Hallo, Takaiters!

Anak milenial adalah orang-orang kelahiran tahun 1980-an sampai sekitar tahun 2000-an. Sementara orang-orang kelahiran tahun 2000-an disebut dengan generasi Z. Ada juga yang menyebut anak zaman now. Hayoo, coba di cek usia masing-masing, kamu masuk kategori milenial atau bukan? Jika iya, maka artikel ini mungkin memang ditujukan untuk kamu, Guys.

Mempelajari perilaku anak milenial yang terkadang unik dan ajaib memang tidak ada habisnya karena orang-orang yang hidup pada zaman milenial merupakan masa transisi atau peralihan dari dunia teknologi khususnya teknologi komunikasi yang mengubah gaya hidup hampir di seluruh lini kehidupan.

Berikut ini setidaknya ada 7 perilaku anak milenial yang perlu kamu ketahui. Apa saja, sih, yuk baca artikel ini sampai tuntas!

Menyukai Begadang

Foto: sukabumiupdate.com

Dunia malam bagi sebagian orang memang mengasyikkan. Ada banyak kegiatan yang bisa didapatkan dari aktivitas begadang. Mulai dari mengerjakan tugas-tugas, menonton tayangan televisi yang tayang selama 24 jam penuh, berseluncur di sosial media, dan sebagainya. Entah mengapa, semakin malam dirasakan semakin seru, padahal kata bang Haji Rhoma Irama, begadang tidak baik, ya, hehe ….

Doyan Mantengin Instastory

Foto: unsplash.com

Tahu enggak, zaman sekarang bikin dan nonton instastory jauh lebih penting dari pada nonton tayangan televisi karena fitur Instagram yang satu itu memang lebih update. Kabar apa pun bisa didapatkan di Instastory. Mulai dari gosip selebriti, info peluncuran produk, flashsale, dan banyak lainnya. Makanya tidak heran, kaum milenial lebih memilih ‘mantengin’ instastory sepanjang waktu.

Suka Scroling Twitter, Cari Info Trending

Foto: pexels.com

Padahal mesin pencari terbesar, Google, sudah menyediakan Google Trends. Namun, rupanya kaum milenial lebih menyukai scrolling twitter untuk melihat trending. Diperkirakan pengguna akun sosial media yang satu ini, Indonesia termasuk yang terbanyak. Tidak heran jumlah netizen (warganet) dari negara +62 ini menduduki posisi 2 tertinggi di dunia. Wow, luar biasa, ya, sumbangsih warga Indonesia terhadap akun twitter.

Ngopi Jadi Lifestyle

Foto: pexels.com

Ini berkaitan erat dengan semakin banyaknya gerai-gerai yang menyediakan kopi sebagai menu utama bersebaran di berbagai pelosok kota. Istilah ngopi-ngopi alias kongkow-kongkow bareng teman-teman sebaya atau rekan bisnis sangat umum dilakukan di coffeeshop, baik dengan standar internasional maupun kedai kopi tradisional, warkop  (warung kopi) misalnya.

Menghabiskan waktu di kedai kopi untuk urusan apa pun sudah menjadi gaya hidup kaum milenial. Hal ini sudah tidak bisa dihindari lagi karena biasanya gerai kopi menyediakan ruangan yang adem, dilengkapi dengan wifi sebagai penambah daya tarik kunjungan konsumen sehingga ketika berlama-lama duduk menikmati kopi di coffeeshop menjadi tidak membosankan.

Mengerjakan Tugas Sekolah atau Kampus Sukanya Mepet Deadline

Foto: pexels.com

Nah, kalau yang satu ini rasanya bukan perilaku milik anak milenial saja. Mengerjakan tugas mepet deadline dianggap kegiatan yang memicu adrenalin untuk ditaklukkan. Bukannya tidak well-prepare, tetapi waktunya anak milenial lebih banyak terpakai untuk ‘mantengin’ instastory atau menonton youtube sampai larut malam. Agaknya ini bukan kebiasaan ‘baik’ untuk di contoh oleh kalian anak generasi Z, ya.

Menonton Youtube Sampai Lupa Waktu Hingga Larut Malam

Foto: unsplash.com

Sudah menjadi rahasia umum kalau menonton youtube lebih asyik dilakukan pada malam hari karena server masing-masing provider gadget konon katanya lebih cepat pada malam hari. Misalnya provider Indosat, biasanya memberikan jatah kuota khusus pada malam hari pada waktu Ramadan. Dan ini rupanya menjadi daya tarik konsumen memanfaatkan kuota internet tersebut dengan menonton youtube. Tentunya setelah melaksanakan ibadah pada bulan Ramadan.

Pada hari-hari biasa, menonton youtube sudah menjadi pilihan tayangan keluarga di rumah. Tayangan televisi zaman sekarang dianggap sudah sangat tidak mendidik anak bangsa lagi dengan banyaknya tayangan ‘kurang mendidik’ di layar kaca tersebut. Namun, sayangnya entah pengaruh kurangnya pengawasan orang tua, kegiatan menonton youtube bablas sampai larut malam. Sebenarnya hal ini pun kurang baik, ya, dilakukan. Begadang dan menonton sampai larut akan berpengaruh buruk bagi kesehatan. Pertimbangkan lagi, ya,

Lebay dalam Berpikir Sesuatu

Foto: pexels.com

Istilah lebay atau berlebihan dalam berpikir tentang sesuatu hal dan menanggapi suatu hal banyak terjadi di kalangan milenial. Tak jarang bahkan di dramatisir supaya semakin menjadi-jadi. Supaya apa? Apalagi kalau bukan sensasi. Ya, sensasi dan kontroversi sudah banyak menghiasi kehidupan orang milenial belakangan ini. Baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Para pakar psikologi, menyebut keadaan ini dengan overthingking. Dalam tatanan bahasa Indonesia dikenal dengan istilah metaphora, yaitu melebih-lebihkan dalam menanggapi sesuatu sehingga terasa luar biasa. Menurut saya, jika hal ini dipupuk terus hingga menjadi suatu budaya, maka orang yang terbiasa menggunakan penalaran dan logika bisa saja akan semakin terpinggirkan.

Sebenarnya tidak ada yang salah seratus persen dalam perilaku di atas, bila masih dalam pengawasan orang tua, masyarakat, dan pemerintah sendiri. Misalnya ketika saat ini orang beralih menonton youtube, konten-konten yang berisi indikasi pornografi sudah dikunci oleh Kementrian Informasi. Selain itu, self control kita kudu di-On kan, yaa.