Hai, Takaiters!

Salah satu orang yang kini memanggul tugas berat memerangi virus Corona atau COVID-19, adalah sosok yang satu ini. Ia dipercaya Presiden Jokowi sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Dengan mengemban tugas itu, bisa dikatakan, dialah komandan perang dalam pertempuran menumpas virus Corona.

Tugas yang tak gampang. Walau ia punya pengalaman dan kemampuan mumpuni sebagai prajurit, tetapi lawan yang dihadapi kali ini berbeda. Lawan yang dihadapi, tidak terlihat mata. Namun, dengan segudang pengalaman dan kemampuannya sebagai prajurit pasukan khusus diharapkan bisa berguna untuk mengatasi situasi darurat saat ini sehingga strategi penanggulangan COVID-19 bisa efektif, terkoordinir, dan sistematis.

Siapa orang yang dipercaya Pak Jokowi menjadi komandan “perang” melawan corona ini? Dia, adalah Doni Monardo. Berikut sederat fakta tentang Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Lulusan Akmil Kelahiran Cimahi Jawa Barat

Sumber foto: Tribunnews.com

Doni Monardo, tidak lain adalah prajurit TNI,bahkan bukan prajurit biasa. Ia prajurit pasukan khusus, berasal dari kesatuan paling elit di TNI AD, yaitu Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ini salah satu kesatuan elit di TNI yang reputasinya sudah mendunia.

Doni sendiri lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 10 Mei 1963. Ia lulusan SMA 1 Padang. Lulus dari SMA, Doni masuk Akademi Militer. Di akademi penghasil para jenderal ini, Doni masuk kecabangan infanteri. Tahun 1985, Doni lulus dari Akmil.

Memulai Karir Militernya di Kopassus, Pernah Bertugas di Timor Timur dan Aceh

Sumber foto: Tagar.id

Sejak lulus dari Akmil, Doni memulai karir militernya di Kopassus. Sederet jabatan di Korps Baret Merah itu pernah diembannya. Doni pernah menjadi Danyon-11 Grup-1/Kopassus dari tahu 1998 sampai 1999. Kemudian, sempat jadi Danyonif 900/Raider. Jabatan ini dipegangnya sampai tahun 2001.

Doni juga kenyang dengan penugasan di medan tugas. Dia pernah ditugaskan ke Timor Timur. Doni juga sempat dikirim ke Aceh. Mulai dari tahun 2005—2006, Doni bertugas di Aceh.

Bertugas di Paspampres 

Sumber foto: Liputan6.com

Karirnya mulai menanjak saat Doni ditarik ke Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres. Sempat digeser ke Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan bertugas di Makassar, Doni kembali ditarik Paspampres. Ia dapat promosi menjadi dan Grup A Paspampres.

Pada tahun 2010, Doni kembali dapat promosi menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Tak lama setelah itu, Doni kembali ditarik ke Kopassus untuk memangku tugas sebagai Wadanjen Kopassus.

Di era Presiden SBY, Doni sempat ikut terlibat dalam operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia. Ketika itu, ia dipercaya SBY menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus.

Jadi Komandan Paspampres (Danpaspampres)

Sumber foto: Kumparan.com

Pada April 2012, Doni mendapat kesempatan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Empat bulan ikut pendidikan, Doni kembali dapat promosi jabatan. Kali ini, ia dipercaya Presiden SBY untuk menjadi Komandan Paspampres (Danpaspampres). Doni menjadi Danpaspampres dari tahun 2012 sampai 2014.

Dipromosikan Jadi Danjen Kopassus

Sumber foto: Tempo.co

Seperti diketahui, Doni adalah didikan asli Kopassus, sebab sejak lulus dari Akmil, Doni merintis karir di Kopassus. Di Kopassus, Doni pernah jadi Wadanjen Kopassus. Jabatan itu dipegangnya dari tahun 2012—2014. Sempat jadi Danpaspampres, tahun 2014, Doni resmi menjadi orang nomor satu di Kopassus alias menjadi Danjen Kopassus. Jabatan ini dipegangnya sampai tahun 2015.

Jadi Pangdam Pattimura dan Pangdam Siliwangi

Sumber foto: Tribunnews.com

Selepas menjabat sebagai Danjen Kopassus, Doni dapat penugasan baru. Ia dipercaya jadi Pangdam XVI/Pattimura. Jabatan itu dipegangnya dari tahun 2015 sampai dengan 2017. Pada tahun 2017, ia digeser ke tatar Sunda, menjadi Pangdam Pangdam III/Siliwangi hingga tahun 2018.

Ditunjuk Jadi Sekjen Dewan Ketahanan Nasional

Sumber foto: Liputan6.com

Tahun 2018, usai menjadi Pangdam III/Siliwangi, bintang Doni bertambah satu. Ia resmi menyandang pangkat Letnan Jenderal (Letjen) setelah didapuk menjadi Sekretaris Dewan Ketahanan Nasional (Sesjen Wantannas). Jabatan itu diembannya sampai tahun 2019. Di tahun yang sama, Doni mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dipercaya Jadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Sumber foto: Minews.com

Pada 9 Januari 2019, Letjen Doni Monardo resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini adalah badan yang khusus menangani masalah bencana di Indonesia. Jabatan itu, dipegang Doni hingga sekarang.

Diberi Mandat oleh Presiden Jadi Komandan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 

Sumber foto: Bnpb.go.id

Sejak wabah virus COVID-19 merebak di Indonesia, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, kemudian membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.  Gugus Tugas inilah yang mengkoordinir upaya penanganan dan penanggulangan COVID-19 secara nasional, dan orang yang dipercaya menjadi komandan atau Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 adalah Doni Monardo, jenderal bintang tiga Korps Baret Merah (Kopassus). Selamat bertugas Jenderal. Semoga berhasil tunaikan tugas.