Halo, Takaiters!

Adakah di antara kamu yang mengikuti perkembangan COVID-19 di negara tercinta ini, terutama jumlah korban ODP, PDP, positif COVID-19, dinyatakan sembuh hingga korban meninggal dunia. Bagaimana perasaanmu ketika tahu tentang itu?

Terkadang, tanpa disadari, sebagai manusia biasa ada rasa cemas, khawatir, sedih, hingga takut yang berlebih. Tahukah kamu pada akhirnya hal ini akan memengaruhi kesehatan mental?Apalagi, bagi seseorang yang memang mempunyai gangguan kecemasan bawaan.

Takaiters, tidak salah untuk tahu tentang segala pemberitaan dan informasi mengenai perkembangan terkini COVID-19. Namun, yang perlu diingat adalah batasi diri tentang semua pemberitaan tersebut. Kita yang paling tahu batasan dan seberapa kuat diri untuk tahu. Jangan sampai berita-berita tersebut malah memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental. Ingat, kesehatan mental juga memengaruhi kesehatan fisik dan imunitas tubuh.

Berikut ini 5 tips menjaga kesehatan mental di tengah COVID-19.

1. Batasi Diri dalam Menerima Berita dan Informasi

Foto: pexels.com

Seperti yang sudah disampaikan di atas, penting untuk membatasi diri dalam menerima segala bentuk berita dan informasi dari mana pun dan bagaimana pun bentuknya. Jika hati dan pikiran mulai diselimuti rasa cemas, khawatir, atau takut, ambil jarak untuk berhenti tahu tentang itu semua. Istirahat sejenak agar pikiran lebih tenang. Hal terbaik yang dilakukan adalah memperbanyak berdoa, beribadah, dan membaca kitab suci menurut ajaran agama yang diyakini.

2. Pastikan Berita dan Informasi dari Sumber Terpercaya

Foto: pexels.com

Dapatkan berita dan informasi dari sumber terpercaya. Poin ini sangat penting. Dalam kondisi seperti ini, kadang sulit membedakan mana berita dan informasi yang dapat dipercaya dan yang hoaks. Terutama dari pesan-pesan yang masuk di WhatsApp. Alih-alih merasa tenang, ketika menerima pesan tersebut justru mrnimbulkan rasa cemas, khawatir dan takut. Jika itu yang terjadi, daripada membacanya apalagi ikut menyebarkannya, lebih baik hapus.

3. Jangan Melulu Soal COVID-19

Foto: pexels.com

Takaiters, mencari tahu dan waspada boleh, tetapi jangan melulu bicara dan berpikir tentang COVID-19. Kita butuh ruang agar tetap waras. Terpaku di depan televisi atau media sosial yang membahas tentang COVID-19 membuat hati dan pikiran buntu hingga menimbulkan pikiran negatif.

Alihkan pada hal-hal positif, seperti olahraga di rumah, memasak, bermain bersama hewan peliharaan, bercocok tanam, hingga menonton drama romantis bersama pasangan. Kita butuh lebih banyak asupan energi positif untuk mampu berpikir jernih demi meningkatkan sistem imun.

4. Memberikan Sugesti Positif bagi Diri dan Lingkungan di Sekitar

Foto: pexels.com

Jadilah cahaya di tengah kegelapan. Takaiters, memang tidak mudah memelihara pikiran untuk selalu berpikir positif apalagi memberikan sugesti positif. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba. Kita punya Tuhan untuk tetap kuat dan survive di tengah badai ini. Ingat, bukan cuma kita yang mengalami, tetapi juga dunia. Fokuslah pada hal-hal baik dan menyenangkan, share happiness. Salah satu caranya dengan membagikan postingan-postingan positif di media sosial yang dimiliki.

5. Ceritakan Kecemasan pada Pihak Profesional

Foto: salarieswiki.com

Takaiters, jika merasakan cemas, khawatir, dan takut yang berlebih sehingga mengganggu aktivitas sehari-sehari dan hubungan sosial, maka saran terbaik adalah hubungi pihak profesional, seperti psikolog.

Hal-hal yang berhubungan dengan kejiwaan memerlukan penanganan tepat untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup. Pada kondisi panik COVID-19 ini, sudah ada beberapa layanan gratis dari para psikolog yang siap menjadi teman terbaik. Kamu bisa mencari informasi tentang ini. Tidak harus bertatap muka, kamu bisa melakukan konsultasi secara daring.

Takaiters, kita yang paling tahu tentang diri kita. Jangan sampai terpancing kepanikan yang memberikan pengaruh negatif bagi kesehatan mental dan fisik. Dengan mencoba 5 tips di atas, semoga kita menjadi orang-orang terpilih yang bisa melewati ujian COVID-19.