Hai, Takaiters!

Pinjaman dana tunai semakin banyak di lirik. Hal itu dikarenakan pebisnis banyak membutuhkan dana secara tunai untuk kegiatan operasional bisnisnya. Pinjaman dana secara tunai pun sudah lama di tengah masyarakat sehingga sudah banyak yang tidak asing lagi dengan jenis pinjaman ini. Ada dua jenis pinjaman yang bisa dipilih yaitu dana tunai syariah maupun konvensional. Bagi yang ingin berbasis dan dilandasi prinsip islam maka bisa menggunakan jasa pinjaman dana tunai dengan prinsip syariah. Untuk mengetahui jenis pinjaman seperti apa yang Anda butuhkan sebaiknya mengetahui beberapa perbedaannya terlebih dahulu seperti berikut ini:

1. Bunga

U.s Dollar Bills Pin Down on the Ground
Foto: pexels.com

Perbedaan pinjaman tunai konvensional dengan yang syariah adalah bunga yang harus ditanggung. Untuk pinjaman yang sifatnya konvensional bunga ini bisa dibebankan kepada nasabahnya, namun khusus yang prinsipnya adalah syariah bunga ini tidak diperbolehkan karena mengacu pada riba. Pinjaman dana yang berbasis prinsip syariah ini menggunakan akad jual beli, akad sewa dimana ada perubahan kepemilikan dan juga ada capital sharing.

2. Pembagian Risiko

Hasil gambar untuk lending money
Foto: safetynet.com

Yang menjadi perbedaan antara pinjaman dan tunai syariah dengan yang basisnya syariah adalah pembagian risikonya.  Dalam pinjaman konvensional pihak yang mendapatkan pinjaman akan menanggung risiko jika tidak bisa mengembalikan jumlah pinjaman. Sedangkan yang berbasis syariah ini pihak yang memberikan pinjaman juga akan ikut menanggung risiko jika pihak peminjam tidak membayar pinjaman. Misalnya adalah nasabah meminjam dana sebesar 100 juta secara konvensional yang mana dijadikan sebagai modal usaha. Nasabah yang meminjam uang tersebut harus membayar pokok pinjaman dengan bunga yang sudah ditentukan oleh si pemberi pinjaman meski dalam bisnis yang dijalankan oleh nasabah tersebut hanya menghasilkan dana sebesar 75 juta saja.

Perbedaan akan terlihat di pinjaman berbasis syariah yaitu pihak pemberi pinjaman juga akan ikut menanggung rugi jika bisnis atau usaha yang digeluti nasabah hanya menghasilkan dana sebesar 75 juta rupiah saja.

3. Halal

Gambar terkait
Foto: gobankingrates.com

Khusus masyarakat yang beragama islam memang sebaiknya memilih yang basisnya syariah hal itu dikarenakan sudah berdasarkan prinsip islam dan menggunakan akad yang diperbolehkan dalam islam. Untuk peminjaman yang konvensional karena ada bunga di dalamnya maka menjadi diharamkan. Tidak hanya itu dalam peminjaman dana tunai berbasis syariah ini dananya tidak boleh digunakan untuk usaha yang melanggar syariat islam sehingga saat mengajukan peminjaman harus menyebutkan secara pasti untuk apa dana yang akan diterimanya tersebut.

4. Ketersediaan

Hasil gambar untuk lending money
Foto: aspire-planning.com

Dalam hal ketersediaan pinjaman atau dalam dokumen, pinjaman dana tunai syariah maupun yang berbasis konvensional ini tidak beda jauh. Namun yang berbeda adalah pinjaman syariah ini menawarkan beberapa produk yang mana bisa digunakan sebagai kepentingan tertentu yang mana tidak ada di dalam pinjaman konvensional. Sebagai contohnya adalah pembiayaan konvensional tidak mencakup haji, umrah, dan lain sebagainya.

Demikianlah perbedaan pinjaman dana tunai syariah dan kredit konvensional yang penting diketahui, baca juga tips-tips mudah sebelum Anda melakukan pinjaman dana tunai.