*Artikel ini merupakan kontribusi ekslusif dari Dewi Anggrayni (Kontributor Takaitu.com di Malaysia)

Di India, ada pendapat yang mengatakan kuliah dengan biaya sendiri lebih berasa perjuangannya, apalagi ketika kuliah Master ataupun Doctoral.  Sebagai mahasiswa self-finance tentunya perbedaan mulai dirasakan dari niat atau motivasi untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

Agoes Aufia sebagai salah seorang pelajar Doktoral asal Indonesia di India berpendapat, bahwa mahasiswa dengan self-finance daya juangnya lebih kuat dibanding mahasiswa yang mendapatkan beasiswa.

“Selain niat, dari segi kegigihan belajar, mahasiswa self-finance biasanya akan lebih rajin dan bertanggungjawab atas studinya. Perbedaan yang paling mencolok adalah biaya hidup dan biaya perkuliahan,”

Mahasiswa self-finance biasanya mendapatkan kiriman uang dari orang tua bahkan ada sebagian dari mereka yang melakukan kerja sambilan untuk menambah uang saku demi kebutuhan hidup. Situasi ini yang menjadi pelecut tersendiri untuk segera menyelesaikan pendidikan. Berikut beberapa kelebihan lainnya yang dimiliki mahasiswa self-finance. Check this out!

Mahasiswa self-finance memiliki motivasi yang jelas dan kuat selama jauh dari tanah air

mahasiswa self-finance di luar negeri
Memiliki motivasi dan tujuan yang kuat saat kuliah di luar negeri (Foto : pexels.com)

Kuliah dengan self-finance selalu memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai rintangan. Menunggu kiriman dari orang tua dengan nilai tertentu menjadi sangat berhitung dan menghargai setiap nilai yang digunakan selama menjalankan studi.

Pilihan Editor

Bisa memilih jurusan dan kampus sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya

mahasiswa self-finance di luar negeri
Bisa memilih jurusan dan kampus sesuai dengan kemampuan (Foto : pexels.com)

Di India ada banyak penawaran beasiswa dari beberapa kampus. Untuk mendapatkan beasiswa tentunya harus dengan proses seleksi dan kampus yang ditentukan. Berbeda dengan biaya sendiri, selama dana cukup dan kemampuan memadai maka tidak ada larangan memilih kampus manapun.

Misalnya, mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa ICCR (Indian Council for Cultural Relations) harus memilih tiga opsi kampus yang diinginkan dan setelah itu pihak ICCR yang menentukan kampus yang dituju. Sehingga terkadang tidak sepenuhnya kampus yang diinginkan si mahasiswa sesuai dengan pilihan dari pihak pemberi beasiswa ICCR. Itulah salah satu kelemahan mahasiwa yang menginginkan beasiwa.

Dengan self-finance maka proses pendaftaran yang lebih mudah

mahasiswa self-finance di luar negeri
Proses pendaftaran yang begitu mudah untuk mahasiswa sefl-finance (Foto : pexels.com)

Untuk mahasiwa asing yang berada diluar India dapat mendaftarkan diri melalui proses “in absentia,” dimana si pendaftar cukup mengirimkan berkas persyaratan untuk proses seleksi melalui kantor pos dari Indonesia ke India. Bagi mahasiswa self-finance yang berada di India diharuskan mengikuti ujian tertulis yang jika lulus mendapatkan keuntungan biaya perkuliahan persemester biasanya lebih murah daripada yang “in absentia.”

Adanya kuota untuk mahasiswa asing

mahasiswa self-finance di luar negeri
Adanya kuota untuk mahasiswa asing (Foto : pexels.com)

hampir seluruh kampus-kampus besar dan yang memiliki “nama” di India sudah memiliki kuota khusus untuk mahasiwa asing, sehingga kemungkinan diterima cenderung lebih besar untuk mahasiswa self-finance.

Dengan berbagai tips diatas siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan di India sudah boleh mempersiapkan diri, ingin jalur beasiswa atau self-finance 😀