Hai, Takaiters!

Pesta Demokrasi di Indonesia baru saja selesai digelar. Pemilihan Umum serentak 2019 telah rampung dilaksanakan. Pemilu yang dilaksanakan pada 17 April kemarin membuat setiap warga negara Indonesia menyumbangkan hak suaranya untuk pemilihan Presiden maupun wakil rakyat di Legislatif. Namun, masalah datang justru setelah pemilu usai. Yakni masalah yang berkaitan dengan spanduk alat peraga kampanye yang banyak terpasang di berbagai tempat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena pemasangan spanduk ini menjadi berantakan dan membuat wilayah tersebut terkesan kumuh dengan banyaknya spanduk yang telah berubah menjadi sampah ini.

Foto: kumparan.com

Berawal dari hal itu, sebuah perusahaan yang bergerak dalam manajemen sampah yang bernama Parongpong meluncurkan sebuah aksi yang disebut The Trash Bag Project. Aksi ini mengajak masyarakat untuk mengumpulkan spanduk alat peraga kampanye yang ada di sekitar untuk dimanfaatkan sebagai material pembuatan tas anti air. Sampah residu atau yang tidak bisa didaur ulang ini akan diolah menggunakan teknologi hydrothermal reactor.

Foto: liputan6.com

Rendy  Aditya Wachid selaku pendiri Parongpong menjelaskan bahwa usaha pengelolaan sampah ini akan dipamerkan untuk acara Happiness Festival 2019 yang akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada 27-28 April 2019. Tema Sustainability yang diusung dalam acara ini membuat munculnya keinginan menghadirkan tempat pengumpul sampah selain plastik. Dengan menggunakan spanduk maka akan menjadi lebih kuat dan bisa dipakai berkali-kali.

Pihak Parongpong sendiri bekerja sama dengan salah satu produsen pembalut untuk menjahit spanduk bekas menjadi tas. Pasalnya, mereka memiliki jejaring yang biasa membuat produk serupa sebagai gift sebelumnya.

Foto: jawapos.com

Masyarakat yang ingin menyerahkan spanduk bisa melalui titik pengumpulan yang tersedia di dua titik, yakni Bandung dan Jakarta. Untuk titik pengumpulan di Bandung, bisa mengirimkan ke Jalan Dago Pojok 60, Bandung. Sementara titik pengumpulan di Jakarta, ada di Jalan Hayam Wuruk no 28 RT 014 RW001, Gambir, Jakarta Pusat. Sebagai catatan, tidak ada kompensasi bagi warga yang menyerahkan spanduk bekas tersebut, apalagi tas yang dihasilkan bukan untuk dijual.

Spanduk alat peraga kampanye yang telah selesai digunakan sebaiknya dilakukan pembersihan agar tidak menjadi sampah baru. Gagasan Parongpong ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut. Kita sebagai warga masyarakat juga turut bertanggung jawab pada hal ini demi kebersihan lingkungan sekitar kita. Jadi, kapan kamu akan ikut aksi ini? Segera gabung ya, Guys!