Kota Tucson memang tidak seterkenal Los Angeles atau New York. Namun, kota ini sangat unik yang memiliki warisan budaya yang sangat kaya campuran berbagai ras mulai dari penduduk asli Amerika, Spanyol, Meksiko, dan pengaruh Anglo-Amerika, dan fragmen kecil budaya Asia dan Afrika.

Yamin adalah salah salah seorang pelajar Indonesia yang sedang melanjutkan Master di kota ini. Keragaman di kota ini juga telah menjadikan jumlah muslimnya mencapai Sekitar 20.000 sehingga begitu mudah menemukan halal restoran dan bahan makanan halal di kota ini.

“Indahnya adalah, Muslim di kota ini dapat hidup harmonis dengan pemeluk agama lainnya. Setiap tahun, ada sejumlah dialog antar agama yang diselenggarakan di sejumlah tempat ibadah,” ujar mahasiswa Universitas Arizona (UA) ini.

Menurut Yamin masih banyak lagi hal lain yang sangat menarik di kota ini, termasuk alamnya yang eksotis. Tucson terletak di Gurun Sonora dan dikelilingi oleh lima pegunungan. Di Tucson, kita bisa dengan mudah menemukan kaktus raksasa Saguaro yang legendaris.

“ Disini kaktus dapat tumbuh hingga sepuluh meter dengan diameter mencapai setengah meter. Cuaca di Tucson sangat memungkinkan untuk tanaman raksasa ini dapat tumbuh dengan baik,” ungkap Yamin lagi.

Kondisi alamnya juga sangat cocok untuk kegiatan outdoor activity sepanjang tahun. Meskipun musim dingin datang, cuacanya masih memungkinkan untuk berkegiatan diluar rumah seperti hiking dan bersepeda. Setiap harinya sangat banyak masyarakat melakukan aktivitas dengan bersepeda di kota ini.

Cuaca yang bersahabat sangat mendukung bagi masyarakat setempat untuk melakukan berbagai kegiatan diluar rumah, hal inilah yang diperkirakan menjadi salah satu alasan bagi keturunan Indonesia untuk memilih kota ini sebagai tempat tinggal

“Ketika sampai di Tucson pada bulan Agustus 2015, untuk mengusir kerinduan akan tanah air, saya bergabung dengan komunitas mahasiswa Indonesia di Tucson, sampai akhirnya saya diberi kesempatan untuk menjadi ketua persatuan mahasiswa Indonesia-Amerika Serikat di The University of Arizona (Permias Arizona),” kenang Yamin pemuda asal Buton, Sulawesi Tenggara ini.

Kecintaan kepada Indonesia sepertinya telah membuat masyarakat Indonesia di kota ini sangat antusias mengikuti berbagai kegiatan bersama, sekedar melepas rindu dengan tanah air. Berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat Indonesia di Tucson selalu ramai peminat. Sehingga setiap kali ada kegiatan dipastikan WNI tidak akan absen dalam kegiatan tersebut.

Lain lagi penjelasan Hayne asal Bandung yang menikah dengan warga negara Amerika. Menurutnya, memilih tinggal di Tucson merupakan pilihan yang sangat tempat bagi keturunan Asia. Selain cuaca di Tucson yang tidak terlalu ekstrim, masyarakatnya juga sangat liberal menerima perbedaan.

“Mungkin sejak dulunya Tucson sudah menjadi kota pilihan bagi orang Asia yang menikah maupun harus bekerja di Tucson, bahkan ada satu daerah namanya Tempe, seperti makanan khas Indonesia,” ungkap Hayne yang telah tinggal di Tucson hampir 12 tahun.

Di kota ini juga terdapat Asian Market, sangat banyak tersedia produk makanan khas Indonesia di Asian Market. Harganya memang sangat berbeda dengan Indonesia, namun bagi masyarakat indonesia yang berdomisili di Tucson sudah sangat mengobati kerinduannya dengan makanan Indonesia.

Oke, disisi lain selain beberapa penjelasan tersebut, ternyata mahasiswa Indonesia disana sering melakukan kegiatan-kegiatan berbau Indonesia banget. Mau tau kegiatan-kegiatan tersebut? yuk intip dibawah ini!

Pagelaran seni budaya

Indonesia yang kaya dengan seni budaya telah menjadi satu ciri khasnya. Salah satu pertunjukan seni yang sering digelar setiap tahun adalah pertunjukan International Students Show. Setelah berlatih bersama kawan-kawan selama sebulan, akhirnya Permias UA membawakan tarian saman dan menempati posisi ketiga terbaik untuk pertunjukan seni budaya tersebut. Pertunjukan tari Saman ini juga pernah tampil pada International Show di 2015 Oktober.

Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus

17 Agustus sudah menjadi agenda rutin bagi masyarakat Indonesia di kota ini. Sejumlah kegiatan digelar untuk menyemarakkan perayaan hari kemerdekaan ini. Mulai dari aneka perlombaan hingga kuliner Indonesia menjadi highlight acara ini. Direncanakan acara ini akan menjadi program khusus setiap tahunnya.

Kelas Bahasa Indonesia

Ide ini muncul dari Yamin dan teman-temannya, menurutnya sangat banyak keturunan Indonesia yang tidak mampu berbahasa Indonesia dengan baik. Dan ini sangat disayangkan. Sejak setahun terakhir Kelas Bahasa Indonesia dibuka gratis untuk anak Indonesia di kota ini. Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Arizona bersedia menjadi guru bahasa Indonesia tanpa dipungut bayaran.

Asosiasi Mahasiswa Islam (MSA) dan Asosiasi Mahasiswa Internasional (ISA)

Ternyata Mahasiswa Indonesia di kota ini telah berhasil menjadi organisator terbaik sehingga mendapat kesempatan bergabung di organisasi MSA dan ISA, dan beberapa organisasi lainnya seperti klub Toastmaster. Selain itu, mahasiswa Indonesia ini juga terpilih sebagai UA Global Ambassador. UA global Ambassador adalah program kepemimpinan yang mempromosikan kemajemukan kampus, menjadi advokasi program study abroad, menjadi leader pada orientasi mahasiswa internasional, merencanakan kegiatan buddy program, dan lain-lain. Ternyata, di luar jam kuliah Mahasiswa Indonesia sangat aktif dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat setempat maupun masyarakat Indonesia di Tucson.