Halo, Takaiters!

Sudah pernah ke Karawang? Bagi yang sudah pernah atau memang tinggal di Karawang, mungkin tahu kampung unik bernama “Kampung Salapan”.

Di karawang, di Desa Gempol, Kec. Banyusari, tepatnya tempat perkampungan yang unik yaitu kampung Salapan. Kampung yang belum ada listrik, jauh dari keramain, dan terpencil.

Takaitu akan mencoba menginformasikan untuk kamu yang belum tahu tentang keunikan. kampung ini. Kita simak. yuk!

1. Hanya Dihuni Sembilan Keluarga

Foto: youtube.com

Sesuai dengan namanya kampung ini hanya terdiri dari sembilan keluarga rumah tinggal. Sehingga hanya terdapat sembilan keluarga. Jika lebih dari sembilan maka salah satu keluarga harus meninggalkan kampung itu. Jumlah sembilan keluarga, harus terus dipertahankan karena jika lebih akan terjadi musibah.

2. Bentuk Rumah yang Hampir Sama

Foto: youtube

Bentuk rumah di kampung selapan ini persegi panjang. Ruang yang memanjang ke belakang terdiri dari ruang tamu, keluarga, kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan Goah. Kamar terdiri dari satu atau dua kamar terletak di sebelah kiri atau kanan, kamar ini memanjang ke belalang.

Kamar mandi dan dapur masuk melalui ruang keluarga. Sedangkan, Goah untuk menyimpan makanan, seperti hasil kebun, beras, gula, dan lain-lain. Selain itu, ada Goah untuk menyimpan bunga tujuh rupa, kemenyan, kelapa muda, dan kopi sebagai sesaji. Sesaji ini
diletakkan di atas tempat penyimpanan beras (padaringan)
Kamar mandi dan dapur masuk melalui ruang keluarga.

3. Tradisi yang Masih Dianut

Foto: youtube.com

Pintu setiap Rumah Tergantung Sembilan tangkai padi. Upacara Ngabungbang atau Melekan, masih ada di masyarakat Salapan. Masyarakat berkumpul di tempat terbuka pada malam Sabtu dilakukan semalam suntuk, warga tidak tidur sampai pagi. Kegiatan ini diisi dengan diskusi antara warga masyarakat dan Tokoh masyarakat kampung Salapan akan memberi petuah-petuah kepada warganya.

Masyarakat percaya akan terjadi sesuatu pada lingkungan mereka atau sekitarnya, jika muncul cahaya kebiruan.

Upacara Mipit atau Nyalin ketika akan memanen padi, merupakan tradisi yang masih dijalankan sebagian kecil petani. Nyalin dari kata salin artinya mengganti. Sehingga, kegiatan itu dilaksanakan ketika mau panen dan akan diganti tanaman baru. Upacara ini berlangsung satu tahun sekali oleh tiap individu. Pakaian adat sehari-hari yang dikenakan adalah berwarna biru tua.

Nah, sekarang Takaiters sudah tahu, ya, keunikan kampung Salapan. Semoga bermanfaat.