Hai, Takaiters!

Hutan hujan yang indah di Amazon mengalami kerusakan parah, karena ada pihak yang dengan sengaja membakar hutan tersebut untuk dijadikan jalan bagi industri kelapa sawit. Sehingga dua orang ahli ekologi yaitu Daniel Janzen dan Winnie Hallwach memiliki ide yang hebat dengan memanfaatkan kulit jeruk. Kita kupas bagaimana sepak terjang ke dua ahli ekologi ini untuk mengembalikan hutan gundul dan gesang menjadi subur kembali.

1. Mengajukan Proposal pada Perusahaan

12.000 jeruk
Foto: sciencelent.com

Mereka berdua mengajukan proposal agar perusahaan lokal mau membuang 12.000 ton kulit jeruk di hutan yang rusak. Akhirnya, Daniel dan Winnie berhasil mengundang perusahaan jus yang kemudian memindahkan pembuangan 1.000 truk kulit jeruk ke padang rumput tandus yang ada di Kosta Rika, pada pertengahan tahun 1990.

2. Percobaan yang Hampir Dilupakan

fakta jeruk
Foto: Sciencelent.com

Awalnya tidak ada yang tahu maksud dari dua peneliti ini mengenai kulit jeruk, tetapi saat rencana mereka terungkap semua orang tidak menyangka. Percobaan yang dibiarkan dan hampir dilupakan memakan waktu selama 16 tahun sampai memberikan hasil. Tidak ada yang menyangka satu orang pun. Hutan yang awalnya rusak pulih total menjadi subur kembali.

3. Beberapa Spesies Hewan Mulai Membuka Hutan ini

fakta hutan kulit jeruk
Foto: sciencelent.com

Kulit jeruk yang sudah membusuk, ternyata bisa menjadi dasar kesuburan hutan untuk kembali berkembang. Pohon-pohon pun tumbuh tinggi dan kuat. Beberapa spesies hewan mulai membuka hutan indah itu. Percobaan Daniel dan Winnie membuka hasil dan menjadi pelajaran penting, karena hutan yang rusak dan gundul bisa memiliki harapan untuk subur kembali.

Semoga ini menjadi pelajaran yang bisa kita petik. Indonesia juga bisa mengatasi masalah hutan yang menjadi korban kepentingan segelintir manusia yang tidak bertanggung jawab. Semoga bermanfaat.