Halo, Takaiters!

Kamu pernah mendengar tentang Revolusi Industri 4.0? Jerman adalah negara pencetusnya.

Menurut Klaus Schwab, dibukunya “The Fourth Industrial Revolusion” revolusi industri 4.0, ditandai dengan munculnya superkomputer, robot pintar, kendaraan otomatis tanpa pengemudi, editing genetik, dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia mengoptimalkan fungsi otak.

Revolusi industri 4.0 ditandai dengan munculnya teknologi digital dan internet

Foto: pexels.com

Revolusi industri 4.0 merupakan tindak lanjut dari revolusi industri 3.0. Revolusi yang ditandai dengan munculnya teknologi digital dan internet. Sekarang, dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, teknologi digital dan internet sudah berkembang sedemikian pesatnya.

Tanpa kita sadari, internet sudah mencakup seluruh aspek kehidupan. Kita sangat tergantung dengan jaringan yang satu ini. Pemanfaatan internet di segala bidang telah memudahkan manusia menyelesaikan semua hal.

Revolusi Industri 4.0 memanfaatkan internet untuk menggerakkan mesin dan robot

Foto: edmontonjournal.com

Dalam dunia industri, revolusi ini sangat menguntungkan. Dengan memanfaatkan internet untuk menggerakkan mesin dan robot, mampu mengefisienkan banyak hal. Pengunaan robot atau mesin mampu mengurangi biaya dan waktu, meminimalisir kesalahan kerja, akurasi, dan kualitas produksi lebih terkontrol. Serta bisa meningkatkan hasil produksi.

Perusahaan yang cepat bergerak dan lihai menangkap peluang, akan mampu bertahan. Nama dan modal besar sebuah perusahaan tidak lagi menjadi kunci kesuksesan. Namun, kelincahan dalam menangkap pasar yang akan membuat sebuah perusahaan bisa bersaing dan menjadi lebih besar dan maju.

Pemerintah mengantisipasi revolusi ini dengan membuat Roadmap Industri 4.0. Diharapkan dunia industri Indonesia, mampu meningkatkan daya saing industri nasional di dunia global. Target yang ingin dicapai, pada tahun 2030 nanti, Indonesia masuk dalam 10 besar ekonomi dunia.

Revolusi Industri 4.0 juga Identik dengan Internet of Thing (IoT)

Foto: youtube.com

Revolusi industri 4.0 juga identik dengan Internet of Thing (IoT). Penerapan teknologi internet dalam kehidupan sehari-hari. Semua benda terkoneksikan dengan internet. Sebagai contoh, penggunaan kamera pengintai yang bisa dikontrol melalui hp, alat penyiram tanaman otomatis, robot sebagai asisten pribadi, dan sepeda pintar yang mempunyai GPS serta mampu merekam seluruh jalur yang telah dilewati.

Kecanggihan teknologi yang dulu hanya bisa kita bayangkan sekarang sudah mampu direalisasikan. Robot yang mampu merespon dan berfikir dalam film “I,Robot” atau asisten pribadi seperti Jarvis dalam “Iron Man”, bisa kita dapatkan di dunia nyata. Bahkan si empunya FB, Mark Zuckerberg, telah mampu merealisasikan proyek “Jarvis” nya sendiri tahun 2016.

Sayangnya revolusi industri 4.0, juga membawa dampak buruk. Revolusi ini selain memengaruhi aspek industri, juga merubah kehidupan manusia. Kita semakin tidak bisa lepas dari internet. Sehingga terciptalah media sosial sebagai dampaknya. Manusia menjadi jarang berinteraksi dengan sesama di dunia nyata. Robotisasi di dunia industri akan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Karena peran mereka diambil alih oleh mesin.

Lalu, bagaimana cara mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0?

1. Meningkatkan SDM

Kita harus meningkatkan keahlian dan ketrampilan dalam teknologi penggunaan internet. Dipastikan lapangan kerja sebagai teknisi, pengontrol IT dan pekerjaan yang berhubungan dengan internet semakin banyak.

2.  Upgrade Sistem Pendidikan

Mengubah sistem pendidikan, sesuaikan dengan tuntutan industri dan kemajuan teknologi internet. Melalui program link and match antara dunia industri dan pendidikan, sinkronkan kurikulum dengan praktek di dunia kerja. Penyediaan sarana dan prasarana harus dimaksimalkan. Meningkatkan skill tenaga pengajar agar lebih melek teknologi.

3. Meningkatkan KKN

Komunikasi, Kolaborasi dan Networking (KKN) perlu di perluas. Sehingga mampu menjawab semua tantangan dalam revolusi industri 4.0. Dengan komunikasi, kerjasama dan jaringan yang memadai, hambatan menghadapi revolusi industri 4.0 mudah ditaklukkan.

4. Perkuat Iman dan Takwa

Perkembangan teknologi komunikasi, terbukti mampu menjerumuskan manusia. Terbukanya seluruh informasi menumbuhkan sikap konsumtif yang tinggi. Pengaruh buruk lebih cepat tersebar. Dengan bekal iman dan takwa yang kuat, kita bisa memilah antara yang bermanfaat dan yang tidak.

Perkembangan apapun yang terjadi pasti akan membawa dampak. Baik atau buruk pengaruh suatu perubahan, tinggal bagaimana kita menyikapinya. So, Takaiters sudah siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang ada di depan mata? Ayo, ikut ambil bagian dalam Making Indonesia 4.0.