Halo, Takaiters!

Indonesia kembali berduka. Salah satu tokoh penting, dan juga seorang ulama yang dihormati, Salahuddin Wahid atau dikenal dengan Gus Sholah, meninggal dunia pada Minggu, 2 Februari 2020, pukul 20:55 WIB. Gus Sholah meninggal di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, akibat sakit jantung. Jenazah Gus Sholah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, Senin, 3 Februari 2020, sekitar pukul 14.30 WIB.
Gus Sholah lahir di Jombang, 11 September 1942. Beliau meninggal dalam usia 77 tahun.

Dikutip dari beberapa sumber inilah fakta menarik dari Gus Sholah. Yuk, simak Takaiters!

1. Jadi Wakil Calon Presiden

Foto: voa-islam.com

Pada tahun 2004 Gus Sholah dipilih Golkar untuk maju menjadi calon wakil presiden dan berpasangan dengan Wiranto. Hal ini merupakan babak baru dari perjalanan karir politik Gus Sholah. Untuk menunjukkan keseriusannya sebagai calon wakil presiden, Gus Sholah mengundurkan diri dari Komnas HAM dan PBNU.

Namun, sangat disayangkan sekali, pasangan Wiranto-Gus Sholah gagal di putaran pertama. Mereka kalah dari pasangan SBY-JK dan Megawati-Hasyim Muzadi.

2. Gus Sholah Kuliah di ITB

Foto: cnnindonesia.com

Gus Sholah melanjutkan pendidikan menengah di SMPN 1 Cikini. Lalu bersekolah di SMAN 1 Jakarta yang berada di Jalan Budi Utomo atau lebih dikenal SMA Budut.
Pada tahun 1962, Gus Sholah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Arsitektur.

3. Gus Sholah Menikah dengan Sesama Anak Menteri Agama

Foto: republika.co.id

Pada tahun 1968, Gus Sholah memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya.
Ia menikah dengan Farida, anak mantan Menteri Agama KH Syaifudin Zuhri.
Mereka dikaruniai tiga anak, yaitu Irfan Asy’ari Sudirman (Ipang Wahid), Iqbal Billy, dan Arina Saraswati.

4. Gus Sholah Menjadi Wakil Ketua Komnas HAM

Foto: infonews.id

Pada tahun 2001, Gus Sholah didaftarkan oleh adik iparnya, Lukman Hakim Syaifudin, sebagai anggota Komnas HAM. Dengan persiapan sekadarnya, Gus Sholah berhasil lolos dalam uji kelayakan (fit and proper test), dan terpilih sebagai salah satu dari 23 anggota Komnas HAM periode 2002-2007. Pada saat yang sama, Gus Sholah terpilih sebagai Wakil Ketua II Komnas HAM.

Selama berkiprah di Komnas HAM, Gus Solah sempat memimpin TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) untuk menyelidiki kasus Kerusuhan Mei 1998 (Januari-September 2003), kemudian Ketua Tim Penyelidik Adhoc Pelanggaran HAM Berat kasus Mei 1998, Ketua Tim Penyelidikan Kasus Pulau Buru dan lain sebagainya. Sejak saat itu popularitasnya semakin menanjak.