Halo, Takaiters!

Dulu, sudah menjadi kebiasaan orang tua kita jika ketika mendekati akhir bulan Ramadan semua akan sibuk membuat kue-kue lebaran. Hampir semua kue dibuat sendiri, dalam jumlah yang banyak. Saat Lebaran tiba, kue-kue itu disajikan di dalam toples beling bening dengan tutup berpegangan bulat. Bermacam-macam isinya, dan dijamin menggugah selera tamu yang bersilaturrahim.

Kue-kue lebaran zaman dulu memang legendaris, namun semakin sulit dijumpai di zaman sekarang ini. Ini dia 8 kue khas Lebaran zaman dulu yang mungkin salah satu di antaranya adalah kue favorit kamu Takaiters. Kita simak ulasannya, yuk!

1. Widaran Gula

Foto: cookpad.com

Kue widaran gula berbentuk khas seperti angka 8. Namun, ada juga yang membuat dalam variasi bentuk lain, seperti lingkaran dengan cubitan di sekelilingnya. Kue ini terbuat dari adonan tepung ketan, telur, garam, dan santan, sehingga rasanya gurih. Untuk sentuhan akhirnya, widaran yang sudah digoreng digulingkan ke dalam adonan gula pasir dan air yang sudah dipanaskan. Sehingga widaran tampak berselimut gula.

2. Onde-Onde Ceplis

Foto: buatresep.blogspot.com

Onde-onde ceplis berbentuk seperti onde-onde, biasa namun berukuran mini, sehingga dapat habis hanya dalam satu gigitan. Terbuat dari tepung ketan, tepung sagu, telur, santan, gula pasir, dan sedikit garam. Onde-onde ceplis tidak ada isiannya, hanya adonan yang dibentuk bulat-bulat kecil, digulingkan dalam wijen putih, lalu digoreng kering.

3. Bolu Kering

Foto: cookpad.com

Kue bolu kering dipanggang menggunakan cetakan yang berbentuk bulat dan oval. Adonan bolu sama seperti bolu umumnya, yaitu: tepung terigu, telur, gula pasir, dan vanili. Yang berbeda hanya bentuk cetakannya, kecil-kecil dan satuan. Bolu dipanggang di atas bara arang sampai kering bagian luarnya.

4. Kembang Goyang

Foto: ngalam.co

Disebut kembang karena bentuknya menyerupai bunga, dalam proses menggorengnya adonan digoyang-goyang supaya terlepas dari cetakannya. Jadilah namanya kembang goyang. Kue ini rasanya manis gurih dan renyah. Kue ini terbuat dari: tepung beras, santan, telur, dan garam. Di lain daerah ada yang menyebut kue ini kue kembang duren dan harisah.

5. Kuping Gajah

Foto: bukalapak.com

Berbentuk seperti kuping gajah berukuran mini. Kue ini dibuat dari tepung terigu dan gula pasir, sehingga rasanya manis. Adonan dibuat dalam dua warna, kuning dan cokelat, digiling kemudian dibentuk seperti bolu gulung, lalu diiris tipis baru digoreng.

6. Pastel Kering

Foto: boombastis.com

Kue pastel kering mini diberi isian abon. Di antara kue lebaran yang lain, kue pastel kering ini termasuk banyak digemari karena isinya yang lezat. Kue ini terbuat dari tepung terigu, margarin, telur, garam, air, dan abon. Adonan dipipihkan kemudian diberi isian abon ditengahnya, dilipat bentuk pastel, kemudian dicubit-cubit bagian tepinya supaya bergelombang. Kalau zaman sekarang, sih, ibu-ibu menggunakan cetakan pastel untuk hasil yang lebih rapi dan alasan kepraktisan.

7. Kacang Bawang

Foto: fimela.com

Ada 2 cara untuk mengelupas kulit ari pada kacang tanah, yaitu kacang tanah dijemur di bawah panas matahari atau kacang tanah direndam dalam air panas. Dua-duanya hasilnya sama enaknya, yang satu kacang menjadi empuk, dan satunya kacang menjadi renyah. Kacang digoreng setelah sebelumnya direndam dalam bumbu garam dan bawang putih halus. Setelah matang kacang diberi campuran bawang putih iris goreng supaya makin lezat.

8. Rengginang

Foto: bukalapak.com

Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari beras ketan matang kemudian dikeringkan. Beras ketan sengaja tidak dilumatkan, supaya masih tampak butiran nasi pada rengginang. Rasa rengginang biasanya gurih dan manis. Tapi ternyata di daerah lain ada rengginang berbumbu bawang putih, ketumbar, dan terasi. Bumbu dihaluskan lalu dicampurkan pada ketan matang, diaduk rata, kemudian baru dibentuk dan dijemur di bawah panas matahari sampai kering. Baru rengginang digoreng. Rasanya sangat lezat.

Nah, Takaiters, inilah 8 kue lebaran generasi nenek dan ibu kita, yang acapkali menimbulkan kerinduan dan kenangan berlebaran bersama mereka. Takaiters, penasaran ingin mencicipinya?