Halo, Takaiters!

Pernah dengar celotehan ‘masih muda, kok, sudah memikirkan dana pensiun?’. What, masih ada generasi milenial yang belum mempersiapkan dana pensiun dan masih sibuk main games sambil having fun di cafe? Kenyataannya sudah banyak sekali contoh dalam sinetron Indonesia terlebih di dunia nyata yang kebingungan menghabiskan masa tuanya karena tidak mempersiapkan dana pensiun dengan baik.

Nah, Takaiters, agar tidak bingung dalam mempersiapkan dana pensiun, berikut ini 5 tips simpel dalam merencanakan dana pensiun yang bisa kalian coba. Ingat, masa pensiun merupakan satu tahapan yang tidak dapat dihindari tetapi dapat direncanakan dengan baik.

1. Mengikuti Program Dana Pensiun yang Ada Di Kantor Tempat Bekerja

Foto: pexels.com

Takaiters, hampir semua perusahaan yang berskala nasional baik milik pemerintah maupun swasta akan memotong langsung gaji untuk disisihkan sebagai dana pensiun. Biasanya, gaji yang sudah diberikan kepada pegawai sudah dipotong sekian persen dana pensiun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan begini, karyawan atau pekerja dipaksa untuk menyisihkan dan pensiun.

2. Buat Pos Khusus untuk Dana Pensiun

Foto: pexels.com

Ada baiknya ketika sudah memiliki penghasilan tetap, baik hanya penghasilan sendiri, penghasilan suami saja atau penghasilan suami dan istri, pos khusus untuk dana pensiun sudah dianggarkan atau dipersiapkan.

Memang, sudah ada dana yang disiapkan perusahaan dari gaji yang dipotong setiap bulannya jika bekerja pada sebuah perusahaan. Namun, yang perlu diingat, biaya hidup relatif akan naik setiap tahunnya, entah karena inflasi atau alasan lain.

Belum lagi, yang harus menjadi catatan penting, biaya hidup seiring bertambahnya usia bukannya menurun, tetapi semakin meningkat. Dengan membuat pos khusus untuk dana pensiun, maka kesiapan untuk menghadapi masa pensiun akan lebih terjamin.

3. Investasi

Foto: pexels.com

Kenapa tidak memilih investasi untuk mempersiapkan masa pensiun. Di usia produktif, mulailah dengan melakukan investasi. Hampir sama dengan investasi lain, yang perlu ditekankan adalah tujuan dari melakukan investasi tersebut, yaitu sebagai persiapan dana pensiun. Selain itu, juga perlu komitmen untuk tidak mengutak-atik hingga waktunya tiba.

4. Jangan Menunda Untuk Memulai dan Konsisten

Foto: pexels.com

Takaiters, sepertinya poin keempat ini menjadi poin yang paling penting. Yup, jangan menunda untuk mulai mempersiapkan dana pensiun. Untuk kamu yang sudah bekerja dan sudah menikah, mulailah dengan nominal yang kecil.

Seiiring berjalannya waktu, kamu bisa meningkatkan nilainya. Ibarat pepatah, sedikit demi sedikit menjadi bukit. Asal dilakukan dengan konsisten, maka dana yang terkumpul saat masa pensiun tiba akan cukup.

5. Bijak dalam Mengatur Keuangan

Foto: pexels.com

Jadilah generasi yang pintar dan bijak dalam mengatur keuangan. Jangan sampai diperbudak oleh trend, mode dan behavior masa kini sehingga pos-pos pengeluaran yang seharusnya tidak perlu dan bisa dialihkan atau di-saving malah menjadi pos utama yang paling banyak pengeluaran.

Menikmati masa muda itu penting, tetapi bukan berarti membiarkan keuangan menjadi morat-marit. Selain dana pensiun, tentunya ada dana-dana lain yang harus diperhitungkan. Di sinilah pentingnya kemampuan dalam mengatur keuangan.

Takaiters, sudah banyak sekali contoh yang terjadi di dunia nyata, jangankan dana pensiun untuk kesejahteraan di hari tua, sekadar rumah untuk tempat tinggal pun tidak ada. Belum lagi, menggantungkan kehidupan masa tua pada anak dan cucu. Rantai seperti inilah yang seharusnya diputus. Peganglah prinsip muda bahagia tua sejahtera.

Selamat mempersiapkan dana pensiun, Takaiters. Jangan pernah ragu untuk memulai segala sesuatu yang baik.