Hai Takaiters!

Kopi adalah salah satu minuman yang cukup terkenal di Indonesia selain teh. Kesukaan masyarakat Indonesia pada kopi dapat dilihat dengan kebiasaan orang-orang nongkrong di warung kopi atau cafe. Hari belum dimulai jika belum ngopi. Lelah saat bekerja hilang setelah ngopi. Dan tak ada pertemuan tanpa adanya kopi sebagai jamuan. Namun, tahukah kamu bahwa kopi memiliki sejarah dan perkembangan yang begitu menarik untuk disimak?

Dimakan Kambing

Foto: pertanianku

Kata kopi berasal dari bahasa Arab qahwah yang artinya kekuatan, dalam bahasa Turki kahveh, yang kemudian menjadi koffie dalam bahasa Belanda, coffee dalam bahasa Inggris, dan kopi dalam bahasa Indonesia.

Legenda menyebutkan bahwa kopi ditemukan oleh para penggembala di Arab dan Ethiophia yang melihat kambingnya selalu gembira setelah memakan buah mirip berri yang berwarna hijau dan merah. Legenda ini dipercaya sebagai asal muasal kopi.

Pada tahun 1610 kopi pertama ditanam di tanah India dan dipelajari oleh berbagai bangsa di dunia. Kopi kemudian menyebar ke benua Eropa dan Amerika hingga saat ini kopi ada di seluruh belahan dunia.

Arabica Is the Best

Foto: pertanianku

 Kopi yang ada di Indonesia sebenarnya ada tiga jenis Guys, yaitu kopi arabica, robusta, dan liberika. Namun yang terkenal hanya jenis arabika dan robusta. Kopi liberika sebenarnya kopi yang paling enak, tetapi hanya ada di pedalaman Kalimantan dan menjadi minuman tradisional Suku Dayak. Pohon kopi liberika bisa mencapai ketinggian 30 meter dengan biji kopi yang lebih besar.

Kopi robusta dapat ditanam di dataran rendah, lebih mudah berkembang dan membutuhkan waktu lebih cepat untuk berkembang dan memproduksi buah. Dari segi rasa, kopi robusta memliki rasa yang lebih kuat dan “kasar”, memiliki kadar kafein dua kali lebih banyak dari kopi arabica dan memiliki aftertaste kacang-kacangan, sedangkan kopi arabica harus ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian tertentu, memerlukan waktu beberapa tahun untuk matang serta memerlukan lahan yang lebih besar. Rasa kopi arabica lebih kaya meski lebih sedikit mengandung kafein dengan hint rasa buah-buahan, beri-berian, cokelat maupun kacang-kacangnya. Karena kelebihan yang dimilikinya, banyak orang lebih menyukai kopi arabica.

Coffee Break

Foto: fortetsya-hetman.com

Budaya minum kopi di Indonesia sudah dimulai sejak VOC mengembangkan perkebunan kopi dan teh di Indonesia. Saat ini kopi banyak dijumpai di warung kopi hingga cafe. Minum kopi bukan hanya tuntutan selera, karena sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Beraktivitas, bertemu klien, kumpul keluarga dan teman, serta bersantai di tempat yang nyaman belum lengkap kalau tidak ditemani kopi. Dalam setiap rapat, pertemuan, dan pelatihan selalu ada waktu istirahat untuk makan kudapan yang diselingi dengan acara minum kopi sehingga kita mengenal istilah coffee break, Guys. Rasanya tidak lengkap memulai hari tanpa minum kopi.

Penyajian Terbaik

Foto: pexels.com

Kopi terbaik disajikan segera setelah digiling dan menggunakan air bersuhu sekitar 90 derajat. Jika kamu tidak memiliki termometer, kamu bisa merebus air sampai matang, kemudian tunggu 30 detik. Nah, air matang ini yang pas untuk menyeduh kopi tanpa mengurangi aroma dan cita rasa khasnya.

Kopi yang terkenal di Indonesia adalah kopi tubruk yaitu kopi bubuk halus yang diseduh dengan air panas begitu saja dan ampasnya dibiarkan mengendap di dasar gelas. Jangan membiarkan kopi tubruk lebih dari 5 menit, Guys, supaya aroma dan cita rasanya terjaga. Jangan membiarkan kopi yang sudah digiling disimpan lebih dari 7 hari karena rasanya sudah tidak nikmat lagi.

Kopi yang disajikan fresh pasti lebih beraroma dan nikmat rasanya. Meskipun saat ini kopi juga tersaji dalam kemasan praktis, para ahli kopi menyebutkan bahwa instant coffee adalah cara terbaik untuk merusak aroma dan cita rasa khas kopi itu sendiri. Pecinta kopi sejati lebih menyukai brewed coffee atau kopi yang digiling dan langsung diseduh untuk dinikmati.

Saat ini, penyajian kopi di Cafe lebih modern, Guys, karena menggunakan berbagai peralatan modern dan diramu serta disajikan oleh seorang Barista profesional.

Kopi dan Kesehatan

Foto: pexels.com

Kopi mengandung senyawa kimia turunan xantin yang dikenal sebagai kafein. Kafein menimbulkan rangsangan terhadap susunan saraf pusat, sistim pernafasan serta pembuluh darah, dan jantung. Hal ini berdampak pada kondisi tubuh yang terasa lebih segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah  ataupun mengantuk.

Dalam jumlah wajar kafein membantu pikiran, pekerjaan, dan pergaulan, tetapi menjadi racun jika berlebihan, Guys. Jumlah yang tepat bagi tiap individu juga berbeda, tetapi belum ditemukan efek negatif saat seseorang mengkonsumsi dosis dibawah 300 miligram sehari.

Kopi meningkatkan mood, kewaspadaan, daya tahan, dan performa fisik. Kopi juga dapat digunakan sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antioksidan sehingga dapat mencegah kanker. Kopi juga disinyalir dapat mengurangi risiko penyakit saraf, gout, batu ginjal dan kandung kemih serta mencegah konstipasi.

Dopping Legal

Foto: menshealth.com

Oleh karena mengandun kafein yang meningkatkan stamina tubuh, kopi menjadi dopping legal bagi para atlit yang akan bertanding. Kopi yang biasanya dinikmati adalah black coffee atau kopi tanpa gula. Untuk mereka yang aktif, konsumsi kafein mampu meningkatkan daya tahan dalam aktivitas aerobik yaitu aktivitas yang berjangka panjang, intensitasnya rendah, dan membutuhkan daya tahan seperti berjalan, berlari, bersepeda, dan berenang.

Konsumsi kafein juga meningkatkan performa mereka yang melakukan aktivitas anaerobik yaitu aktivitas yang memerlukan waktu pendek, berintensitas rendah, dan membutuhkan power seperti angkat beban dan angkat besi.

Nah, Takaiters, buat kamu yang suka kopi boleh bersenang hari karena ternyata banyak manfaatnya untuk kesehatan. Kopi juga bisa menjadi sarana menunjang keberhasilan bisnismu, Guys, karena banyak kesepakatan dapat dicapai sambil minum kopi.