Lebaran sebentar lagi
Tak ada miskin tak ada kaya
Semua sama di depan Tuhan
Yang berbeda cuma amalnya

Itulah sepenggal lirik lagu Lebaran Sebentar Lagi yang di populerkan oleh band Gigi. Ya, Lebaran memang sebentar lagi dan Lebaran tahun ini memang tak sama seperti Lebaran di tahun-tahun sebelumnya. Dilarang mudik! Tetapi itulah aturan pemerintah yang harus ditaati di saat pandemi corona tak kunjung usai. Demi keselamatan bersama agar tak jadi bencana di tengah keluarga.

Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih. Tak ada alasan untuk tidak menjalin silaturahmi. Baik dengan keluarga di rumah, sanak saudara, bahkan teman-teman sendiri silaturahmi tetap bisa terjalin. Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. Seolah sudah mendarah daging diucapkan oleh masyarakat Indonesia ketika Idulfitri.

Ternyata, minal aidin wal faidzin tidak ada kaitannya dengan mohon maaf lahir dan batin. Walau sebenarnya, untuk meminta maaf tak perlu menuggu Lebaran. Hendaknya segera meminta maaf setiap kali berbuat salah. Lalu, bagaimana cara mengucapkan selamat Idulfitri yang tepat?

Taqobbalallahu minna wa minkum

Foto: bundakonicare.com

Dalam bahasa Arab, minal aidin wal faidzin artinya termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Menang dalam menahan hawa nafsu setelah berpuasa sebulan penuh. Ternyata itu bukanlah sebuah kalimat lengkap.

Melainkan diambil dari potongan kalimat panjang yang jika diucapkan dengan tepat, bisa menjadi sebuah doa. Dilansir dari NU Online, kalimat yang tepat itu adalah,  “taqabbalallaahu minnaa wa minkum” yang artinya “semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadan) kami dan kamu. Hal ini merujuk pada kitab Fathul Bari karya Al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqalani. Beliau menulis, ” Jika para sahabat Rasulullah saling bertemu di hari  raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya Taqabbalallahu minnaa wa minkum.” (Fathul Bari, juz II, halaman 446)”

Taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidiin wal faaiziin

Foto: republika.id

Namun, ada pula yang menambahkan “taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidiin wal faaiziin” yang artinya, ” Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang.”

Ada pula yang masih menambahnya “wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair”  yang artinya, ‘Dan terimalah (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu senantiasa dalam kebaikan.'”

Taqabbalallahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidiin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair

Foto: kompasiana.com

Sehingga jika diucapkan dengan lengkap menjadi, Taqabbalallahu minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidiin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair.” Yang arti lengkapnya, “Semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadan) kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang. Dan terimalah (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu senantiasa dalam kebaikan.”

Kalau dirasa kalimat  ini terlalu panjang, tenang! Kamu cukup mengucapkan, “Taqabbalallahu minnaa wa minkum” kepada orang yang kamu ucapkan dan beritahu dia untuk membalasnya dengan mengucapkan, taqabbal yaa kariim”.

Wah, memang  ada baiknya jika kita mengetahui makna dari sebuah kalimat yang kita ucapkan agar kita bisa lebih memahaminya dan tidak asal ucap. Karena pada dasarnya, ucapan adalah doa.