Halo Takaiters!

Terdengar sepele, namun kenyataannya banyak di antara kita yang masih salah ketika mengunyah makanan. Karena alasan lapar atau terburu-buru, bahkan sudah menjadi habit di kalangan masyarakat, hanya dua atau tiga kali kunyahan, lalu makanan tersebut langsung ditelan dan masuklah suapan makanan berikut. Padahal, hakikat dari kegiatan mengunyah adalah memecah molekul makanan yang besar menjadi lebih kecil yang membuat proses pencernaan menjadi baik dan terjadi kontak antara makanan tersebut dengan air liur yang ada di mulut. Nah, Takaiters wajib tahu 6 manfaat yang didapat dengan mengunyah makanan lebih lama.

1. Mengoptimalkan Kerja Enzim

Foto: unspalsh.com

Mulut adalah tahapan pertama dalam proses pencernaan. Di mulut terjadi proses mengunyah yang berfungsi mencabik atau menghancurkan makanan yang dapat memicu saliva (kelenjar ludah) memproduksi lebih banyak enzim untuk membantu melancarkan proses pencernaan. Enzim tersebut juga memudahkan tubuh menerima mineral dan nutrisi dari makanan dan memanfaatkannya dengan benar. Jadi, dapat dipastikan, semakin lama makanan dikunyah maka kerja enzim di mulut semakin efektif.

2. Mengoptimalkan Penyerapan Nutrisi Makanan

Foto: discoverwalks.com

Mengunyah makanan di mulut menjadi penting karena tidak semua makanan yang masuk ke dalam perut dapat dihancurkan dengan sempurna. Partikel yang lebih kecil dari makanan yang dipecah dengan cara dikunyah memungkinkan membuat makanan bergerak melalui seluruh jalur pencernaan dengan lebih mudah dan memastikan bahwa semua nutrisi dari makanan yang tersedia untuk tubuh.

3. Mengontrol Jumlah Makanan yang Masuk

Foto: unspalsh.com

Mengunyah lebih lama juga membuat kegiatan makan otomatis menjadi lebih lama. Perlu diketahui, ketika mengunyah lebih lama, otak akan menyadari jumlah makanan yang dikonsumsi. Sebaliknya, jika mengunyah dengan cepat, otak tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyadari berapa jumlah makanan yang telah dikonsumsi dan dapat mengakibatkan semakin banyak jumlah makanan yang dikonsumsi. Salah satu penyebab sulitnya seseorang mendapatkan bentuk tubuh ideal dikarenakan sistem pencernaan yang kurang baik yang dimulai dengan salah dalam proses mengunyah makanan.

4. Mengurangi Gas dan Sendawa

Foto: lifestyle.okezone.com

Dua hal ini pasti sangat Takaiters hindari, apalagi jika terjadi di tempat umum atau keramaian. Takaiters, saat makanan tidak dikunyah dengan baik, hal ini memperbesar potensi untuk makanan tidak diproses dengan sempurna dalam perut. Makanan yang tidak dicerna dengan baik akan menimbulkan berbagai gejala. Di antaranya timbulnya gas, kembung, sembelit, hingga mag.

5. Baik untuk Kesehatan Mulut

Foto: pixabay.com

Mengunyah makanan dengan perlahan adalah salah satu latihan yang bagus untuk tulang rongga mulut dan gigi dan membantu menjaga tetap kuat dan sehat. Selain itu, senyawa hidrogen karbonat yang terkandung dalam air liur dapat menetralkan pembentukan plak. Plak yang terbentuk di areal gigi akan disapu dengan cara mengunyah perlahan.

6. Mencegah Diabetes

Foto: ttnews.com

Terdengar mengerikan, itulah diabetes! Jika selama ini diabetes hanya dikaitkan dengan konsumsi gula yang berlebih, tahukah Takaiters, lambung dan usus yang memproses makanan dengan durasi yang lebih lama karena tekstur makanan yang masuk masih kasar juga bisa menjadi salah satu penyebab diabetes. Membiarkan lambung dan usus memproses makanan terlalu lama akan memperbanyak penyerapan insulin dari makanan tersebut dalam tubuh dan dalam jangka panjang sangat berpengaruh pada tingkat terkena diabetes.

Takaiters, yuk, mulai sekarang kita perbaiki cara makan kita karena tujuan makan bukan hanya untuk kenyang, tapi juga memberikan kebaikan bagi tubuh kita. Biarkan bagian tubuh kita bekerja sebagaimana meskinya. Mari mengunyah untuk kebaikan!