Jika berkesempatan menelusuri sepanjang jalan Kampung Baru, Kuala Lumpur, sangat banyak ditemui pilihan menu makanan Indonesia. Salah satu menu pilihannya adalah Nasi Padang. Di sepanjang jalan kampung baru terdapat berbagai jenis restoran Padang dengan harga terjangkau. Salah satunya adalah restoran Uni Ros.

Melirik restoran Uni Ros dari balik kaca, pengunjung sudah dapat menebak dari susunan piring yang di tata tinggi dengan berbagai lauk pauknya dan sudah dipastikan restoran tersebut menjual nasi Padang.

Konon ceritanya, penyajian makanan orang minang dulunya terkenal dengan “manatiang piriang”, artinya teknik menyusun piring bertingkat yang digunakan untuk sebuah jamuan makan. Dan tentunya dilengkapi dengan berbagai menu masakan padang yang menggoda selera.

Seperti kata orang minang “ dimana langit dipijak disitu langit di junjung,” pepatah ini masih saja dipakai orang minang kemanapun mereka merantau. Begitu juga dengan penjual nasi padang yang sudah jauh merantau ke negeri Jiran ini. Meskipun sudah jauh merantau, menu masakan nasi padang yang dijual tidak ada yang berubah, baik penampilan maupun rasanya.

Sebut saja gulai “Kapalo Ikan”, menu ini menjadi idola hampir seluruh pengunjung khususnya pada jam makan siang. Kalau sudah lewat pukul dua siang, jangan harap kepala ikan di restoran Uni Ros masih tersedia.

PILIHAN EDITOR

Ketika Tim Takaitu.com berkesempatan mencicipi makanan khas minang Uni Ros pada 9 Februari 2017 lalu, pemilik restoran mengaku semua tukang masaknya memang berasal dari Minang. Bahkan beberapa bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Minang yakni Sumatera Barat.

“ Kebetulan kami memang keturunan Minang yang sudah lama menetap disini, beberapa tukang masak juga berasal dari Sumbar. Hal ini bertujuan untuk memastikan citarasa makanan kami memang khas selera minang,” ujar si Pemilik Restoran tersebut.

Ramainya peminat masakan Padang di Malaysia membuat pemilik restoran harus menambah ekstra pegawainya. Langganan yang datang menurut si pemilik pada umumnya memang orang Indonesia yang tinggal di Malaysia, namun ada juga beberapa pelanggan penduduk Malaysia.

Lisa salah seorang pengunjung yang ditemui Tim Takaitu, mengaku selalu datang ke restoran Uni Ros ketika rindu masakan Minang. Menurutnya menu masakan minang yang dijual direstoran tersebut membuat rindunya akan masakan Minang terobati.

“ Disini banyak banget pilihan menunya, kalau udah sore disini juga tersedia Soto Padang, Lontong Pical, jadi ga harus balik kampung kalau sekedar melepas rindu masakan Minang,” ujar wanita asal Minang yang sudah 10 tahun tinggal di Malaysia.

Jadi memang diakui bahwa dengan menikmati masakan khas minang dirantau orang, memiliki kisah tersendiri dari masing-masing penikmatnya, salah satunya melepaskan kerinduan akan masakan asli Minang di Sumatera Barat.