Hai, Takaiters!

Apa yang paling bikin kamu penasaran jika mendengar tentang Dieng, Negeri Kahyangan yang sudah tersohor keindahannya? Apa kamu penasaran ingin melihat candinya, kawahnya, telaganya, padang savananya atau kesemuanya?

Buat kamu yang belum pernah sama sekali mengunjungi Dieng, mungkin akan lebih baik menjelajah semuanya. Kamu bisa memulainya dari spot wisata Komplek Candi Arjuna. Candi yang menjadi tempat diselenggarakannya event tahunan Dieng Culture Festival. Makin penasaran, ya? Yuk, simak dulu?

Tiket Masuk Candi Arjuna

kompleks candi arjuna lokasi
Foto: indonesiakaya.com

Komplek Candi Arjuna merupakan area terluas dari semua area candi yang ada di Dieng. Ada dua pintu masuk ke komplek Candi Arjuna. Pintu pertama berada di komplek gedung Suharto Whitlem dan pintu kedua di komplek Candi Gatotkaca.

Tiket masuk ke komplek Candi Arjuna sebesar Rp. 15.000,00 tiket ini merupakan tiket terusan antara Candi Arjuna dan Kawah Sikidang. Jika kamu mengunjungi Candi Arjuna terlebih dahulu, maka kamu membeli tiket masuknya di sini, begitu kamu mengunjungi kawah Sikidang kamu tidak perlu membeli tiket lagi.

Sebaliknya jika kamu mengunjungi kawah Sikidang terlebih dahulu, maka kamu membeli tiketnya disana dan tidak perlu membeli lagi saat kamu mengunjungi Candi Arjuna.

Komplek Dharmasala

sejarah komplek candi arjuna dieng
Foto: teamtouring.com

Memasuki komplek candi Arjuna dari pintu utama, di sebelah kanan kamu akan melihat bangunan tua seperti pendopo yang memanjang membentuk persegi panjang yang beralaskan umpak-umpak dari batu dengan atapnya yang terbuat dari ijuk dan lantainya dari kayu. Bangunan ini dinamakan Dharmasala.

Ketika diselenggarakannya Dieng Culture Festival, komplek ini digunakan sebagai tempat jamasan anak-anak berambut gembel. Kenapa memilih tempat ini, karena disini terdapat dua sendang yang dipercaya memiliki air yang suci yaitu sendang Sedayu dan sendang Maerokoco. Pelataran disini cukup luas dan disekitar bangunan terlihat tumpukan batu-batu candi.

Komplek Candi Arjuna

komplek candi arjuna dieng plateau

Setelah melalui komplek Dharmasala, maka perjalanan kamu akan tiba di komplek Candi Arjuna. Komplek ini dikelilingi dengan pagar yang cukup tinggi yang digunakan sebagai pengaman candi.

Dari depan pintu gerbang komplek candi Arjuna mata kamu akan takjub melihat candi-candi kuno yang masih berdiri megah dengan rerumputan yang menghijau yang mengitari komplek ini.

Bahkan sejauh mata memandang kamu akan melihat perbukitan hijau yang membentang yang mengelilingi Dieng. Disini ada lima bangunan candi yang berdekatan dan berjajar dari utara ke selatan dimana candi-candi tersebut memiliki bentuk bangunan dan gaya yang berbeda.

Kelima candi tersebut yaitu :

Candi Arjuna

Candi Arjuna adalah candi terbesar yang ada di komplek ini. Bangunannya mirip dengan bangunan candi di Gedong Songo yaitu berbentuk persegi dengan alas yang cukup tinggi dan untuk mamasukinya harus melewati sebuah anak tangga.

Atap candi Arjuna berbentuk menyerupai piramid yang berundak dimana disetiap undakan terdapat bagian yang menjorok ke dalam dan ditengahnya terdapat lekukan yang memiliki bingkai atau ukiran mirip dengan dinding candi.

Pada pintu masuk Candi Arjuna berdirI sebuah gerbang yang sedikit menjorok ke luar yang mana pada pintu masuknya terdapat ukiran kalamakara atau yang orang jawa sebut dengan nama buto karena bentuknya yang besar dan memiliki taring di mulutnya.

Pada samping Candi arjuna terdapat bilik yang menjorok keluar yang membentuk jendela. Biasanya bilik-bilik pada candi digunakan untuk meletakkan arca.

Namun, di candi Arjuna bilik-bilik ini kosong. Dibawah bilik candi arjuna terdapat saluran air yang diamakan Jaladwara. Ornamen-ornamen pada candi Arjuna diukir dengan ukiran khas candi-candi India.

Candi Semar

Candi ini adalah candi yang paling kecil bangunannya dimana tingginya saja kurang lebih 50 cm. Berdiri persis di depan candi Arjuna. Candi Semar berbentuk persegi panjang dengan atapnya berbentuk menyerupai rumah limas.

Pada pintu gerbang candi terdapat bingkai dengan ukiran kepala naga dan beberapa ornamen sedangkan di atas pintu masuk terdapat ukiran kalamakara. Di dalam Candi Semar hanya sebuah ruang kosong. Konon candi ini digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata.

Candi Srikandi

Candi yang berada di sebelah utara Candi Arjuna ini berbentuk kubus dengan alasnya kurang lebih 50 cm. Pintu candi Srikandi menjorok ke depan dengan anak tangga yang langsung menuju pintu masuk. Pada dinding candi terdapat ukiran dewa-dewa Hindu yaitu Dewa Wisnu, Dewa Syiwa dan Dewa Brahma. Namun ukiran tersebut sudah tidak terlalu jelas.

Candi Sembadra

Berdiri disebelah Candi Srikandi, Candi Sembadra memiliki bentuk yang cukup unik seperti rumah bertingkat dimana di bagian atas candi berbentuk seperti rumah limasan yang terbuat dari batu.

Candi Puntadewa

Candi yang berada di bagian paling selatan ini memiliki bentuk bangunan dengan pondasi bersusun hingga mencapai 2,5 m. Atap candi Puntadewa berbentuk datar dimana pada tiap dinding atapnya terdapat lekukan yang digunakan untuk menaruh arca. Pada pintunya terdapat ukiran kertas yang menghubungkan anak tangga yang akan dilalui untuk masuk ke dalam candi.

Takaiters, setelah mengetahui detail dari kelima candi dengan bentuk dan gaya yang berbeda, candi-candi tersebut diperkirakan dibangun pada masa yang berbeda.

Namun, kelima candi tersebut pada dasarnya memiliki ornamen yang sama yaitu adanya penil, kala, makara, diksa, jalatwara, istadewata dan antefik. Ornamen-ornamen tersebut memiliki arti dan makna tersendiri.

Nah, Takaiters, Gimana nih perjalanan ke Komplek Candi Arjuna? Mengasyikkan, bukan? Selain bertambah wawasan kamu, kamu juga bisa menikmati sejuk dan indahnya alam Dieng. Bagi yang mau berswafoto, bisa banget, tempatnya sangat indah, loh, Guys? Buktikan sendiri saja, kamu pasti akan ketagihan untuk selalu ingin datang.