Halo, Takaiters!

Tidak hanya di Indonesia, banyak negara di dunia, mulai dari negara adidaya hingga negara berkembang sekali pun menganjurkan warganya untuk sebisa mungkin bekerja dari rumah atau dikenal dengan #WorkFromHome atau WFH. Bukan tanpa alasan, ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona atau covid-19 yang telah menjadi kasus pandemik dunia. Ini juga merupakan sebuah kerja sama dan kepatuhan yang harus dilakukan oleh semua warga negara yang baik untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Takaiters, mungkin bagi sebagian orang bekerja dari rumah terdengar aneh. Apalagi, bagi karyawan yang terbiasa menghabiskan separuh harinya di kantor. Untuk itu, diperlukan beberapa cara agar bekerja dari rumah tetap produktif dan sesuai dengan keinginan perusahaan.

Berikut ini 5 tips agar bekerja dari rumah tetap produktif.

1. Tetap Bangun Komunikasi

Foto: pexels.com

Banyak hubungan percintaan yang gagal karena rusaknya komunikasi antar individu. Pun begitu dalam sebuah pekerjaan, baik itu komunikasi antara atasan dan bawahan atau sesama karyawan itu sendiri sebagai bagian dari sebuah tim kerja. Untuk itu, penting untuk membangun komunikasi agar job desk tetap berjalan meski pekerjaan dilakukan dari rumah masing-masing.

Takaiters, di zaman modern sekarang ini tidak sulit membangun komunikasi. Sudah ada smartphone dan juga bisa melakukan teleconference. Yang perlu diperhatikan adalah waktu-waktu saat melakukan komunikasi tersebut. Situasi dan kondisi saat bekerja di kantor dan di rumah tentu berbeda. Saat di rumah ada anggota keluarga lain, seperti pasangan dan anak. Nah, tinggal bagaimana mengatur waktu agar komunikasi yang dilakukan tidak mengganggu dan terganggu oleh anggota keluarga yang lain.

2. Tempat Kerja Khusus

Foto: pexels.com

Bukan hanya tempat kerja yang nyaman, tetapi tempat kerja yang perlu disiapkan juga harus mendukung fasilitas, seperti koneksi internet. Selain itu, tentunya lepas dari gangguan dan kebisingan agar konsentrasi tetap terjaga. Tidak harus ruang kerja khusus, kamu juga bisa memanfaatkan kamar dan ruang keluarga. Jangan lupa untuk bekerja sama dengan orang-orang di rumah agar tidak mengganggu waktu bekerja.

3. Jangan Tergiur untuk Berselancar di Dunia Maya

Foto: unsplash.com

Bekerja dari rumah bukan berarti bebas tanpa batas berselancar di dunia maya. Tidak ada atasan atau bos yang memantau secara langsung bukan berarti kamu bebas bermain instagram, facebook, twitter, bahkan menonton video live streaming.

Jauhkan pikiran itu agar produktivitas dan waktu bekerja yang dialihkan di rumah tetap digunakan secara efektif dan efisien. Tanamkan pada diri untuk dapat memaksimalkan waktu bekerja seperti saat berada di kantor dan selesai bekerja tepat sesuai jam pulang kerja.

4. Butuh Asisten, Kenapa Tidak?

Foto: pexels.com

Tidak bisa dimungkiri jika bekerja di kantor relatif tidak ada gangguan, semua berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan perusahaan. Untuk pekerja perempuan, tidak bisa dimungkiri keberadaan di rumah apalagi jika sudah mempunyai buah hati yang sama-sama sedang stay at home dan melaksanakan kelas online, maka fokus untuk bekerja bisa terganggu.

Carilah asisten terpercaya yang bersedia tinggal di rumah untuk mendampingi buah hati selama bekerja di siang hari. Bila perlu, asisten tersebut bersedia untuk tinggal di rumah menghindari bepergian yang sedang dilarang. Dalam keadaan seperti ini, mungkin bisa menggunakan dana darurat karena tentunya dibutuhkan biaya tambahan.

5. Membuat To Do List

Foto: mediabro.id

Dimasa-masa awal #WorkFromHome atau WTF, diperlukan manajamen waktu agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan sesuai dengan prioritas utama. Takaiters bisa membuat to do list agar lebih mudah memahami pekerjaan atau tugas mana yang harus dilakukan. Pekerjaan yang berada di titik urgent tentunya diselesaikan terlebih dahulu. To do list juga bisa dijadikan acuan yang harus diselesaikan setiap hari dan bisa kita laporkan kepada atasan atau pimpinan.

Takaiters, agar tetap produktif meski bekerja dari rumah, diperlukan kesungguhan, tanggung jawab, dan disiplin yang tinggi. Bangun profesionalisme dengan tetap mendedikasikan diri bekerja dengan baik, meski itu dilakukan di rumah sekali pun.

Semoga masa-masa sulit memerangi virus Covid-19 ini segera berlalu sehingga semua bisa berjalan layaknya seperti dulu lagi.