Hai, Takaiters!

Pernah mendengar penyakit autoimun? Belakangan ini banyak tersiar kabar mengenai penyakit autoimun, penyakit yang sebenarnya sudah lama muncul tetapi tiba-tiba terkenal karena menyerang beberapa artis Indonesia. Faktanya, penyakit ini bisa menyerang siapapun, Guys, jadi ada baiknya kamu waspada.

Simak beberapa fakta menarik mengenai penyakit ini, ya, supaya kita dapat mencegahnya.

Menyerang Kekebalan Tubuh

Foto: pexels.com

Penyakit autoimun ini termasuk penyakit yang unik, Guys, karena sistem kekebalan tubuh kita justru menyerang tubuh sendiri. Secara normal seharusnya kekebalan tubuh mencegah dari bakteri, virus, kuman, dan mikro organisame lainnya.Yang terjadi pada penderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuhnya justru melihat bahwa sel-sel tubuh adalah organisme asing dan melepaskan antibodi untuk menyerang se-sel yang sehat tersebut. Wah, kok, ekstrim begitu, ya?

Dari Etnis Hingga Genetis

Foto: pixabay.com

Hingga saat ini, penyebab penyakit autoimun belum dapat diketahui secara pasti. Namun, menurut para ahli, ada beberapa faktor risiko yang cukup berperan di antaranya etnis, gender, lingkungan, riwayat keluarga, perubahan hormon, dan infeksi. Oleh karena penyakit autoimun ini bentuknya bermacam-macam, faktor risiko masing-masing juga berbeda tergantung ras atau bangsa.

Penyakit autoimun juga lebih rentan pada wanita ,Guys, jadi buat kamu yang berjenis kelamin perempuan harus lebih waspada, ya. Dari sisi lingkungan, cahaya matahari, bahan kimia, serta infeksi virus dan bakteri, bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit autoimun dan memperparah keadaannya.

Buat kamu yang salah satu keluarganya sudah ada yang menderita penyakit autoimun, juga harus ekstra hati-hati, Guys, karena faktor genetik merupakan faktor risiko utama yang bisa menimbulkan penyakit autoimun. Perubahan hormon dan infeksi juga bisa menjadi faktor risiko munculnya penyakit autoimun.

Brain Fog yang Sangat Merugikan

Foto: propelltheraphy.com

Gejala awal penyakit autoimun yang cukup dominan adalah nyeri sendi, fatigue, rambut rontok, sering sariawan, dan mengalami brain fog. Nyeri sendi sering menyerang sendi lutut, sendi di pergelangan tangan, punggung tangan hingga buku-buku jari. Nyeri ini terjadi di kedua sisi kiri dan kanan yang sering disertai pembengkakan, kekakuan, kesakitan atau sulit bergerak. Selain itu, muncul fatigue atau rasa lelah berlebihan dan berkepanjangan, seolah-olah energi tubuh terkuras habis.

Pada penderita, kadang akan timbul demam ringan, badan terasa agak hanga, tetapi suhu badan normal sekitar 37,4–37,5 derajat Celsius. Kadang-kadang kamu akan menemukan rambut yang rontok parah, sering terkena sariawan, dan brain fog. Brain fog adalah kondisi di mana otak sewaktu-waktu seperti tertutup kabut, sehingga untuk sesaat kamu kehilangan memori, fokus, dan konsentrasi. Oleh karena masing-masing penyakit autoimun memiliki gejala yang spesifik, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala tersebut, Guys.

Ada yang Sampai Meninggal

Foto: pixabay.com

Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun. Namun, hanya beberapa penyakit saja yang umum terjadi dan mungkin familiar di telinga kita, Guys, seperti penyakit diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis (RA), psoriasis, multiple sclerosis, lupus, radang usus, myasthenia gravis, serta celiac. Oleh karena gejalanya tidak sama, sel yang diserang juga tidak sama, maka akibat pada tubuh juga akan berbeda. Selain itu, risiko seseorang untuk mengalami penyakit autoimun umumnya juga tidak selalu sama.

Meskipun sering kali terlihat cukup parah dan tergolong kronis, tetapi sebenarnya efek penyakit autoimun ini tidak fatal. Namun,  jangan menyepelekan efek penyakit autoimun pada tubuh Guys, karena kadang-kadang penderitanya sampai tidak mampu melakukan aktivitas harian. Kematian pun mungkin terjadi, tergantung dari kondisi kesehatan serta keparahan penyakit yang dialami.

Nutisi Seimbang dan Olah Raga

Foto: pexels.com

 

Meski belum diketahui cara untuk mencegah penyakit autoimun, tetapi ada berbagai hal yang bisa diterapkan untuk mencegahnya, di antaranya dengan menghindari stres untuk menurunkan risiko penyakit autoimun menyerang. Cobalah untuk mengatur tingkat stres dan menemukan cara untuk menenangkan diri saat stres menyerang.

Jangan lupa makan dengan nutrisi seimbang karena nutrisi seimbang bisa membantu menjaga tubuh tetap sehat. Yang terakhir adalah rutin berolahraga, Guys, supaya  tubuhmu selalu bugar. Tubuh yang sehat dan bugar berarti sistem imun berfungsi baik. Dengan demikian, risiko serangan penyakit autoimun pun menjadi lebih kecil.

Test ANA Hingga Terapi Hormon

foto: unsplash.com

Jika merasakan beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas yang berlangsung selama beberapa minggu atau menjadi lebih parah, segera kunjungi dokter. Diagnosis penyakit autoimun memang tidak mudah karena meskipun setiap penyakit autoimun memiliki ciri khas, gejala yang muncul bisa sama. Dokter akan menjalankan beberapa tes untuk mengetahui apakah seseorang terserang penyakit autoimun, di antaranya dengan tes ANA (antinuclear antibody) dan tes untuk mengetahui peradangan yang mungkin ditimbulkan penyakit autoimun.

Banyak penyakit autoimun yang belum dapat disembuhkan, tetapi gejala yang timbul dapat ditekan dan dijaga agar penyakit tidak semakin parah. Pengobatan untuk menangani penyakit autoimun tergantung pada jenis penyakit yang diderita, gejala yang dirasakan, dan tingkat keparahannya. Pasien kadang harus menjalani terapi pengganti hormon atau meminum obat tertentu sebagai upaya penyembuhan.

Takaiters, sampai saat ini belum ada pengobatan yang benar-benar menjamin semua jenis penyakit autoimun bisa sembuh total. Namun, jangan berkecil hati karena diagnosa penyakit sejak dini serta rutin melakukan pengobatan adalah langkah tepat untuk mencegah dan mengendalikan kekambuhan gejalanya.