Hallo, Takaiters!

Sebagian orang, liburan ke luar negeri menjadi salah satu impiannya. Selain bisa memiliki kesempatan untuk mengenal suasana, budaya, dan kehidupan yang berbeda, liburan ke luar negeri juga menjadi kesempatan bagus untuk mencicipi kuliner khas negara tersebut.

Sayangnya tidak semua makanan ‘aman’ dikonsumsi bagi kaum muslim. Hal ini menjadi tantangan tersendiri saat berkunjung ke negeri non muslim saat mencari makanan halal dan tempat ibadah.

Tetapi berbeda jika kalian berlibur ke Cina, terutama ke provinsi Xinjiang. Beda dengan wilayah lain di Cina, mayoritas penduduknya merupakan suku Uyghur dan Hui yang beragama Islam. Sehingga mudah sekali untuk makanan halal. Yuk, kita simak makanan apa saja itu?

1. Dapanji

Uyghur Dapanji Chicken
Foto: spicetrekkers.com

Dalam bahasa Indonesia Dapanji adalah Ayam Piring Besar. Bukan hanya sekedar nama, Dapanji merupakan hidangan yang terbuat dari satu ayam utuh (dari kaku sampai kepala). Ayam ini dipotong beberapa bagian dimasak dengan bawang, kentang, paprika sampai matang.

Sebenarnya menu Dapanji bisa kalian temukan di beberapa restoran yang ada di Beijing. Hanya saja akan lebih baik kalau kalian mencicipi makanan ini di Xinjiang karena rasa Dapanji jauh lebih enak dibandingkan dengan yang dijual di Beijing. Saat menyantap Dapanji sebaiknya bersama teman-teman karena porsinya yang terlalu banyak untuk dimakan sendiri. Untuk harga Dapanji dalam satu porsi cukup mahal yaitu sekitar 100-150 RM.

2. Samsa

Makanan Khas Suku Uyghur dan Hui China
Foto: arbuz.com

Jika kalian berkesempatan traveling ke Xinjiang, jangan lupa mencoba aneka street food yang ada di sana, termasuk Samsa.

Samsa sendiri adalah daging domba yang dicampur bawang lalu digulung dengan adonan roti kemudian digoreng. Kering dibagian luar dengan daging yang gurih di bagian dalam.

3. Uyghur Polo

Makanan Khas Suku Uyghur dan Hui China
Foto: picssr.com

Selain Dapanji, kalian juga wajib mencicipi Uyghur Polo yang juga ada di provinsi Xinjiang. Sekilas makanan ini mirip dengan nasi goreng Indonesia namun rasanya jelas berbeda.

Uyghur Polo atau yang populer dengan nama nasi Pilaf adalah nasi yang dimasak dengan wortel, paprika, dan potongan daging domba. Lalu dimasak dalam waktu lama dengan minyak, karena waktu memasaknya lama jadi tidak heran kalau rasa daging kambing sangat kental.

4. Uyghur Lamian

Makanan Khas Suku Uyghur dan Hui China
Foto: silkroadchef.com

Pelesir ke Xinjiang dirasa tidak lengkap jika belum mencicipi Lamian. Makanan satu ini sangat terkenal bukan hanya dikalangan warga Uyghur dan Hui tapi juga warna Cina yang tinggal di luar Xinjiang. Lamian adalah mi yang dibuat dari tepung, air, dan minyak kemudian direbus dengan kaldu sapi.

Setelah matang, mi disajikan dengan potongan daun bawang, daging, sayuran, telur, dan kuah kaldu sapi. Makanan ini paling enak disajikan saat musim dingin. Gurih mi dan kuah kaldu akan membuat hangat tubuh.

5. Kaorou

Kaorou
Foto: seriouseats.com

Kaorou atau kebab domba menjadi salah satu hidangan yang selalu bisa ditemukan di Xinjiang. Meski namanya kebab domba, tapi tampilan makanan ini lebih mirip sate Indonesia. Daging domba yang dipotong-potong kemudian ditusuk dengan tusukan sate.

Selain daging, kadang penjual menambahkan potongan lemak pada kebab, agar rasanya makin enak. Potongan daging domba ini diberi jintan dan lada saat dibakar di atas batu bara atau kayu bakar.

6. Stuffed Lamb

Hasil gambar untuk Stuffed Lamb
Foto: supervalu.ie

Sekilas Stuffed Lamb mirip sekali dengan sosis. Tapi meski begitu rasanya sangat berbeda. Stuffed Lamb adalah nasi yang dicampur dengan daging domba dan dimasukkan ke dalam usus disajikan dengan paru domba. Bagi kalian yang tidak terlalu suka dengan jeroan sapi mungkin enggan mencobanya tapi percaya, rasanya membuat kalian ketagihan.

7. Matang

Foto: www.saver.com

Buat kalian yang suka makanan manis pasti akan suka sekali dengan Matang. Selain Samsa, Matang adalah salah satu jajanan street food yang populer di seluruh Cina bukan hanya di Xinjiang.

Matang sendiri adalah potongan kacang dimasak dengan madu sampai mengental kemudian dipotong kotak-kotak. Biasanya kacang yang digunakan adalah kacang mete, namun bisa juga menggunakan jenis lain seperti almond dan kenari.

Nah, Guys, jadi tertarik untuk mencicipi beragam kuliner halal di atas, kan?