia.com

Getuk melambangkan kesederhanaan, nrimo ing pandum, qona’ah, apa adanya, dan jauh dari sikap konsumerisme atau gagah-gagahan. Pada saat harga sembako semakin mahal dan daya beli masyarakat menurun, rakyat diajak hidup sederhana meskipun hanya dengan mengkonsumsi singkong.

Singkong  adalah produk lokal yang harganya sangat murah sehingga dikenal sebagai  tanaman ‘kaum alit’, tetapi sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Jangan gengsi mengonsumsi singkong dan berbagai turunannya, ya, Guys, karena selain umbinya memiliki cita rasa khas, singkong mengajarkan kepada kita mengenai kesederhanaan,  rendah hati sekaligus memunculkan potensi diri yang tersembunyi.

Jenis Getuk

Foto: sajiansedap.grid.id

Dengan main maraknya dunia wisata dan kuliner, getuk Magelang mengalami perkembangan luar biasa dalam segi jenis. Getuk Bollen, memiliki bentuk luar menyerupai bollen, tetapi jika digigit rasanya adalah getuk dengan berbagai isian di dalamnya, mulai dari keju, cokelat sampai pisang.

Gethuk Trio memiliki tiga lapisan warna yang berbeda. Tampilannya begitu cantik dan menggoda untuk dicoba, dengan gula merah atau parutan kelapa yang bisa dicoba. Getuk cotot juga dibuat dari singkong dan diisi dengan gula pasir. Ini merupakan getuk goreng yang cukup khas di Magelang, karena saat digoreng, gula pasir yang ada di dalamnya akan meleleh. Saat digigit, gula ini akan mecothot (keluar), sehingga kamu harus hati-hati saat menggigitnya.

Getuk lindri adalah getuk yang dibuat menggunakan lindri. Lindri adalah alat pembuat getuk yang menyerupai mesin penggiling adonan mi tradisional. Bentuknya menyerupai mi yang dipadatkan kemudian digulung. Daya tariknya, getuk lindri kerap disajikan dalam warna-warna yang menarik, hijau, putih, merah muda, sampai dengan cokelat. Lalu di atasnya ditambah dengan parutan kelapa. Kamu tertarik yang mana, Guys?

Tidak Tahan Lama

 

Foto: kumparan.com

Getuk Magelang digiling halus dan pulen karena dibuat dari singkong pulen dan muda. Namun, getuk Magelang tidak dapat disimpan terlalu lama karena dalam waktu kurang dari lima jam sudah mulai berubah rasanya. Hal ini terjadi karena pembuatannya tidak memakai bahan pengawet. Jika dibawa ke luar kota, sebaiknya kelapa parut dibungkus terpisah dan segera dimasukkan kulkas agar bisa bertahan lebih lama.

Beberapa getuk yang diolah dalam skala besar bisa bertahan satu hingga tiga hari. Masing-masing memiliki masa daluarsa berbeda, Guys, karena jumlah bahan pengawet yang digunakan juga berbeda.  Jika tanpa pengawet sama sekali getuk akan basi dalam waktu setengah hari saja. Kalau kamu ingin membeli oleh-oleh getuk Magelang sebaiknya cek dulu tanggal pembuatannya. Pilih yang buatan hari ini agar bisa bertahan lebih lama.

Nah, Takaiters, yuk, sambangi kota Magelang dan cicipi getuknya, kamu pasti bakal ketagihan. Harganya murah dan mudah didapat di Pasar Rejowinangun dan sekitarnya. Selamat menikmati getuk sambil bersenandung “Getuk … asale seko telo …. Wong ngantuk iku tambane opo…”. (getuk asalnya dari ketela, orang ngantuk obatnya apa).