Hi, Takaiters!

Sudah tahukah dengan Masjid Cheng Hoo yang berada di daerah Pasuruan yang punya keunikan tersendiri. Agak berbeda memang dengan bangunan Masjid Cheng Hoo lainnya. Dilihat dari bentuknya saja sudah membuat orang penasaran.

Bentuk masjid Cheng Hoo tidak seperti bangunan masjid pada umumnya yang memiliki kubah besar, namun masjid ini lebih mirip kuil dari sebuah perguruan Kungfu di Cina. Mempunyai atap bertingkat-tingkat bak Pagoda.

Mendengar kata Cheng Hoo, bayangan Takaiters mungkin menuju ke Laksamana Cheng Hoo. Tokoh pejuang muslim asal China yang legendaris. Nama Cheng Hoo dipakai untuk menghormati laksamana yang pernah melakukan ekspedisi ke Indonesia awal abad ke-15 itu.

Lalu, apakah pendiri masjid ini adalah Laksamana Cheng Hoo atau masih keturunan Tionghoa? Jadi penasaran, bukan? Yuks, simak!

Asal Bangunan Masjid Cheng Hoo di Pasuruan

masjid cheng hoo pasuruan jawa timur
Foto: pegipegi.com

Masjid Cheng Hoo di Kabupaten Pasuruan berdiri di wilayah Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan. Masjid ini dibangun pada tahun 2004  atas ide Bupati Jusbakir Aldjufri (alm).

Yang menarik, Bupati sama sekali tidak menganggarkan pembangunan masjid ini dari APBD Pemkab Pasuruan. Dana pembangunan dicari secara swadaya masyarakat. Ia menggandeng tokoh masyarakat setempat, H Hasan (alm), pengusaha properti Batu Mas Pandaan. Kebetulan H Hasan sebagai takmir masjid. Rumahnya pun berada sekitar 50 meter dari lokasi Masjid. H Hasan sendiri adalah mertua dari mantan Panglima TNI, Jenderal Moeldoko.

Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh tokoh pluralisme, yaitu KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Peresmiannya dilakukan Bupati Jusbakir pada tahun 2008 atau beberapa bulan sebelum masa kekuasaanya berakhir. Arsitek masjid ini berasal dari PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia).

Lokasi Strategis, Jadi Destinasi Wisata Baru

 

masjid muhammad cheng hoo pasuruan jawa timur
Foto: winetnews.com

Lokasi Masjid Ceng Hoo Pandaan sangat strategis. Berada di pinggir jalan Provinsi, jalur utama dari Surabaya – Malang atau sebaliknya. Lokasi masjid ini persis berada di depan terminal bis Pandaan.

Jika para Takaiters naik bis dari arah Surabaya, Takaiters bisa turun di terminal Pandaan. Untuk menuju Masjid Ceng Hoo cukup berjalan kaki sekitar 200 meter. Banyak wisatawan yang berkunjung ke masjid ini. Setelah beribadah, mereka bisa berselfie ria. Kalau mau beristirahat sejenak, lantai dua masjid ini bisa digunakan untuk rehat. Asal terlebih dulu melapor ke petugas penjaga Masjid Cengho.

Lokasi yang strategis itu dimanfaatkan pemerintah setempat untuk melakukan pengembangan. Di seputaran masjid kini dibangun rest area. Parkir bus, mobil dan motor yang luas. Bisa untuk menampung puluhan bus pariwisata.

Bagi Takaiters yang mau membeli oleh-oleh khas Pasuruan, disini pun tersedia. Souvenir, jajanan atau yang ingin mengisi perut, pihak pemerintah mengundang pedagang setempat untuk berjualan. Bahkan, saat weekend, disediakan hiburan di panggung area parkir wisata. Sebuah multiplier effect (dampak luas untuk masyarakat) harmonisasi antara pemerintah, pengelola Ceng Hoo dan masyarakat sekitar yang saling menguntungkan.

Nikmati View Pegununan nan Menawan

 

Foto: sketsapandaan.blogspot.com

Masjid yang mempunyai nama lengkap masjid Muhammad Cheng Hoo ini memiliki arsitek yang kental dengan gaya khas Tionghoa. Warna merah, hijau dan keemasan. Warna merah mendominasi masjid ini. Mulai dari tiang, tembok dan berbagai ornamen seperti lampion yang menjadi ciri khas Tionghoa.

Sementara warna hijau digunakan untuk genteng. Warna keemasan dikhususkan untuk warna tulisan dan ukiran yang ada di masjid ini. Tulisan masjid Cheng Hoo pun dilengkapi dengan tulisan huruf China yang ditempelkan di depan pintu masjid.

Untuk ukiran, Takaiters akan merasa di bawa ke negeri China. Ukiran yang berwarna emas ini mempunyai bentuk garis-garis yang simetris. Persis dengan ukiran yang ada di kuil perguruan kungfu atau kerajaan Cina. Tulisan Kaligrafi menyatu dengan ukiran simetris yang menghiasi interior bagian dalam masjid serta menghiasi sekeliling atap yang bergaya joglo.

Jika Takaiters berada di lantai 2 masjid ini, anda akan merasakan kesegaran. Hawa khas Tretes Pasuruan terasa menusuk tulang. Saat membuka jendela masjid, Takaiters akan melihat panorama gunung Penanggungan dan Arjuno serta panorama puncak Tretes Prigen. View nya sangat indah dan menawan.

Nah, saat ini masjid Cheng Hoo Pasuruan sudah masuk dalam destinasi wisata. Khusunya wisata religi, jika Takaiters ziarah Walisongo. Namun, jika hanya ingin melepas lelah setelah berwisata di Tretes Prigen, Takaiters bisa mampir kesini. Apalagi di Masjid ini juga dilengkapi dengan area wisata yang luas dan aneka jajanan yang menggugah selera.