Hola Takaiters!

Selama ini begitu banyak sebutan yang melekat pada orang Minang yang sebenarnya bukanlah fakta alias mitos belaka. Pendapat yang melekat di masyarakat umumnya didasari pada informasi yang tersebar tanpa dicek lagi kebenarannya. Maklum, orang bersuku Minangkabau yang bermukim di berbagai penjuru Nusantara dan dunia memang mempunyai banyak karakter unik dan menarik. Membuat masyarakat melabeli dengan berbagai hal yang sayangnya jauh dari kenyataan yang sebenarnya.

Berikut beberapa mitos disertai penjelasan fakta tentang orang Minang :

Orang Minang = Orang Padang

mitos dan fakta orang minang
Foto : takaitu

Orang Minang diidentikkan dengan orang Padang. Padahal Padang hanyalah salah satu kota di Sumatera Barat (ibukota propinsi Sumbar). Faktanya, orang Minang bisa saja berasalĀ  dari Pariaman, Payakumbuh, Solok, Bukittinggi, dan lain-lain.

PILIHAN EDITOR

Orang Minang = Pedagang

mitos dan fakta orang minang
Foto : takaitu

Orang Minang selalu dianggap pandai berdagang. Di perantauan mereka dikenal mempunyai usaha rumah makan, toko pakaian, percetakan, penginapan, foto studio/foto copy, dan lain-lain. Sehingga membuat masyarakat menganggap semua orang Minang pasti piawai berdagang. Padahal faktanya banyak juga orang Minang yang berprofesi dan ahli dalam bidang politik, sastra, seni musik, seni suara, akting, olahraga, fotografi dan sebagainya.

Orang Minang = Dijodohkan

mitos dan fakta orang minang
Foto : takaitu

Banyak anggapan bahwa pernikahan orang Minang adalah hasil dari perjodohan. Sama dengan suku lainnya, tentu tiap orang tua menginginkan menantu yang agama, keturunan atau pendidikannya baik. Demikian juga orang Minang. Hingga pertimbangan memilih kriteria menantu dulu, kental dengan nuansa perjodohan ini.

Apalagi ditambah cerita Siti Nurbaya yang melekat di masyarakat yang menganggap Minang kental dengan perjodohan. Padahal kini, karena sudah merantau ke seantero negeri, perjodohan sudah tak lagi dilakoni. Faktanya, sudah banyak orang Minang yang menikah dengan orang dari suku atau negara lainnya.

Laki-Laki Minang = Dibeli

mitos dan fakta orang minang
mitos dan fakta orang minang

Anggapan di masyarakat yang beredar bahwa laki-laki Minang kalau akan menikah harus dibeli dengan harga yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. Padahal faktanya tidak semua adat istiadat Minang memberlakukan hal ini. Hanya orang Minang dari Pariaman yang mengenal uang jemputan. Pihak calon mempelai wanita akan menyerahkan uang dengan besaran yang telah disepakati kepada pihak calon mempelai pria sebagai biaya resepsi pernikahan (baralek) dan bekal untuk berumah tangga.

Orang Minang = Banyak Omong

mitos dan fakta orang minang
Foto : takaitu

Orang Minang sering dikatai cerewet, banyak omong atau judes. Padahal yang sebenarnya mereka itu bilang yang sejujurnya dan apa adanya. Kalau suka ya bilang suka, jika tidak bilang tidak. Ucapan yang tegas, lugas, tidak bertele-tele yang didasari kerasnya hidup di perantauan ini, sering dianggap sebagai sikap banyak omong dan keras.

Orang Minang = Pelit

mitos dan fakta orang minang
Foto : takaitu

Banyak yang memberi stigma kalau orang Minang itu pasti pelit. Kenyataannya, orang Minang yang sebagian besar dikenal sebagai pedagang di perantauan, memang berprinsip mengelola uang dengan hati hati dengan skala kepentingan agar usaha bisa makin berkembang. Yang sebenarnya jiwa sosial orang Minang itu tinggi, terbukti saat mereka berhasil, akan berlomba-lomba membangun daerah asal dan memberi bantuan modal pada sanak saudara yang kekurangan.

Demikian Takaiters, mitos dan fakta orang Minang yang sebenarnya. Semoga Bermanfaat ^^