Hai, Takaiters!

Nama “Dawet Ayu” pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kamu, ya, Guys? Yap, dawet ayu adalah minuman khas Banjarnegara yang juga menjadi ikon dari Kabupaten ini. Ketika kamu mengunjungi Banjarnegara di pintu masuk sebelah selatan alun-alun kota akan kamu jumpai patung gerobak dawet ayu dengan penjualnya yang memakai pakaian tradisional. Lampu-lampu yang menghiasi alun-alun juga didesain seperti gerobak yang di gunakan untuk berjualan dawet ayu.

Sejarah Dawet Ayu

Foto: bloggerserayu.com

Dawet ayu merupakan minuman khas Banjarnegara yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Nama dawet ayu yang melekat pada minuman ini muncul dengan beragam versi. Ada yang menyebut nama dawet ayu diambil dari lagu yang diciptakan oleh seniman Banjarnegara yang sangat populer yaitu “Dawet Ayu Banjarnegara” ada juga yang mengatakan, dinamakan dawet ayu karena istri dari penjual dawet yang pertama kali sangat cantik makanya dinamakan dawet ayu. Ayu dalam bahasa Jawa berarti cantik.

Gerobak Dawet Ayu Unik

Foto: setia1heri.com

Gerobag yang biasa digunakan para pedagang berjualan adalah lazimnya sebuah gerobak jualan. Namun, untuk gerobag dawet ayu Banjarnegara tersimpan keunikan tersendiri yaitu adanya dua tokoh punakawan yang terpasang di atas pikulan gerobak. Tokoh punakawan tersebut adalah Semar dan Gareng.

Dipilihnya kedua tokoh punakawan tersebut bukan tanpa alasan. Dari nama Semar dan Gareng disingkat menjadi mareng. Mareng sendiri dalam bahasa jawa berarti peralihan musim yaitu dari musim hujan beralih ke musim kemarau. Penjual dawet ayu memiliki pengharapan ketika musim kemarau yang sangat panas, mereka akan dapat rezeki dari berjualan dawet di mana banyak orang yang kehausan dan kepanasan akan mencari dawet ayu yang segar untuk pelepas dahaganya.

Proses Pembuatan Dawet Ayu dan Penyajiannya

Foto: bloggerserayu.com

Minuman dawet ayu adalah minuman perpaduan dari cendol, gula aren, dan santan. Cendol umumnya berwarna hijau dibuat dari tepung beras, tepung kanji erot atau bisa juga dari tepung sagu yang di campur dengan perasan air daun pandan. Santannya menggunakan santan kelapa yang cair dan gurih. Untuk pemanisnya menggunakan gula aren yang diberi aroma nangka ataupun durian.

Penyajian dawet ayu juga sangat sederhana. Pertama tuangkan santan yang berisi cendol ke dalam gelas lalu tambahkan gula aren sebagai pemanis dengan diberi hiasan daun pandan yang diikat simpul. Dawet ayu juga bisa disajikan dalam keadaan dingin atau tanpa es.

Sebagai Ikon Kuliner Pilihan Kementerian Pariwisata

Foto: tribunnews.com

Dawet ayu sudah diakui sebagai minuman khas kabupaten Banjarnegara. Hal ini dibuktikan dengan diresmikannya dawet ayu sebagai bagian dari 30 ikon kuliner nusantara oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2012. Untuk itu masyarakat Banjarnegara menjadi sangat berbangga dan pada setiap event minuman dawet ayu akan selalu disajikan dan dapat dinikmati oleh semua masyarakat.

Takaiters, jika kamu berkunjung ke Banjarnegara jangan lupa, ya, cobain dawet ayu Banjarnegara, ya! Minuman ini dijamin aman karena tidak mengandung bahan pengawet apapun. Kesegarannya juga tidak kalah dengan minuman lainnya, lo.