Halo, Takaiters!

Bunga Edelweis merupakan bunga yang selalu diincar oleh para pendaki gunung. Saat ini, larangan pencabutan Bunga Abadi ini pun sudah dilindungi oleh undang-undang seperti Undang-Undang No 41 tahun 1999 pasal 50 ayat 3 huruf (m). Dalam pasal tersebut tertulis “Membawa, mengeluarkan, dan mengangkut tumbuh-tumbuhan dan satwa liar yang tidak dilindungi undang-undang yang berasal dari dalam kawasan tanpa izin pejabat.”

Dan ternyata, selain Bunga Edelweis, ada beberapa bunga yang tak kalah indahnya juga yang bisa kamu temukan di gunung, lo, Guys! Bahkan, ada juga yang bisa kamu gunakan sebagai bahan makanan pengganjal perut saat mendaki. Yuks, kita simak ulasannya!

1. Bunga Daisy

Foto: titus-digigit-nyamuk.blogspot.com

Bunga Daisy banyak ditemukan di Gunung Prau, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Bunga Daisy adalah bunga dari keluarga Asteraceae, sama seperti bunga Aster atau Sunflower.

Bunga ini memiliki beberapa variasi warna, seperti merah, putih, dan orange. Daisy yang berwarna merah melambangkan cinta yang diam-diam sedangkan Daisy yang berwarna orange bermakna suka cita, kehangatan, dan semangat. Dan secara umum, bunga Daisy bermakna kemurnian, kepolosan, kesucian, kesederhanaan, kelembutan dan kesetiaan, lo, Guys!

2. Bunga Verbena

Foto: frozzaholic.com

Bunga Verbena banyak ditemukan di Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur. Bunga ini sering dikira Bunga Lavender, dan Tahukan, Guys? Verbena Semeru merupakan tanaman yang bersifat invasif, yaitu sifat yang dimiliki oleh spesies yang menimbulkan ancaman bagi ekosistem dan lingkungan. Oleh sebab itu, para pendaki direkomendasikan untuk memetik bunga ini oleh pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Wah, bisa dibawa pulang nih, Guys! Bunga Verbena ini ternyata juga bisa Anda jumpai di Sabana Bromo, Penanjakan, dan Blok Argowulan. Dan akan sangat mekar pada bulan April setiap tahunnya. Sebentar lagi, nih, Guys! Yuks, kesana!

3. Bunga Stevia

Foto: adventuretravel.co.id

Bunga ini mirip dengan bunga Edelweis. Berbunga warna putih dan biasanya tumbuh di antara rerumputan. Bunga Stevia termasuk dalam keluarga Asteraceae. Dan bunga ini termasuk tanaman yang dapat dikonsumsi dalam keadaan darurat karena memiliki rasa manis dan kandungan gula yang cukup untuk nutrisi tubuh. Bunga ini bisa digunakan untuk mengganjal perut pada saat mendaki, Guys.

4. Kantong Semar

Foto: artikel.co

Kantong Semar merupakan tanaman yang tidak asing bagi para pendaki gunung. Tanaman ini masih menjadi incaran sebagai sumber air segar saat tanaman kantong semar yang masih tertutup. Namun, jika kantong sudah terbuka akan terasa asam dan bangkai serangga akan mengotori air di dalamnya.

Kantong semar termasuk keluarga monotipik. Tanaman ini memiliki status terancam punah sehingga harus dilindungi. Dan banyak ditemukan di Taman Nasional Gunung Merapi, Yogyakarta, dan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

5. Pohon Cantigi

Foto: dzargon.com

Pohon Cantigi adalah pohon yang hanya tumbuh di puncak gunung. Pohon Cantigi memiliki daun berwarna kemerahan dan berbuah warna hitam. Pohon ini memiliki akar yang sangat kuat untuk berpegangan ketika mendaki dan tempat berlindung saat badai di puncak gunung. Sering disebut sebagai tanaman pelindung pendaki. Dan tanaman ini bisa kita temukan di Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat dan Kawah Sikidang Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

6. Murbei

Foto: bromotravelindo.com

Tumbuhan ini bisa kamu jumpai di ketinggian 1000 mdpl atau lebih, Guys. Kamu bisa menemui tanaman ini di jalur pendakian. Buah Murbei ini rasanya asem agak sepah. Murbei biasa digunakan sebagai pengganjal perut saat pendakian. Tanaman ini pun memiliki kaya akan manfaat bagi kesehatan dan tak sedikit para ilmuwan menjadikan Murbei sebagai bahan penelitian, lo!

Nah, itulah beberapa bunga dan tanaman yang bisa kita temukan selama pendakian di gunung. Tidak hanya enak untuk di pandang, bahkan ada yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber makanan selama pendakian. Mungkin kalian pernah melihatnya atau memakannya juga, Guys!