ungkapan daerah unik khas samarinda
Foto: kaltim.tribunnews.com

Menarik! Kamu Harus Tahu 5 Ungkapan Unik Khas Samarinda Ini

Hai, Takaiters!

Pernah nggak kamu mendengar nama kota Samarinda? Itu lho kota yang terkenal dengan sungai Mahakamnya sekaligus Ibu Kota Kalimantan Timur. Kota ini dihuni oleh berbagai suku, mulai dari suku Banjar, Kutai, Bugis, Jawa dan lain-lain. Karena itu jangan heran, kalau nggak ada bahasa daerah khas Samarinda di kota tersebut.

Meskipun begitu, masyarakat Samarinda memiliki beberapa ungkapan unik lho yang digunakan sehari-hari. Ungkapan tersebut lahir dari budaya nenek moyang mereka terutama suku Banjar.

ungkapan daerah unik khas samarinda
Foto: kaltim.tribunnews.com

Nah, biar Takaiters nggak penasaran, yuk simak apa saja sih ungkapan unik khas Samarinda. Biar Kamu nggak kebingungan jika berkunjung ke sana, Takaiters!

1. Taksi

Kalau Takaiters memesan taksi di Samarinda jangan heran kalau yang datang bukan taksi jenis mobil sedan pada umumnya.

Di Samarinda, taksi itu sebutan untuk angkutan kota yang fasilitasnya ala kadarnya dan tarifnya pun murah meriah. Nah kalau taksi sedan mereka menyebutnya taksi argo. Jadi kalau pesan taksi di Samarinda harus jelas ya, Takaiters.

2. Nyantap

Jika bertamu ke Samarinda ada yang menawarkan makanan dengan ungkapan, “Ayo nyantap“, jangan langsung diambil semua ya, Takaiters. Karena nyantap di situ artinya mencicipi. Nah namanya mencicipi berarti mengambil sedikit saja dong.

Perhatikan sekali penggunaan kalimat di Samarinda, ya. Hehe

3. Kepuhunan

Masih tentang etika bertamu di Samarinda. Jika Takaiters ditawari makanan oleh tuan rumah sebaiknya jangan menolak nanti bisa kepuhunan.

Kepuhunan itu kesialan berupa kecelakaan kecil maupun kecelakaan fatal yang dialami seseorang. Agak berlebihan sih, tapi Takaiters boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, siapa sih yang mau menolak kalau makanan yang disajikan menggugah selera. Setuju nggak?

4. Pujungan

Ada anak yang menangis berguling-guling tanpa sebab ketika sedang di tengah banyak orang. Biasanya di Samarinda, orang akan menyebut anak itu pujungan.

Pujungan itu sama dengan berperilaku aneh dengan tujuan mencari perhatian atau pujian orang lain. Nggak cuma anak-anak Takaiters, namun orang dewasa juga banyak lho yang suka pujungan.

5. Istilah Pang, gin dan kah

Kalau kita ngobrol dengan orang Samarinda biasanya ada tambahan istilah pang, gin, atau kah dalam kata-katanya. Misalnya, “Nanti aja gin kita ke rumahnya”. Istilah-istilah tersebut artinya kurang lebih sama dengan dong, sih, lah dalam Bahasa Indonesia.

Gimana menarik kan ungkapan unik khas Samarinda? Kini Takaiters nggak perlu khawatir jika kebetulan mendengar ungkapan di atas jika berkunjung ke Samarinda.

Sebelum berkunjung ke Samarinda, ada baiknya mengetahui ungkapan-ungkapan yang digunakan disana ya, Takaiters!