Hai, Takaiters!

Pandemi corona yang belum juga musnah masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di pedesaan maupun perkotaan. Bagaimana tidak, virus ini merupakan virus berbahaya yang penularannya justru tidak kelihatan. Bagi yang memiliki imun tubuh yang baik tentunya tidak akan mudah terserang virus ini. Sebaliknya, bagi mereka yang daya kekebalan tubuhnya menurun drastis akan cepat tertular dan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera diberikan pertolongan dan perawatan medis.

Adanya pandemi corona yang bisa dibilang melumpuhkan perekonomian negara karena membuat semua akses terkendala telah memunculkan kembali rasa kepedulian dan kemanuasiaan yang mulai tergerus oleh kemajuan zaman.

Bangsa Indonesia memang sudah terkenal sejak dahulu sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemanuasiaan, tetapi tidak dimungkiri semakin majunya zaman semakin canggih era teknologi, rasa kemanusiaan mulai menipis.

Di balik wabah corona yang diturunkan ini, tentunya ada banyak hikmah yang bisa diambil. Apa saja rasa empati kepedulian dan kemanusiaan yang banyak bermunculan ditengah deras-derasnya wabah ini melanda?

Banyaknya warung-warung makan yang menyediakan makanan gratis bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah

Foto: republika.com

Imbauan stay at home dari pemerintah kepada seluruh masyarakat membuat mereka tidak bisa melaksanakan aktivitasnya seperti biasa. Mereka yang bekerja bukan sebagai pegawai atau pekerja kantoran menjadi terhambat untuk mencari nafkah di luar.

Melihat situasi dan kondisi ini banyaklah bermunculan warung-warung makan, kedai makan yang dipinggir jalan memberikan makanan gratis bagi mereka yang sangat membutuhkan. Ini sangat luar biasa karena yang menyediakan makanan gratis bukan dari restoran mahal dan mewah. Hal ini menunjukkan adanya rasa kepedulian dan kemanusiaan yang tinggi yang masih dimiliki oleh bangsa ini.

Bantuan APD (Alat Pelindung Diri) untuk Paramedis

Foto: antaranews.com

Sebagai garda terdepan yang menyumbangkan tenaga dan jiwanya demi menyelamatkan banyak jiwa, sudah sepantasnya paramedis mendapatkan dukungan dan bantuan dari banyak pihak. APD adalah salah satu bentuk keamanan yang sangat dibutuhkan oleh paramedis.

Ketersediaan APD yang mulai minim karena harus sering-sering berganti, menjadikan ancaman keselamatan buat mereka. Menyikapi permasalahan ini benar-benar sangat diimbau agar paramedis mendapatkan APD yang layak. Untungnya, banyak sekali pihak-pihak yang rela menyumbangkan dananya untuk menangani virus ini khususnya buat perlengkapan keselamatan paramedis.

Kerukunan Makin Kuat dan Terjaga

Foto: jakarta.tribunnews.com

Selama pandemi corona, dapat terlihat kerukunan yang makin kuat dan terjaga dari masyarakat. Mereka bersatu padu dan saling bahu membahu agar bisa memutus mata rantai persebaran virus corona ini. Upaya kerukunan ini terlihat dari kerjasama masyarakat dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Adanya air bersih dan sabun di setiap rumah warga. Lingkungan yang bersih dari sampah, penggunaan masker saat di luar, masyarakat juga tidak lagi mengadakan perkumpulan atau pertemuan selama pandemi corona. Mereka juga selalu mengingatkan dan menguatkan satu sama lain tentang kebersihan, tentang menjaga kesehatan diri dan lingkungan juga menguatkan untuk tetap yakin bahwa virus ini akan segera berakhir.

Pembagian Sembako Bagi Masyarakat yang Kurang Mampu

Foto: infobrand.id

Bantuan untuk masyarakat yangkurang mampu selama stay at home sangat beragam. Masing-masing wilayah memiliki cara tersendiri untuk membantu warganya. Salah satu cara yang dilakukan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu adalah dengan membagikan sembako.

Mereka yang kurang mampu memang akan merasakan susahnya mencari makan dikarenakan kondisi yang seperti ini. Untuk itulah pembagian sembako adalah alternatif untuk memberikan bantuan yang dirasa tepat.

Tumbuhnya Keikhlasan yang Dalam

Foto: narcity.com

Rasa ikhlas dalam membantu sesama, rasa ikhlas untuk bahu membahu memutus penyebaan corona, rasa ikhlas untuk saling menguatkan dan memberi dukungan satu sama lain pun semakin kuat di tengah kondisi seperti ini.

Semua tidak ingin ada kerabat, teman, tetangga bahkan orang lain yang terkena virus ini. Mereka semua ikhlas berserah, berdoa, dan memohon kepada Tuhan agar virus ini cepat musnah. Semua masyarakat semakin ikhlas berserah diri pada Tuhan Yang Maha Esa.

Takaiters, di balik Tuhan menurunkan musibah, penyakit ataupun bencana tentu akan banyak hikmah yang bisa dipetik. Untuk itu, selalu berpikir positif dan selalu yakin bahwa segala cobaan ini akan segera berakhir. Banyak hikmah yang dapat dipetik. Tumbuhnya kembali rasa kepedulian dan kemanusiaan seyogyanya juga akan terus tumbuh di hati setiap insan.