Hai, Takaiters!

Masa-masa perkuliahan atau saat menjadi mahasiswa merupakan “masa emas” jika mahasiswa tersebut pandai memanfaatkan waktu dan kesempatan selama menyandang gelar sebagai mahasiswa.

Sangat banyak potensi untuk mengeksplorasi kemampuan sesuai minat dan bakatmu dan tentunya peluang-peluang tersebut dapat menjadi pengalaman berharga untuk dapat diaplikasikan dalam dunia yang sesungguhnya yaitu setelah lulus kuliah nanti.

Salah satu langkah untuk menyabet berbagai peluang menjadi mahasiswa yang sukses adalah dengan melibatkan diri dalam organisasi-organisasi kampus sesuai minat dan bakat kamu.

Berikut adalah 4 keuntungan jika kamu menjadi seorang mahasiswa aktivis.

1. Mampu Menyampaikan Argumen di Depan Umum

keuntungan menjadi mahasiswa aktivis
Foto: Pexels.com
Setiap orang sebenarnya memiliki pendapat atau pembenaran masing-masing terhadap suatu masalah namun hanya sebagian kecil saja yang mampu mengemukakan argumennya, sebagian lainnya hanya membiarkan pendapat itu mengendap di kepalanya masing-masing.
Mampu berargumen atau menyampaikan pendapatmu di depan umum merupakan hal yang luar biasa karena ini bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kecakapan dalam beretorika yang tentunya bisa didapatkan dengan cara melatih kemampuan berbicara di depan umum.
Bagi mahasiswa aktivis berbicara di depan umum bukan merupakan hal sulit bahkan sudah menjadi sesuatu yang lumrah tanpa kendala lagi. Dalam berorganisasi kita dibiasakan untuk mengemukakan pendapat di depan umum, dengan pembiasaan-pembiasaan itulah kemampuan beretorika kita terlatih dan tak terkendala lagi saat mengemukakan pendapat di depan umum.

2. Memiliki Banyak Relasi

keuntungan menjadi mahasiswa aktivis
Foto: educenter.id

Organisasi kampus merupakan wadah bagi kamu untuk mengeksplorasi kemampuan sesuai minat dan bakat. Tentunya di dalamnya berkumpul orang-orang yang setidaknya memiliki kegemaran atau bahkan tujuan yang sama dengan kamu. Memiliki banyak teman yang sama seperti kamu akan sangat memudahkan kamu untuk berkembang.

Rasa solidaritas yang tinggi dalam berorganisasi juga akan sangat membantu kamu dalam menyelesaikan masalah, dan kamu nggak perlu merasa sendiri lagi dalam melanjutkan perjuangan. Seperti kata-kata yang sudah legend “banyak teman, banyak rezeki”.

3. Siap Bersaing di Dunia Kerja

keuntungan mahasiswa aktivis
Foto: Pixabay.com
Industri perkejaan dewasa ini sudah tidak menomorsatukan nilai IPK tetapi lebih kepada skill dan attitude terutama bagi fresh graduate, lho! Jika kamu baru saja lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja maka tidak perlu cemas lagi jika kamu adalah aktivis!
Para aktivis kampus telah dibekali oleh kemampuan yang didapatkan dari pengalaman organisasi yang sangat dibutuhkan dunia pekerjaan, skill jauh lebih dibutuhkan oleh perusahaan ketimbang nilai sempurna yang tertera dalam ijazah.
Walaupun IPK kamu tidak terlalu tinggi namun skill  lebih mumpuni kamu bisa mengalahkan pelamar yang tidak memiliki skill walaupun dia memiliki IPK sempurna sekali pun!

4. Berjiwa Kemanusiaan yang Besar

description
Foto: Pixabay.com
Sudah menjadi hal lumrah jika mahasiswa aktivis turun ke jalan. Namun, apakah yang mendorong mereka? Apakah hanya emosi semata yang konon katanya masih meledak-ledak tak terkendali pada jiwa muda? Sungguh, bukan itu. Semuanya tentang kemaslahatan bagi rakyat, dalam jiwa aktivis telah ditanamkan ideologi mahasiswa yang memiliki ghirah melihat ketimpangan.
Kesulitan dan ketidakadilan yang menimpa rakyat yang membuat para aktivis muda itu mampu membaca keadaan, kritis dan berani bergerak menyuarakan keinginan untuk keadaan yang seadil-adilnya bagi rakyat. Mahasiswa aktivis adalah relawan sebab yang melatari segala aksinya hanya rasa kemanusiaan.

5. Memiliki Pemikiran yang Kritis

Foto: foodservicedirector.com

Salah satu kegiatan dalam berorganisasi adalah berdiskusi, dan salah satu manfaat diskusi adalah agar pemikiran kita lebih terbuka terhadap pendapat orang lain dan tentunya agar kita tidak menerima mentah-mentah suatu argumen tanpa menelaah terlebih dahulu.

Inilah sebabnya, mengapa banyak mahasiswa aktivis sangat kritis dan menentang kebijakan pemerintah yang dianggap timpang dan merugikan rakyat.

Itulah 5 keuntungan menjadi mahasiswa aktivis, bukan melulu soal demo dan rusuh, kan?