Hi, Takaiters!

Awarness terhadap sekitar dan terutama pada diri kita merupakan salah satu kunci dari kebahagiaan dan ketenangan hidup. Sebagian besar sering diabaikan bahkan sampai dianggap sebagai sesuatu yang tabu untuk dibahas, sehingga membuat kesehatan mental kurang diperhatikan.

Guys, padahal nih, kesehatan mental juga berkaitan dengan kesehatan fisik kamu, lho. Acap kali, kesehatan mental menjadi pencetus dari penyakit-penyakit fisik yang dialami seseorang.

Dalam rangka memperingati hari kesehatan mental dunia (World Mental Health Day), kali ini Takaitu akan membahas kebiasaan buruk apa saja, yang harus dihilangkan dari kehidupan untuk menjaga kesehatan mental kita, ya, Guys. Yuk, disimak, Takaiters!

  1. Menaruh Stigma Negatif pada Orang yang Mengunjungi Psikiater atau Psikolog

world mental health day 2020
Foto: pexels.com

Berkunjung ke tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater, bukanlah sesuatu yang harus dianggap aib, ya, Guys. Kebiasaan negatif ini harus dihilangkan, karena hanya akan membawa dampak yang sangat buruk bagi kehidupan.

Sangat wajar jika seseorang memerlukan bantuan orang lain, terutama pada gangguan mental. Mengunjungi tenaga profesional sangat dianjurkan, sebab gangguan mental yang berlanjut sampai mengganggu kualitas hidup seseorang harus mendapat pertolongan medis segera.

Guys, sebenarnya berkunjung ke psikolog atau psikiater itu bukan hanya sebab kamu mengalami penyakit mental seperti, depresi, stress, bipolar, antisosial dan lain sebagainya.

Melainkan, bisa juga saat kamu merasa kesulitan dalam berhadapan dengan orang lain. Kamu juga bisa mengunjungi tenaga profesional untuk konsultasi masalah yang kamu hadapi, ya.

Apapun masalah yang berkaitan dengan mental kamu, harus segera ditangani dengan kesadaran penuh, ya. Nah, jadi sekarang jangan anggap itu hal buruk lagi, ya, Guys!

  1. Menyepelekan Gangguan Psikologis

world mental health day 2020 logo
Foto: pexels.com

Stigma negatif yang telah mengakar di lingkungan masyarakat terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental, membuat penderita atau orang-orang sekitarnya menjadi tidak aware terhadap kondisi yang terjadi.

Seringnya hal inilah yang memperburuk kondisi pasien atau penderita gangguan mental tersebut. Apalagi sampai pada tahap ingin melakukan percobaan bunuh diri. Duh, miris banget, ya, Takaiters.

Padahal kamu atau orang lain berhak mendapatkan pertolongan saat sedang mengalaminya. Gangguan psikologis bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan. Penyakit kejiwaan bukanlah sejenis penyakit yang bisa mudah untuk ditangani.

Karena tentunya perlu kerjasama yang baik antara penderita dan juga tenaga profesional. Dan itu juga memerlukan waktu yang tidak sebentar, tergantung seberapa parah kasus setiap orang, ya, takaiters.

Nah, mulai sekarang jangan anggap sederhana penyakit mental, ya, Guys! Apa pun itu, segera temui tenaga profesional untuk penegakan diagnosis dan mendapat pengobatan yang tepat.

  1. Menjauhi atau Tidak Ada Empati Terhadap Orang yang Mengalami Gangguan Mental

world mental health day adalah
Foto: pexels.com

Sering dianggap sebagai penyakit yang “menjijikkan” orang-orang dengan gangguan mental, seringnya malah mendapat cibiran atau per-bully-an. Yang berdampak pada memburuknya kesehatan seseorang.

Atau bahkan awal mula dari penyakit kejiwaan tersebut bermula dari per-bully-an yang dilakukan. Guys, orang yang mengalami gangguan mental sangat membutuhkan dukungan agar bisa melewati masa sulitnya.

Jadi, mulai sekarang belajar untuk banyak berempati kepada orang lain, ya. Nah, jika kamu mendapati orang terdekat atau sekitarmu yang memerlukan pertolongan profesional, yuk, ajak segera ke psikolog atau psikiater.

Ingatlah, gangguan psikologis bisa dialami oleh siapa pun dan pada usia berapa pun. Yuk, selalu berikan dukungan untuk mereka yang sedang berjuang, ya!

  1. Self Diagnosis

world mental health day 2020 theme
Foto: healthcollective.in

Membaca atau belajar tentang psikologi atau penyakit-penyakit mental boleh-boleh saja, ya, Guys. Tapi jangan sampai kamu melakukan self diagnosis terhadap dirimu atau orang lain.

Keputusan diagnosis hanya bisa dilakukan oleh tenaga profesional setelah melewati serangkaian pemeriksaan prosedur kesehatan mental. Guys, mempelajari untuk menambah pengetahuanmu saja itu sangat tidak dilarang, ya.

Sebab, hal itu juga bisa membuat diri kamu lebih Aware terhadap orang lain dan lebih bisa berempati juga bisa mengambil tindakan lebih bijak saat mengalami gangguan psikologis atau yang dialami oleh orang lain.

Jadi, pengetahuan yang kamu dapatkan dari banyak membaca atau mendengarkan penjelasan-penjelasan yang berkaitan dengan penyakit psikologis. Jangan dijadikan ajang kemampuan untuk mendiagnosis seseorang atau diri kamu sendiri, ya. Itu sangat tidak dianjurkan.

Takaiters, mendiagnosis diri sendiri seringkali, menimbulkan kecemasan atau bahkan ketakutan yang justru akan memperburuk keadaan, lho. Karena tidak adanya penyelesaian masalah. Yang ada bisa menambah masalah kamu, ya, Guys.

Nah, itulah kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah menjamur di masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan mental dan harus dihilangkan.

Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat dan membuat kita lebih aware dengan kesehatan mental, ya, Guys. Sehingga juga bisa meningkatkan kualitas hidup kita semua, ya, Takaiters.

Happy world mental health day, 10 Oktober 2020