Matematika terkadang menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian siswa. Banyak siswa yang kurang berhasil dalam pelajaran ini. semakin tinggi tingkatan sekolah, maka pelajaran matematika semakin sulit. Maka tak heran banyak orang tua yang memasukan anaknya ke tempat les matematika yang bertebaran dimana-mana.

Namun bagi Kanaya Ramadhani dan Wijaksana Aptaluhung, siswa kelas 5 Sekolah Dasar di Surabaya, matematika itu tidak sulit bahkan menyenangkan. Buktinya mereka berhasil meraih medali emas di ajang International Mathematics wizard Challenge (IMWIC) di Xiamen, Tiongkok pada 20-23 mei 2017. Mereka berdua berhasil menjadi juara dan mengalahkan 500 peserta yang berasal dari 4 negara.

Bagi Kanaya, ini adalah kali pertama dia mengikuti olimpiade tingkat internasional dan langsung berhasil menyabet 2 penghargaan sekaligus, yaitu meraih piala emas dan meraih predikat Best Ovreall Champion Grade File.

PILIHAN EDITOR

Sedangkan bagi Wijaksana Aptaluhhung ini adalah ajang yang kesekian kalinya ia mengikuti event-event olimpiade dunia dan selalu mengukir prestasi. Sebelumnya luhung juga pernah menjuarai event yang sama dan berhasil juga menjadi yang terbaik. Maka kemudian dia dijuluki sebagai siswa langganan juara.

Faktor keberhasilan mereka berdua, ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah adanya jadwal les matematika di luar jam sekolah. Mereka terbiasa dengan soal-soal yang susah dan berhasil memecahkannya hanya dalam waktu yang cukup singkat. Maka ketika mengikuti ajang sebesar itu pun mereka tak kesulitan mempersembahkan yang terbaik.

Yang patut diacungi jempol adalah meskipun memiliki waktu yang lebih lama untuk belajar matematika dibanding anak-anak yang lain, namun mereka berdua tetap memiliki waktu untuk bermain seperti anak di usianya. Dua-duanya merasa enjoy dengan jadwalnya yang lumayan padat. Inilah contoh generasi bangsa yang mau bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya. Berprestasi, namun tetap membumi.