Hai, Takaiters!

Ramadan tinggal beberapa hari, Guys, sudahkah kamu memanfaatkan setiap waktu Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah keimanan? Puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus, lo, tetapi bertujuan untuk menjadikan kita manusia yang lebih bertakwa kepada Allah Swt. Yuk, simak kegiatan yang bermanfaat sambil menunggu buka puasa ini.

Membaca Al-Qur’an

Foto: madania news.com

Membaca Al-Qur’an akan membuat hati tenang, Guys. Jika kamu tidak menguasai bahasa Arab, kamu bisa melanjutkan dengan membaca terjemahannya. Dengan membaca terjemahan Al- Qur’an maka kamu akan memahami isinya.

Kamu harus tahu bahwa Al-Qur’an tidak hanya berisi ayat-ayat ilahiyah, tetapi juga ayat-ayat muamalah mengenai hubungan antar manusia dan manusia dengan makhluk lainnya. Satu hal yang pasti, membaca Al-Qur’an itu berpahala dari setiap hurufnya.

Jadi, bayangkan berapa banyak pahala yang didapat kalau kamu membaca beberapa lembar atau beberapa juz. Khatam Al-Qur’an sering menjadi target seorang muslim, nah salah satu waktu yang tepat untuk mencicilnya adalah saat ngabuburit, Guys.

Menghafal Ayat Al Quran

Foto: republika.id

Menghafal ayat-ayat Al-Qur’an akan membuat otak kamu lebih terasah, cenderung mudah berkonsentrasi dan tidak mudah pikun. Wuih, hebat, ya, apalagi pahala yang didapat, Guys, bikin kamu berharap lebih besar untuk mendapatkan Surga-Nya.

Menghafal Al-Qur’an harus dimulai dengan hati yang tulus ikhlas, pikiran jernih, dan berhati bersih. Mulailah dengan beberapa ayat sesuai dengan kemampuanmu dan terus tambah jika sudah berhasil.

Beberapa orang memulai menghafal Al-Qur’an dari surat-surat pendek di juz 30 atau juz terakhir, tetapi tidak menutup kemungkinan memulai menghafal dari ayat-ayat pendek yang cukup dikenal misalnya ayat-ayat yang merupakan lafaz doa sehari-hari. Saat ngabuburit akan lebih bermanfaat jika kamu menghafal ayat Al-Qur’an, Guys.

Mendengarkan Tausiah

Foto: jpnn.com

Hampir semua stasiun televisi di Indonesia menayangkan acara-acara tausiah yang dikemas dalam berbagai bentuk. Kamu tinggal memanfaatkannya untuk menambah ilmu agama. Tausiah dalam waktu yang relatif pendek seperti kuliah tujuh menit atau kultum akan lebih mudah diingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tausiah model ini memiliki kekurangan karena tidak mungkin memberikan penjelasan yang detail mengenai hal-hal yang ingin kita ketahui. Namun, tausiah yang terlalu panjang juga kadang memmbuat bosan jika tidak diselingi kegiatan yang cukup menarik.

Apa pun itu, manfaatkan waktu ngabuburitmu untuk belajar agama, Guys, karena saat PSBB dilakukan di mana-mana kamu tidak dapat belajar ilmu agama di masjid dan lembaga agama lainnya secara langsung.

 Membaca Buku Agama

Foto: balipost.com

Ngomong-ngomong, selama Ramadan ini sudah berapa buku yang kamu baca, Guys? Kalo belum ada satu pun, apalagi buku agama, sekarang saatnya memanfaatkan waktu ngabuburit untuk membaca buku.

Pilihlah satu buku yang menurutmu menarik dan buatlah target berapa hari buku itu harus selesai. Eits, bukan hanya dibaca, ya, tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan kamu. Percuma kan kalau sudah paham mengenai sesuatu, tetapi tidak diaplikasikan dalam kehidupan.

Buku agama sekarang mudah didapat, Guys,  kamu bisa membeli secara online sesuai minatmu dengan harga yang murah. Bersiaplah menjadi manusia yang lebih bertaqwa dan lebih pandai dengan buku. Bukankah buku itu jendela dunia?

Merangkum  Buku atau Artikel yang Dibaca

foto: pexels.com

Ingatan manusia itu terbatas, untuk mengingat sesuatu dengan baik diperlukan kerjasama dan koordinasi seluruh indera dan bagian tubuh kita. Seperti saat menghafal, sering mendengar akan membuat kita mudah menghafal sesuatu. Begitu juga mengingat sesuatu akan lebih mudah ketika kita sering membaca dan menuliskannya kembali.

Koordinasi mata, telinga dan tangan sangat bermanfaat bagi kita untuk mengingat dan memahami sesuatu. Jadi, kalau kamu membaca artikel atau buku, jangan lupa menyiapkan buku catatan dan alat tulis, ya. Tuliskan kembali poin-poin penting dari apa yang kita baca dengan mencari kata kuncinya. Beberapa orang menerapkan mind map untuk lebih mudah mengingat dan memahami ilmu, jadi cobalah untuk menerapkannya sesuai versimu sendiri.

Membuat Artikel Terkait dengan Agama

foto : matagarudalpdp.org

Membaca, merangkum, menghafal dan memahami sesuatu akan lebih bermanfaat jika kamu sebarkan kepada orang lain. Meski tidak lihai berdakwah, kamu bisa, kok, memberikan pencerahan kepada orang lain melalui tulisan.

Langkah pertama yang cukup mudah barangkali membuat artikel yang terkait dengan agama. Cukup satu topik sederhana saja, tetapi sampaikan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan bersahabat sehingga jauh dari kesan menggurui.

Artikel agama bertebaran di banyak media baik online maupun offline, tetapi jangan membuatmu tidak percaya diri. Asal tulisanmua memiliki dasar hukum yang kuat baik dari Al- Qur’an maupun hadis, percaya diri saja. Toh tujuanmu mulia, menyebarkan ilmu agama.

Nah, Takaiters, sudah siap mengisi waktu menjelang buka puasa dengan hal-hal bermanfaat? Mari manfaatkan setiap detik di bulan ramadhan ini dengan kebaikan, supaya kita menjadi manusia yang lebih bertaqwa.