Hai, Takaiters!

Bagi kalian pasangan muda yang masih senang-senangnya menikmati kehidupan rumah tangga baru, plus baru di karuniai balita pula, rasanya hidup sudah sangat sempurna. Apalagi? Karena rumah yang paling nyaman dan aman adalah keluarga.

Momen liburan akhir pekan atau liburan panjang menjadi menjadi hal yang ditunggu-tunggu setelah sekian lamanya dihabiskan untuk bekerja. Saat-saat liburan bersama keluarga dengan mengajak serta si kecil dalam agenda liburan merupakan kesenangan dan kebahagiaan tersendiri. Menurut pakar psikologi, bahwa kebersamaan keluarga semasa liburan mampu merekatkan kembali hubungan yang mungkin tadinya memiliki masalah.

Lantas bagaimana persiapan yang harus dilakukan bagi para orang tua yang mengajak balitanya bepergian ke luar negeri?

Terkadang  ada saja orang yang berkomentar, kasihan anaknya lah, khawatir si anak terkena jetlag-lah dan sebagainya. Namun, bagi sebagian orang tua membawa balitanya jalan-jalan ke negeri orang rupanya menjadi dilema tersendiri, yakni antara keinginan dan khawatir.

Guys, mengajak balita berlibur ke luar negeri membutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang, ya. Namun, yang harus menjadi perhatian utama ialah kondisi kesehatan anak. Pastikan apakah kamu dan pasangan mampu mengasuhnya saat di negeri orang tanpa membawa serta pengasuh, bila selama ini terbiasa dengan baby sitter.

Nah, beberapa persiapan berikut mungkin bisa dijadikan sebagai acuan bagi kamu, para pasutri, yang akan mengajak balita berlibur keluar negeri.

Persiapan Dokumen

Foto: pegipegi.com

Dulu, anak-anak bisa ikut dalam paspor orang tua. Namun sekarang, sesuai dengan peraturan baru, bayi pun harus punya paspor sendiri. Jadi, sejak awal akan menentukan destinasi liburan ke luar negeri,  kamu sudah mempersiapkan dengan teliti berkas dokumen yang dibutuhkan, seperti paspor dan visa.

Pastikan beberapa hari jelang keberangkatan, semua dokumen perjalanan selain tiket pesawat, hotel, dan dokumen penting lainnya sudah lengkap.

Pilih Tujuan Negara yang Dekat Dulu

Foto: unsplash.com

Perjalanan bersama balita akan menjadi berbeda dengan perjalanan bersama orang dewasa. Anak balita biasanya suka bergerak aktif. Ketika dalam memilih tujuan perjalanan kamu dapat mempertimbangkan jarak, sebab khawatir balita kamu mengalami kebosanan dan akhirnya perjalanan liburan menjadi kurang menyenangkan.

Memilih Tempat Wisata yang Ramah Anak

Foto: travel.kompas.com

Zaman sekarang, ke mana pun kamu akan pergi, kamu bisa mencari informasi tempat yang akan kamu tuju untuk berlibur terlebih dahulu, apakah ramah terhadap anak atau tidak. Misalnya tempat tersebut menyediakan wahana bermain seperti kebun binatang, wahana permainan outbond (seperti ayunan dan sebagainya), dan jenis mainan lainnya.

Namun sebelumnya, yakini juga tempat-tempat tersebut tidak dalam kondisi sangat ramai (crowded) agar balita kamu terhindar dari paparan asap rokok.

Bawa Semua Kebutuhan Anak

Foto: niatanzil.com

Jangan lupakan mainannya. Mainan adalah harta karun anak yang tidak boleh kamu lupakan. Ke mana pun pergi bawa selalu mainannya di dalam barang bawaan kamu. Salah satunya berguna untuk membunuh kebosanan dalam perjalanan. Disamping itu, ajak terus anak berinteraksi, misalnya bernyanyi bersama atau sekadar menceritakan apa pun yang menarik minatnya selama perjalanan tersebut.

Perlengkapan yang sangat penting lainnya yaitu makanan, vitamin, obat-obatan sederhana serta pakaian yang sudah disesuaikan dengan kondisi negara yang akan dikunjungi, harus sudah masuk daftar yang wajib dipatuhi sejak awal keberangkatan.

Beberapa ahli psikologi anak mengatakan bahwa sebelum kamu mengajak balita liburan ke luar negeri, lakukan trip pendek dahulu agar perjalanan menyenangkan bersama balita kamu mampu menambah keharmonisan keluarga.

Ketahuilah momen jalan-jalan dengan anak balita akan sangat membantu meningkatkan daya imajinasinya dan kreativitasnya. Sebab, kamu memberikan pengalaman menarik yang tidak akan ia lupakan seumur hidupnya.

Selamat liburan, ya!