Hai, Takaiters!

Pertengkaran seringkali menjadi pemicu masalah yang serius. Emosi yang sulit dikendalikan adalah kendala utamanya. Seseorang yang tersulut emosi bisa jadi akan menulikan pendengaran mereka saat lawan bicaranya memberikan pembelaan atau sanggahan. Padahal bertengkar sehat bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan suatu masalah.

Pada kenyataannya amarah itu bisa dikendalikan. Kita bisa mulai belajar memahami dan mengendalikan diri sendiri dalam mengendalikan emosi. Begitu juga saat terjadi pertengkaran. Tidak semua masalah harus berujung pada pertengkaran penuh emosi.

Pertengkaran pun bisa dilakukan secara sehat. Lalu bagaimana cara menjaga emosi dan melakukan pertengkaran sehat? Berikut adalah 5 cara bertengkar sehat, yuk, disimak, Takaiters!

1. Dengarkan Penjelasan Lawan Bicara

Cara Bertengkar Sehat dengan pasangan
Foto: goalcast.com

Pertengkaran yang tidak kunjung selesai salah satunya adalah karena terjadinya keegoisan pada salah satu atau bahkan kedua belah pihak. Kerap kali keegoisan ini terjadi karena tidak ada salah satu pihak yang mau mengalah untuk mendengarkan penjelasan dari pihak yang lain.

Karena itu saat terjadi perdebatan atau bahkan pertengkaran, turunkan emosi yang mulai tersulut dan dengarkan penjelasan dari lawan bicara kita. Dengan mau mendengarkan penjelasan dari lawan bicara. Hal ini bisa memberikan otak kita pemahaman dimana letak kesalahan yang seharusnya diselesaikan.

Dan poin yang harus diingat adalah jangan menghakimi lawan bicara tanpa mau mendengarkan alasannya.

2. Cari Tahu Sumber Masalah

Cara Bertengkar yang Sehat
Foto: hellosehat.com

Bertengkar sehat sebenarnya bukan perkara mudah atau sulit, namun adanya kendali dan usaha yang dilakukan. Salah satu cara efektif yang bisa dilakukan untuk mengendalikan emosi adalah cari tahu dulu apa yang membuat diri kita merasa marah. Apakah karena kita merasa tidak diperhatikan atau disudutkan.

Memahami diri sendiri itu penting, hal ini berlaku juga pada saat kita marah. Pahami apa  yang telah menyulut emosi kita, kemudian mulai katakan secara jelas dan lugas tanpa nada tinggi kepada lawan bicara.

3. Katakan Apa yang Salah Bukan Mengungkit Kejadian di Masa Lalu

Foto: lovelearning.com

Pertengkaran sering kali membuat seseorang tanpa sadar membeberkan segala jenis perilaku dan kesalahan orang lain tanpa tahu batas. Dimana hal ini bisa menjadi pemicu utama pertengkaran semakin panas.

Oleh sebab itu, mulailah beranikan diri untuk mengatakan perilaku yang tidak kita suka atau kesalahan yang telah dilakukan seseorang pada kita. Karena dengan melakukan hal ini pertengkaran akan sedikit banyak bisa dikendalikan bila kedua belah pihak bisa saling mengerti.

4. Berhati-Hati Dalam Mengolah Kata

cari kata yang tepat untuk bertengkar sehat
Foto: hellosehat.com

Saat amarah sedang tersulut tentunya kalimat yang keluar juga akan penuh dengan emosi. Dimana terkadang lontaran kata yang dikatakan bisa saja membuat lawan bicara ikut tersulut emosi.

Karena itu mencoba meredam emosi dan berhati-hati dalam menyusun kalimat yang akan diucapkan adalah salah satu solusi bertengkar sehat.

Meskipun rasanya terdengar sulit karena tentu saja akan sulit mengendalikan emosi. Tapi coba lakukan dengan tenang, selalu ingatkan pada diri sendiri untuk hanya mengungkapkan yang perlu dan jangan mengatakan hal yang sekiranya dapat menyinggung lawan bicara.

5. Saling Intropeksi Diri

Foto: jadiberita.com

Saat pertengkaran rasanya semakin memuncak dan tidak menemukan titik temu permasalahan, maka coba ajak lawan bicara untuk saling intropeksi diri. Ungkapkan dengan nada yang tenang. Namun jangan mengambil waktu terlalu lama untuk melakukan intropeksi diri. Cukup lakukan beberapa menit kemudian mulai ajak kembali lawan bicaramu untuk berbicara dengan kepala dingin.

Itulah lima cara bertengkar sehat. Pada kenyataannya bertengkar memiliki berbagai dampak negatif pada seseorang dan sekitarnya. Karena selain membawa aura negatif, pertengkaran juga bisa memicu terjadinya permasalahan yang lebih rumit. Karena itu mulailah untuk melakukan segala sesuatunya dengan kepala dingin.